Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Kerja Keras Tanpa Batas Wujudkan Situ Bagendit yang Nyaman, Indah dan Tertata Rapi, Kepala UPT Wawan Kulnaedin Pimpin Giat Bersih-Bersih Pulau Emen di Jalan Perindustrian

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Semangat menjaga kebersihan dan keindahan kawasan wisata terus ditunjukkan jajaran UPT Objek Pariwisata Situ Bagendit. Di bawah kepemimpinan Kepala UPT Objek Pariwisata Situ Bagendit, Wawan Kulnaedin, S.E., berbagai upaya pembenahan lingkungan dilakukan secara berkelanjutan guna mewujudkan kawasan wisata yang nyaman, indah, aman, dan tertata rapi bagi para pengunjung.

Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui kegiatan bersih-bersih yang dilaksanakan di kawasan Pulau Emen dan Jalan Perindustrian, dua lokasi yang menjadi bagian penting dari kawasan wisata Situ Bagendit. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh jajaran petugas UPT yang secara gotong royong membersihkan lingkungan, memangkas rumput liar, mengangkut sampah, serta melakukan penataan sejumlah titik yang membutuhkan perhatian.

Kepala UPT Objek Pariwisata Situ Bagendit, Wawan Kulnaedin, S.E., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program rutin pemeliharaan kawasan wisata yang terus dilakukan tanpa mengenal waktu. Menurutnya, kebersihan dan keindahan lingkungan merupakan faktor utama dalam menciptakan kenyamanan bagi wisatawan.

“Alhamdulillah hari ini kami kembali melaksanakan kegiatan bersih-bersih di kawasan Pulau Emen di Jalan Perindustrian. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga dan merawat Situ Bagendit agar tetap menjadi destinasi wisata yang bersih, indah, nyaman dan tertata dengan baik,” ujarnya saat dihubungi awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya, Selasa (16/06/2026).

Ia menjelaskan bahwa kawasan Situ Bagendit merupakan salah satu objek wisata unggulan Kabupaten Garut yang memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pariwisata daerah. Oleh karena itu, seluruh elemen pengelola memiliki kewajiban untuk terus menjaga kualitas lingkungan agar tetap menarik bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Menurut Wawan, keindahan alam yang dimiliki Situ Bagendit harus diimbangi dengan pengelolaan yang baik. Sebagus apa pun panorama yang dimiliki suatu destinasi wisata, jika kebersihannya tidak terjaga maka daya tariknya akan berkurang. Karena itu, pihaknya terus mengedepankan kerja nyata di lapangan melalui kegiatan pemeliharaan yang dilakukan secara konsisten.

“Kami tidak ingin hanya mengandalkan keindahan alam yang sudah ada. Kebersihan, kerapihan, dan kenyamanan lingkungan harus menjadi prioritas utama. Pengunjung yang datang harus merasakan suasana yang bersih dan menyenangkan sehingga mereka memiliki kesan positif terhadap Situ Bagendit,” katanya.

Pulau Emen sendiri menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu titik favorit wisatawan karena menawarkan pemandangan yang indah dan suasana yang sejuk. Tidak sedikit pengunjung yang memanfaatkan lokasi tersebut untuk bersantai bersama keluarga maupun menikmati keindahan alam Situ Bagendit.

Oleh sebab itu, kondisi kebersihan di kawasan Pulau Emen harus selalu terjaga. Dalam kegiatan tersebut, petugas membersihkan sampah-sampah yang terbawa angin maupun yang ditinggalkan pengunjung, membersihkan area sekitar jalur pejalan kaki, serta merapikan vegetasi yang dinilai mengganggu keindahan kawasan.

Selain Pulau Emen, kegiatan juga difokuskan di sepanjang Jalan Perindustrian yang menjadi salah satu akses penting menuju kawasan wisata. Jalan yang bersih dan tertata dinilai akan memberikan kesan positif bagi wisatawan sejak pertama kali memasuki kawasan Situ Bagendit.

Wawan menegaskan bahwa kegiatan kebersihan bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan di kawasan wisata. Ia berharap seluruh petugas dapat terus menjaga semangat kebersamaan dan rasa memiliki terhadap Situ Bagendit sebagai aset wisata kebanggaan masyarakat Garut.

“Kerja keras ini kami lakukan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan wisatawan. Kami ingin Situ Bagendit terus berkembang menjadi destinasi wisata yang bersih, nyaman dan menjadi kebanggaan Kabupaten Garut,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pengunjung untuk turut berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta memanfaatkan fasilitas tempat sampah yang telah disediakan. 

Menurutnya,keberhasilan menjaga kebersihan kawasan wisata tidak hanya bergantung kepada petugas, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kesadaran dari seluruh pengunjung.

“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga Situ Bagendit. Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian yang tinggi, kawasan wisata ini akan tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” ungkapnya.

Dedikasi dan kerja keras yang ditunjukkan Wawan Kulnaedin bersama jajaran UPT Objek Pariwisata Situ Bagendit mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Upaya yang dilakukan secara konsisten dinilai sebagai bentuk pengabdian nyata dalam menjaga kelestarian dan kualitas destinasi wisata daerah.

Di tengah berbagai tantangan pengelolaan kawasan wisata, semangat kerja tanpa batas yang ditunjukkan jajaran UPT menjadi bukti bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi melalui tindakan nyata di lapangan. 

Dengan terus melakukan pembenahan dan pemeliharaan lingkungan, Situ Bagendit diharapkan semakin berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.

Melalui kerja keras, dedikasi, dan semangat gotong royong yang terus dijaga, Situ Bagendit kini semakin menunjukkan wajahnya sebagai kawasan wisata yang bersih, asri, nyaman, dan tertata rapi. Sebuah komitmen yang terus dijaga oleh Kepala UPT Objek Pariwisata Situ Bagendit, Wawan Kulnaedin, S.E., bersama seluruh jajarannya demi kemajuan pariwisata di Kabupaten Garut, Jawa Barat. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *