![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Di balik ramainya arus kendaraan di Jalan Raya Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terdapat kisah inspiratif seorang pemuda bernama Rizal Muslim (25). Sejak masih duduk di bangku sekolah dan berusia sekitar 12 tahun, Rizal telah terbiasa bekerja sebagai tukang tambal ban demi membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Kini, di usianya yang menginjak 25 tahun, Rizal tetap setia menjalani profesi tersebut. Bengkel tambal ban sederhana yang berada di pinggir Jalan Raya Samarang menjadi saksi perjuangannya selama bertahun-tahun dalam mencari nafkah dengan penuh kejujuran dan kerja keras.
Rizal mengaku, sejak kecil kondisi ekonomi keluarga membuatnya harus belajar mandiri. Di saat anak-anak seusianya lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain, ia justru mengisi hari-harinya dengan membantu memperbaiki ban kendaraan milik pelanggan.
“Sejak umur 12 tahun saya sudah ikut bekerja. Awalnya hanya membantu, lama-kelamaan belajar sendiri sampai bisa menambal ban. Dari pekerjaan ini saya ikut membantu kebutuhan keluarga,” ujar Rizal saat ditemui di tempat kerjanya, Jum’at (17/07/2026).
Menurutnya, menjadi tukang tambal ban bukan pekerjaan yang mudah. Ia harus siap melayani pelanggan sejak pagi hingga malam hari. Ketika musim hujan tiba, pekerjaannya semakin berat karena banyak pengendara mengalami ban bocor di tengah perjalanan.
Meski demikian, Rizal tidak pernah mengeluh. Baginya, pekerjaan yang dilakukan dengan jujur jauh lebih mulia dibandingkan harus mencari penghasilan dengan cara yang melanggar hukum.
Setiap hari, Rizal melayani berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga mobil. Selain menambal ban, ia juga membantu mengisi angin, mengganti ban dalam, serta memberikan pelayanan ringan kepada para pengendara yang mengalami kendala di perjalanan.
Warga sekitar mengenal Rizal sebagai sosok yang ramah, tekun, dan bertanggung jawab. Sikap rendah hati yang dimilikinya membuat banyak pelanggan menjadi langganan tetap.
Perjalanan hidup Rizal menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk menyerah.
Dengan semangat pantang menyerah, ia mampu bertahan dan terus bekerja demi menghidupi keluarganya.
Kisah Rizal juga menjadi inspirasi bagi generasi muda agar tidak malu bekerja. Menurutnya, setiap pekerjaan yang dilakukan secara halal memiliki nilai kehormatan.
“Yang penting bekerja dengan jujur. Rezeki memang harus diperjuangkan. Saya berharap usaha ini terus berjalan dan bisa memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga,” tuturnya.
Semangat hidup yang ditunjukkan Rizal Muslim mencerminkan nilai-nilai kerja keras, tanggung jawab, dan ketekunan. Di tengah berbagai tantangan kehidupan, ia membuktikan bahwa kesuksesan dapat diraih melalui usaha yang konsisten dan tidak mengenal kata menyerah.
Kisah perjuangan Rizal menjadi pengingat bahwa di balik sebuah bengkel tambal ban sederhana di pinggir Jalan Raya Samarang, tersimpan cerita tentang pengorbanan seorang anak yang sejak usia belia rela memikul tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga demi masa depan yang lebih baik. (Panji)












Leave a Reply