Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Cahaya Obor Sambut Tahun Baru Islam, Putri Indriyani: Momentum Mempererat Persaudaraan dan Menebar Kebaikan

Loading

Tangerang,TRIBUNPRIBUMI.com – Semarak perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah terasa begitu kental di berbagai wilayah Kota Tangerang. Ribuan warga tumpah ruah ke jalan-jalan lingkungan untuk mengikuti pawai obor yang telah menjadi tradisi tahunan dalam menyambut datangnya tahun baru dalam kalender Hijriah.

Sejak selepas Salat Isya, masyarakat mulai berkumpul di titik-titik yang telah ditentukan panitia. Anak-anak mengenakan pakaian muslim terbaik mereka, para remaja membawa obor yang telah dipersiapkan sejak sore hari, sementara para orang tua mendampingi sambil menjaga ketertiban jalannya kegiatan.

Gemerlap cahaya obor yang menyala di sepanjang jalan menciptakan suasana yang berbeda. Cahaya-cahaya kecil tersebut seolah menjadi simbol semangat hijrah, harapan baru, dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang baru.

Pawai obor tidak hanya menjadi ajang seremonial tahunan, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial antarwarga. Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi yang sering kali membuat interaksi sosial berkurang, kegiatan seperti ini justru menjadi ruang kebersamaan yang sangat berarti.

Salah seorang warga Kota Tangerang, Putri Indriyani, mengaku sangat bersyukur tradisi pawai obor masih terus dilaksanakan dan mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat.

Menurut Putri, kegiatan tersebut memiliki nilai religius dan sosial yang sangat tinggi karena mampu menyatukan berbagai kalangan masyarakat dalam satu semangat kebersamaan.

“Alhamdulillah, saya sangat senang melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar dalam menyambut Tahun Baru Islam. Pawai obor bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi bentuk syiar Islam yang mengajarkan nilai persaudaraan, kebersamaan, dan rasa syukur kepada Allah SWT,” ujar Putri saat di wawancarai awak media di acara tersebut,Senin malam (15/06/2026).

Ia menilai bahwa peringatan Tahun Baru Islam seharusnya tidak hanya dipahami sebagai pergantian tahun semata, melainkan momentum untuk melakukan introspeksi diri. Semangat hijrah yang dicontohkan Rasulullah SAW, kata Putri, harus menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk terus memperbaiki diri dalam kehidupan sehari-hari.

“Makna hijrah itu sangat luas. Bukan hanya berpindah tempat, tetapi bagaimana kita berusaha berubah dari hal-hal yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih dekat kepada Allah SWT,” katanya.

Putri juga mengapresiasi keterlibatan generasi muda yang terlihat sangat aktif dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan anak-anak dan remaja dalam pawai obor menjadi langkah positif dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini.

Ia menambahkan bahwa di tengah berbagai tantangan zaman, generasi muda membutuhkan ruang-ruang positif yang mampu membangun karakter, memperkuat akhlak, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap tradisi keislaman.

“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk anak-anak. Mereka tidak hanya berkumpul dan bermain, tetapi juga belajar tentang sejarah Islam, memahami makna Tahun Baru Hijriah, serta belajar hidup bermasyarakat dengan penuh kebersamaan,” ungkapnya.

Di sejumlah wilayah Kota Tangerang, pawai obor juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan keagamaan lainnya seperti pembacaan doa bersama, santunan anak yatim, pengajian, tausiyah, hingga pertunjukan seni islami. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan.

Warga yang menyaksikan dari pinggir jalan tampak antusias memberikan dukungan. Tidak sedikit yang mengabadikan momen tersebut melalui kamera telepon genggam mereka. Senyum bahagia terlihat dari wajah para peserta yang berjalan beriringan sambil melantunkan shalawat dan takbir.

Menurut Putri, semangat kebersamaan yang tercipta dalam pawai obor merupakan modal sosial yang sangat penting bagi masyarakat. Ia berharap tradisi tersebut dapat terus dilestarikan dan dikembangkan setiap tahunnya.

“Kita harus menjaga tradisi yang baik seperti ini. Selain memperkuat ukhuwah Islamiyah, kegiatan ini juga mempererat hubungan antarwarga. Semoga ke depan semakin banyak masyarakat yang terlibat dan semakin meriah, tetapi tetap menjaga nilai-nilai religius yang menjadi tujuan utamanya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Putri berharap Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dapat membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Kota Tangerang. Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum pergantian tahun Hijriah sebagai titik awal untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

“Semoga di tahun yang baru ini kita diberikan kesehatan, keberkahan, rezeki yang halal dan melimpah, serta dijauhkan dari segala musibah. Mari kita jadikan semangat hijrah sebagai semangat untuk terus berbuat baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Perayaan Tahun Baru Islam melalui pawai obor di Kota Tangerang sekali lagi membuktikan bahwa nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap syiar Islam masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. 

Cahaya obor yang menerangi malam tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat keimanan, dan menatap masa depan dengan penuh harapan. (ENY)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *