BERITA TEKNOLOGI

View All

LIFESTYLE

View All

Technique Offers Hope for Cystic Fibrosis Treatment

What's the problem? Early morning coffee is also known to interfere with your natural morning cortisol production and stress your adrenal glands if consumed in excess. Cortisol continues to diminish after peaking at 8:30 a.m.…

Virtual Reality Theme Park Offers Immersive Adventures

You'll be able to detect if you're not feeling well. It's possible that you're simply "off." You could notice that you're weary, that your digestive system isn't working as effectively as it should, and that…

How Work From Home Spurred Employee To Move Around The World

Moving closer to family  For decades, working parents — and mothers in particular — have been calling for more flexibility to juggle their personal and professional responsibilities. Finally, a global pandemic forced many employers to…

OTOMOTIVE

View All

TNI – POLRI

View All

KESEHATAN

View All

Pesona Tak Pernah Pudar, TWA Gunung Papandayan Jadi Magnet Wisatawan: Aminta Kaban Ungkap Rahasianya

Loading

Pesona Tak Pernah Pudar, TWA Gunung Papandayan Jadi Magnet Wisatawan: Aminta Kaban Ungkap Rahasianya

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Keindahan alam Gunung Papandayan seolah tak pernah kehilangan daya tariknya. Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) yang berada di Kecamatan Cisurupan ini terus menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan dari berbagai daerah. Dalam berbagai momentum, jumlah kunjungan tercatat stabil tinggi bahkan cenderung meningkat, menegaskan posisi Papandayan sebagai salah satu ikon wisata alam paling diminati di Jawa Barat.

Gunung dengan ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut ini menawarkan lanskap yang lengkap dan memikat. Mulai dari kawah aktif, hutan eksotis, padang edelweiss, hingga jalur pendakian yang ramah bagi pemula, semuanya menyatu dalam satu kawasan yang mudah diakses.

Salah satu spot yang tak pernah sepi pengunjung adalah Kawah Ratu. Kawah ini menyuguhkan pemandangan dramatis berupa semburan uap panas dari perut bumi, menciptakan nuansa khas pegunungan vulkanik yang unik. Tak heran jika lokasi ini menjadi favorit wisatawan untuk mengabadikan momen.

Tak kalah menarik, Hutan Mati Papandayan juga menjadi ikon yang selalu memikat perhatian. Sisa letusan besar tahun 1772 ini menghadirkan lanskap pohon-pohon kering tanpa daun yang memberikan kesan artistik sekaligus magis, menjadikannya surga bagi para fotografer dan pecinta alam.

Selain keindahan visual, Papandayan juga menawarkan pengalaman wisata yang beragam. Jalur trekking yang relatif landai memungkinkan berbagai kalangan menikmati perjalanan tanpa harus memiliki kemampuan mendaki tingkat tinggi. Sepanjang jalur, pengunjung disuguhi panorama lembah hijau yang menenangkan serta hamparan bunga edelweiss yang tumbuh alami.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana lebih lama, tersedia area camping yang luas dan strategis. Saat malam tiba, udara sejuk pegunungan berpadu dengan langit penuh bintang, menciptakan pengalaman yang sulit dilupakan. Ditambah lagi dengan keberadaan sumber air panas alami yang bisa dimanfaatkan untuk relaksasi setelah aktivitas hiking.

Manajer Pelaksana Harian TWA Gunung Papandayan yang dikelola oleh PT Alam Indah Lestari (AIL) Aminta Kaban, mengungkapkan bahwa tingginya minat wisatawan tidak lepas dari keunggulan Papandayan yang dinilai lengkap dan mudah dijangkau.

“Gunung Papandayan ini punya keunggulan yang tidak dimiliki semua destinasi. Aksesnya mudah, jalurnya ramah untuk pemula, tapi tetap menyajikan panorama yang luar biasa. Itu yang membuat pengunjung terus datang,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu (03/05/2026).

Menurutnya, lonjakan pengunjung tidak hanya terjadi saat libur panjang seperti Lebaran, tetapi juga tetap ramai pada akhir pekan bahkan hari biasa. Hal ini menunjukkan bahwa Papandayan telah menjadi destinasi utama bagi masyarakat yang ingin menikmati wisata alam tanpa harus menempuh perjalanan ekstrem.

“Kalau musim liburan, pengunjung bisa mencapai sekitar dua ribu orang per hari. Tapi di luar itu pun tetap ramai. Banyak yang datang hanya untuk hiking singkat atau sekadar menikmati suasana,” jelasnya.

Ia juga menyoroti perubahan tren wisatawan dalam beberapa waktu terakhir. Jika sebelumnya aktivitas berkemah lebih dominan, kini wisatawan cenderung memilih hiking sebagai aktivitas utama.

“Sekarang ini tren-nya lebih ke hiking. Orang datang pagi, menikmati jalur, foto-foto, lalu kembali di hari yang sama. Untuk camping masih ada, tapi tidak sebanyak dulu,” tambahnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa wisata berbasis pengalaman singkat namun berkualitas semakin diminati, terutama oleh masyarakat perkotaan yang memiliki keterbatasan waktu.

Salah satu pengunjung asal Garut, Sugiana, mengaku selalu menemukan pengalaman baru setiap kali berkunjung ke Papandayan.

“Tidak pernah bosan ke sini. Pemandangannya selalu indah, udaranya segar, dan banyak spot menarik. Hutan Mati itu yang paling khas, apalagi kalau cuaca cerah,” tuturnya.

Dengan tingginya angka kunjungan, pengelola terus berupaya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan wisata dan kelestarian alam. Edukasi kepada pengunjung untuk menjaga kebersihan, tidak merusak tanaman, serta mematuhi aturan kawasan konservasi terus digencarkan.

Kini, Gunung Papandayan bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga simbol kekayaan alam Garut yang harus dijaga bersama. Dengan pesona yang tak pernah pudar, aksesibilitas yang mudah, serta pengalaman wisata yang lengkap, Papandayan diyakini akan terus menjadi primadona wisata alam di Jawa Barat sekaligus kebanggaan masyarakat Garut di tingkat nasional. (*)

TRIBUNPRIBUMI.com

Sat Narkoba Polres Garut Bekuk Pengedar Sabu, Satu Pelaku Lain Masih Buron

Loading

Sat Narkoba Polres Garut Bekuk Pengedar Sabu, Satu Pelaku Lain Masih Buron

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Satuan Reserse Narkoba (Sat Narkoba) Polres Garut kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Garut.

Kasat Narkoba Polres Garut AKP Usep Sudirman mengatakan dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pelaku berinisial EW (32), warga Tarogong Kidul. Sabtu (02/05/2026).

Penangkapan dilakukan di Jalan Pembangunan, Kampung Karangmulya RT 001 RW 002, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti narkotika yang diduga jenis sabu dengan total berat bruto 25,65 gram dan berat netto 21,69 gram.

Adapun barang bukti yang diamankan antara lain satu paket sabu dalam plastik klip bening, satu paket sabu yang dibungkus tisu dan dilapisi lakban merah bertuliskan “Fragile”, serta 10 paket sabu dengan kemasan serupa. Selain itu, ditemukan pula 20 paket sabu lainnya yang dibungkus tisu dan dilapisi lakban warna cokelat.

Petugas juga mengamankan sejumlah barang penunjang lainnya berupa satu pack plastik klip bening, lakban merah merk “Fragile”, lakban warna cokelat, satu unit timbangan digital warna silver, satu kantong plastik hitam, serta satu unit handphone merk OPPO yang diduga digunakan untuk aktivitas peredaran narkotika.

Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa narkotika jenis sabu yang dikuasai oleh pelaku EW merupakan berasal seseorang berinisial IK yang saat ini masih dalam pengejaran petugas (DPO). Pelaku mengaku mendapatkan barang tersebut dengan cara sistem “tempel” di wilayah sekitar Kecamatan Tarogong Kidul.

Adapun maksud dan tujuan pelaku memiliki narkotika tersebut adalah untuk dijual kembali atau diedarkan di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Polres Garut menegaskan akan terus memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya serta mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam memberikan informasi terkait penyalahgunaan narkoba. (DIX)

TRIBUNPRIBUMI.com

Patroli Sat Samapta Polres Garut Amankan 3 Pemuda Konsumsi Miras

Loading

Patroli Sat Samapta Polres Garut Amankan 3 Pemuda Konsumsi Miras

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif Patroli Satuan Samapta Polres Garut melaksanakan kegiatan patroli pada Sabtu dini hari (02/05/2026).

Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan sekitar pukul 01.06 WIB di wilayah Jalan Ibrahim Adjie, Tarogong Kaler Kabupaten Garut.

Patroli ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat terutama selama momentum May Day.

Dalam pelaksanaannya, petugas mendapati tiga orang pemuda yang tengah mengonsumsi minuman keras di lokasi tersebut. Ketiganya kemudian diamankan dan diberikan pembinaan oleh petugas guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas.

Adapun identitas ketiga pemuda tersebut berinisial AS (24), warga Samarang, IS (21), warga Pasirwangi, serta AS (23), warga Tarogong Kidul.

Selain melakukan penindakan, patroli ini juga bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat sekitar, khususnya pada waktu rawan di malam hingga dini hari.

Polres Garut melalui Sat Samapta menegaskan akan terus meningkatkan kegiatan patroli secara rutin, terutama pada momen-momen penting, guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Kabupaten Garut. (*)

TRIBUNPRIBUMI.com

Polres Garut Kawal Aksi May Day Secara Humanis, Ratusan Buruh Sampaikan Aspirasi

Loading

Polres Garut Kawal Aksi May Day Secara Humanis, Ratusan Buruh Sampaikan Aspirasi

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Garut berlangsung aman dan tertib pada hari ini.

Jajaran Polres Garut yang dipimpin langsung oleh Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto melaksanakan pengamanan kegiatan yang dipusatkan di kawasan Simpang Lima Garut dengan pendekatan humanis.

Sejak pagi hari, ratusan massa buruh mulai berkumpul di lokasi untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Garut turut menunjukkan kepedulian dengan membagikan bantuan sembako kepada para buruh, serta menyediakan snack dan air minum bagi peserta aksi.

“Kami dari Polres Garut berkomitmen melaksanakan pengamanan kegiatan Hari Buruh ini secara humanis dan profesional. Kehadiran kami adalah untuk memastikan seluruh rangkaian aksi berjalan aman, tertib, dan kondusif, sekaligus memberikan ruang bagi para buruh untuk menyampaikan aspirasi secara damai.” kata AKBP Yugi, Jum’at, (01/05/2026).

Setelah menyampaikan aspirasi di Simpang Lima, massa aksi kemudian bergerak menuju Lapang Setda Garut untuk melaksanakan audiensi.

Kegiatan audiensi tersebut diterima langsung oleh Bupati Garut, Dandim 0611 Garut, dan Kapolres Garut.

Pengamanan yang dilakukan oleh jajaran kepolisian berlangsung secara humanis dan persuasif, sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan kondusif.

Kehadiran aparat keamanan yang mengedepankan pendekatan dialogis turut menciptakan suasana yang aman, sekaligus memberikan ruang bagi para buruh untuk menyampaikan aspirasi mereka secara damai. (DIX)