![]()
Bandung,TRIBUNPRIBUMI.com – Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat M. Teguh Darmawan melakukan kunjungan kerja ke dua satuan kerja kejaksaan, yakni Kejaksaan Negeri Cimahi dan Kejaksaan Negeri Kota Bandung, Selasa (08/09/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Dalam kegiatan itu, Kajati melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi kantor dan sejumlah sarana prasarana pendukung, sekaligus berdialog dengan jajaran pegawai mengenai pelaksanaan tugas dan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pimpinan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat untuk memastikan jajaran di tingkat kejaksaan negeri tetap bergerak dalam koridor profesionalisme, integritas, disiplin serta pelayanan hukum yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Kajati Jabar didampingi Wakajati Jabar Dr. Desy Meutia Firdaus, Asisten Intelijen Donny Haryono Setyawan, S.H., M.H., Asisten Tindak Pidana Khusus Agung Arifianto, S.H., M.H., serta Kepala Bagian Tata Usaha.
Cek Sarana dan Pengelolaan Barang Bukti
Salah satu bagian yang mendapat perhatian Kajati adalah kondisi sarana prasarana di lingkungan kejaksaan, termasuk ruang barang bukti.Peninjauan tersebut sekaligus melihat bagaimana manajemen perawatan terhadap barang bukti yang berada dalam penguasaan kejaksaan.
Pengelolaan barang bukti menjadi salah satu bagian penting dalam proses penegakan hukum. Karena itu, keberadaan ruang penyimpanan yang memadai dan tata kelola yang baik diperlukan untuk menjaga keamanan serta kondisi barang bukti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kajati tidak hanya melihat kondisi fasilitas secara langsung, tetapi juga menggunakan kunjungan tersebut sebagai kesempatan untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan tugas di masing-masing satuan kerja.
Teguh: Jaga Nama Baik dan Marwah Institusi
Usai melakukan peninjauan, Kajati Jabar bertatap muka langsung dengan para pegawai di aula masing-masing Kejaksaan Negeri.Dalam arahannya, M. Teguh Darmawan memberikan penekanan mengenai pentingnya menjaga nama baik dan marwah institusi Kejaksaan.
Sebagai insan Adhyaksa, seluruh pegawai diminta menjalankan tugas secara profesional, berintegritas dan disiplin.
Setiap aparatur juga dituntut memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing sehingga pelaksanaan pekerjaan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian administrasi, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas pelayanan hukum.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah tuntutan masyarakat yang semakin besar terhadap lembaga penegak hukum.Kinerja aparat penegak hukum kini tidak hanya dinilai dari seberapa banyak perkara yang ditangani, tetapi juga dari bagaimana proses tersebut dilaksanakan secara transparan, profesional, berkeadilan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dorong Penegakan Hukum yang Memberikan Manfaat
Dalam kesempatan tersebut, Kajati juga mendorong seluruh jajaran agar terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelaksanaan tugas.Profesionalisme dan responsivitas menjadi dua hal yang ditekankan agar Kejaksaan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Setiap bidang di lingkungan kejaksaan diharapkan dapat mengoptimalkan tugas dan fungsi masing-masing,untuk bidang penanganan perkara, salah satu perhatian yang disampaikan adalah pentingnya mengedepankan pendekatan restorative justice dalam penyelesaian perkara sepanjang memenuhi persyaratan dan ketentuan hukum yang berlaku.
Pendekatan tersebut menempatkan pemulihan sebagai salah satu pertimbangan penting dalam penyelesaian perkara tertentu, tanpa mengabaikan ketentuan hukum yang berlaku.
Di sisi lain, Kajati juga menekankan pentingnya kualitas dalam pemberian legal opinion.Pendapat hukum yang diberikan harus memiliki dasar hukum yang kuat sekaligus mampu menjadi solusi atas persoalan hukum yang dihadapi.
Tidak kalah penting, kualitas pelayanan hukum dan pelaksanaan penegakan hukum juga harus terus ditingkatkan.
Buka Ruang Dialog dengan Pegawai
Salah satu bagian menarik dalam kunjungan tersebut adalah dialog langsung Kajati dengan para pegawai.Dialog dilakukan untuk mendengarkan berbagai masukan sekaligus mengetahui kendala yang dihadapi jajaran dalam melaksanakan tugas.Melalui komunikasi secara langsung tersebut, berbagai persoalan di lapangan dapat disampaikan kepada pimpinan sehingga diharapkan dapat dicarikan solusi secara bersama-sama.
Langkah ini juga menunjukkan pentingnya komunikasi internal dalam membangun organisasi yang sehat.Sebab, peningkatan kinerja tidak hanya ditentukan oleh arahan pimpinan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh jajaran dan keberanian menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan tugas.
Integritas Jadi Fondasi Kepercayaan Publik
Kunjungan Kajati Jabar ke Kejari Cimahi dan Kejari Kota Bandung pada akhirnya kembali menempatkan persoalan integritas sebagai salah satu fondasi utama institusi penegak hukum.Kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan sangat berkaitan dengan bagaimana setiap aparatur menjalankan kewenangannya.
Profesionalitas tanpa integritas akan kehilangan makna. Begitu pula integritas harus diwujudkan melalui kedisiplinan dan kinerja yang dapat dirasakan masyarakat.
Karena itu, pesan Kajati agar seluruh insan Adhyaksa menjaga nama baik dan marwah institusi menjadi bagian penting dari pembinaan internal tersebut.
Jajaran Kejaksaan juga dituntut tidak berhenti pada rutinitas pekerjaan, tetapi terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar kualitas pelayanan semakin baik.
Pada akhirnya, keberhasilan institusi penegak hukum bukan hanya diukur dari kemampuan menyelesaikan perkara, tetapi juga dari kemampuan memberikan kepastian hukum, rasa keadilan serta pelayanan yang profesional kepada masyarakat.
Kajati Berharap Kinerja Terus Ditingkatkan
Melalui kunjungan kerja dan dialog tersebut, Kajati Jabar berharap seluruh pegawai terus meningkatkan kinerja, menjaga integritas dan kehormatan institusi.Setiap tugas dan tanggung jawab harus dilaksanakan dengan penuh dedikasi. Kejaksaan, sebagai salah satu institusi penegak hukum, diharapkan mampu terus membangun kepercayaan masyarakat melalui kinerja yang profesional, berkeadilan dan berintegritas.
Kunjungan kerja ke Kejari Cimahi dan Kejari Kota Bandung tersebut dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pembinaan internal Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, sarana pendukung, tata kelola pelaksanaan tugas, serta orientasi pelayanan hukum yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan penguatan tersebut, jajaran Kejaksaan di Jawa Barat diharapkan mampu menjalankan tugas dan kewenangannya secara optimal sekaligus mempertahankan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. (*)












Leave a Reply