![]()
Pandeglang,TRIBUNPRIBUMI.com – Harapan agar lima jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, dapat ditemukan dalam keadaan selamat terus disampaikan pihak keluarga.Keluarga para jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya telah mendatangi Posko SAR di kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang,Provinsi Banten.
Kedatangan keluarga tersebut menjadi bagian dari upaya memantau langsung perkembangan operasi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan.Di lokasi posko, sejumlah personel dan peralatan pencarian telah disiagakan. Petugas dari Basarnas, Polri, serta relawan terlihat berada di Pos SAR Nasional. Kendaraan operasional, kapal, perahu karet hingga ambulans juga telah tersedia untuk mendukung proses pencarian.
Situasi tersebut menggambarkan besarnya upaya yang dilakukan untuk menemukan para jurnalis yang sebelumnya berangkat ke kawasan Selat Sunda untuk menjalankan tugas jurnalistik.Salah satu keluarga jurnalis yang hilang, Ari Basuki, yakni Lintang, datang ke posko untuk menunggu perkembangan informasi mengenai keberadaan Ari dan rombongan.
Sementara, Lintang mengatakan dirinya bersama Ari diketahui tinggal di Bogor. Sebelum keberangkatan menuju kawasan Selat Sunda, Ari disebut telah berpamitan kepada keluarga. Menurut Lintang, komunikasi terakhir Ari dengan keluarganya terjadi pada Senin (07/09/2026). Dalam komunikasi tersebut, Ari masih sempat menanyakan kondisi anaknya.
“Terakhir itu dengan anaknya sekitar pukul 13.43 WIB. Itu terakhir, nanyain ke anaknya,” kata Lintang.
Setelah komunikasi tersebut, keluarga tidak lagi memperoleh kabar mengenai keberadaan Ari. Kondisi inilah yang kemudian membuat keluarga menaruh harapan besar kepada tim SAR yang saat ini masih melakukan pencarian di perairan Selat Sunda.
Lintang menyebut Ari sebelumnya telah menyampaikan rencana untuk menuju kawasan Selat Sunda guna melihat Gunung Anak Krakatau,saat ini keluarga memilih menunggu perkembangan pencarian sembari berharap seluruh rombongan yang hilang dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
“Ya, semoga begitu. Semoga dalam keadaan selamat,” ungkap Lintang.
Operasi SAR Terus Diperluas
Di tengah penantian keluarga, tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di kawasan perairan sekitar Gunung Anak Krakatau,pencarian dilakukan untuk menemukan lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak bersama tiga korban lainnya. Selain keberadaan korban, petugas juga berupaya menemukan speedboat yang sebelumnya digunakan rombongan.
Pada pencarian hari pertama, tim SAR telah menyisir sejumlah wilayah perairan hingga kawasan sekitar Pulau Krakatau dan Pulau Panjang.Namun, dalam penyisiran tersebut belum ditemukan tanda-tanda yang dapat memastikan keberadaan rombongan maupun speedboat yang digunakan.
Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, mengatakan pencarian masih terus dilakukan dengan menyisir sejumlah sektor yang telah ditentukan.
“Pada pencarian hari pertama, tim SAR telah menyisir sejumlah perairan hingga sekitar Pulau Krakatau dan Pulau Panjang. Namun, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan rombongan maupun speedboat yang digunakan,” ujar Rizky, Rabu (09/09/2026).
Tim SAR gabungan kemudian memperkuat operasi pencarian dengan mengerahkan lima kapal untuk menyisir wilayah perairan Selat Sunda.
Lima armada tersebut terdiri atas KN SAR Tetuka, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, KAL Anyer, dan KP Sanjaya 7016 milik Polairud Mabes Polri. Pengerahan sejumlah kapal tersebut, dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian di tengah kondisi perairan Selat Sunda yang menjadi lokasi operasi.
Area Pencarian Mencapai 271 Nautical Mile
Berdasarkan rencana operasi SAR atau SARMEP, wilayah pencarian dibagi menjadi beberapa sektor. Total area pencarian yang menjadi sasaran operasi mencapai sekitar 271 nautical mile (NM).Pembagian sektor juga dilakukan agar penyisiran dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan setiap armada memiliki wilayah operasi masing-masing.
KN SAR Tetuka dan KAL Anyer ditugaskan melakukan penyisiran pada sektor yang telah ditentukan. Sementara itu, RIB 02 Banten difokuskan melakukan pencarian di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
RIB 02 Lampung serta KP Sanjaya 7016 juga dilibatkan dalam operasi penyisiran untuk memperluas cakupan pencarian.Dengan pengerahan lima kapal tersebut, tim SAR berharap titik keberadaan rombongan dapat segera ditemukan.
Meski pencarian belum membuahkan hasil pada tahap awal, operasi tetap dilanjutkan dengan menyisir wilayah yang dianggap memiliki kemungkinan berkaitan dengan keberadaan korban.
Keluarga Menunggu Kabar
Bagi keluarga, setiap perkembangan dari tim SAR menjadi informasi yang sangat dinantikan. Keluarga berharap proses pencarian tidak hanya mampu menemukan keberadaan para jurnalis, tetapi juga memastikan kondisi mereka.Harapan itu menjadi semakin kuat karena para jurnalis tersebut diketahui berada di kawasan Selat Sunda dalam rangka menjalankan tugas peliputan.
Kehadiran keluarga di Posko SAR juga menunjukkan bahwa pencarian tersebut bukan sekadar operasi kemanusiaan, tetapi menyangkut keselamatan para pekerja media yang sedang menjalankan tugas di lapangan.
Di sisi lain,keluarga pun terus memberikan dukungan kepada tim SAR agar pencarian dapat dilakukan secara maksimal.
Hingga Rabu (09/09/2026), operasi pencarian masih berlangsung. Tim SAR gabungan terus menyisir perairan Selat Sunda dengan mengerahkan armada yang telah disiapkan.
Sementara keluarga para korban masih menunggu dengan penuh harap di tengah ketidakpastian mengenai keberadaan mereka.
Satu harapan yang terus disampaikan keluarga adalah agar lima jurnalis dan tiga korban lainnya dapat segera ditemukan.
“Semoga dalam keadaan selamat,” menjadi harapan yang terus menggema di tengah proses pencarian yang masih berlangsung.
Operasi SAR pun masih menjadi tumpuan utama untuk mengungkap keberadaan rombongan tersebut sekaligus membawa kabar yang ditunggu-tunggu keluarga. (TIN)













Leave a Reply