Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Tiga Pekan Pantai Sayang Heulang Lengang, Wasman: Pedagang Mulai Keluhkan Anjloknya Pengunjung

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Kondisi kawasan wisata Pantai Sayang Heulang di wilayah Garut Selatan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, disebut mengalami penurunan aktivitas kunjungan wisatawan dalam beberapa pekan terakhir.Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat sekitar, terutama para pedagang dan pelaku usaha kecil yang selama ini menggantungkan pendapatan dari ramainya kunjungan wisatawan ke salah satu destinasi wisata pesisir di Kabupaten Garut tersebut.

Wasman (48), warga Desa Cibalong, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, mengungkapkan bahwa dirinya telah memantau kondisi kawasan Pantai Sayang Heulang selama kurang lebih tiga pekan terakhir.

Menurut Wasman, selama kurun waktu tersebut suasana di kawasan wisata terlihat relatif lengang. Sejumlah area yang biasanya menjadi tempat berkumpul wisatawan disebut tidak menunjukkan aktivitas pengunjung seperti yang diharapkan.

“Kurang lebih sudah tiga pekan saya melihat kondisi Sayang Heulang. Memang terlihat lengang, tidak seramai yang biasanya,” ujar Wasman saat di wawancarai awak media di Pantai Sayang Heulang,Selasa (08/09/2026).

Pedagang Ikut Merasakan Dampaknya

Tidak hanya dari sisi jumlah wisatawan, kondisi tersebut menurut Wasman juga mulai berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.Para pedagang yang membuka lapak, warung maupun usaha kecil lainnya disebut mulai merasakan berkurangnya pembeli. Bagi mereka, jumlah wisatawan sangat menentukan tingkat penjualan setiap harinya.

Wasman mengatakan, sejumlah pedagang menyampaikan keluhan mengenai penurunan pendapatan yang mereka alami selama kawasan wisata relatif sepi.

“Pedagang juga banyak yang mengeluh. Kalau pengunjung berkurang, otomatis pembeli juga berkurang. Dagangan yang biasanya bisa terjual, sekarang tidak seperti biasanya,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menjadi persoalan tersendiri bagi pelaku usaha kecil. Sebab, sebagian pedagang telah mengeluarkan modal untuk menyediakan barang dagangan maupun kebutuhan operasional, sementara jumlah konsumen yang datang tidak sebanyak yang diharapkan.

Dalam situasi seperti itu, pedagang harus menghadapi ketidakpastian pendapatan. Di satu sisi mereka tetap membutuhkan pemasukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara di sisi lain aktivitas jual beli sangat bergantung pada tingkat kunjungan wisatawan.

Dampak Ekonomi Masyarakat

Pantai Sayang Heulang tidak hanya dipandang sebagai tempat rekreasi. Bagi masyarakat yang menjalankan usaha di sekitarnya, aktivitas wisata merupakan bagian penting dari perputaran ekonomi lokal.

Ketika wisatawan datang, berbagai sektor usaha ikut bergerak. Pedagang makanan dan minuman, penyedia saung, jasa parkir, penjual oleh-oleh maupun usaha lainnya dapat memperoleh pendapatan dari aktivitas wisatawan.Sebaliknya, ketika jumlah pengunjung menurun, dampaknya dapat dirasakan secara berantai.

Wasman menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena masyarakat sekitar telah lama menjadikan aktivitas pariwisata sebagai salah satu sumber penghasilan.

“Kalau wisatawan ramai, ekonomi masyarakat juga ikut bergerak. Pedagang mendapatkan pembeli, usaha-usaha kecil juga hidup. Tetapi kalau sepi seperti sekarang, tentu sangat terasa bagi mereka,” katanya.

Penyebab Penurunan Kunjungan Belum Bisa Dipastikan

Meski melihat adanya penurunan aktivitas wisatawan, Wasman tidak ingin menyimpulkan secara sepihak mengenai penyebab kondisi tersebut.Ia menyebut kondisi ekonomi masyarakat dan daya beli dapat saja menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata. Namun, menurutnya, hal tersebut masih membutuhkan kajian maupun data yang lebih jelas.

“Kalau penyebab pastinya saya tidak bisa memastikan. Bisa saja ada pengaruh kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat, tetapi itu perlu dilihat lebih jauh,” jelasnya.

Menurutnya, perlu ada evaluasi yang dilakukan oleh pihak terkait untuk mengetahui apakah penurunan kunjungan hanya bersifat sementara atau merupakan kondisi yang terjadi dalam periode lebih panjang.

Data jumlah kunjungan wisatawan pada periode yang sama juga dinilai penting untuk melihat seberapa besar sebenarnya penurunan yang terjadi dibandingkan periode sebelumnya.

Harapan Pedagang

Di tengah kondisi tersebut, para pedagang berharap kunjungan wisatawan ke Pantai Sayang Heulang dapat kembali meningkat.

Mereka berharap pemerintah daerah maupun pengelola destinasi dapat terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga daya tarik wisata Garut Selatan.

Promosi destinasi, peningkatan kenyamanan wisatawan, kebersihan kawasan, fasilitas pendukung serta pengelolaan kawasan wisata yang baik dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga minat masyarakat untuk datang.

Bagi pedagang, meningkatnya kunjungan wisatawan berarti terbukanya kembali peluang untuk mendapatkan penghasilan.

“Harapannya tentu kembali ramai. Pedagang ingin berjualan dengan kondisi normal lagi. Kalau pengunjung banyak, ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” kata Wasman.

Perlu Perhatian Bersama

Kondisi Pantai Sayang Heulang yang disebut relatif lengang selama beberapa pekan terakhir menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat Garut Selatan.

Pariwisata memiliki hubungan erat dengan kehidupan ekonomi masyarakat sekitar. Karena itu, ketika terjadi perubahan tingkat kunjungan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengelola destinasi, tetapi juga masyarakat yang menjalankan usaha secara langsung maupun tidak langsung.

Wasman berharap kondisi tersebut dapat segera membaik dan tidak berlangsung dalam waktu yang panjang.

Menurutnya, masyarakat sekitar pada dasarnya memiliki harapan yang sama, yakni kawasan wisata kembali hidup, wisatawan merasa nyaman berkunjung dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“Yang penting bagaimana wisatawan kembali datang. Kami tentu berharap Sayang Heulang kembali ramai, sehingga pedagang dan masyarakat sekitar bisa kembali merasakan manfaat dari sektor pariwisata,” pungkasnya.

Sementara itu, untuk memastikan penyebab penurunan kunjungan serta mengetahui kondisi sebenarnya berdasarkan data, diperlukan keterangan dari pihak pengelola destinasi dan instansi terkait mengenai jumlah wisatawan, tren kunjungan serta langkah yang disiapkan untuk mendorong kembali pertumbuhan pariwisata di kawasan Garut Selatan.

Dengan demikian, keluhan para pedagang dapat menjadi bahan evaluasi bersama, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pengelolaan destinasi wisata agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.

(Wawan Sutiawan)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *