Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

‎Koordinasi Pembangunan Jembatan Penghubung Nambo–Tlajung Udik, Warga dan Pelaksana Proyek Sepakati Jaga Kondusivitas

Loading

‎Bogor,TRIBUNPRIBUMI.com – Pemerintah Desa Nambo bersama pelaksana proyek pembangunan jembatan jalan provinsi menggelar rapat koordinasi dengan masyarakat yang berada di wilayah perbatasan Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, dan Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,Jumat (0/06/2026).

‎Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Nambo tersebut dihadiri Kepala Desa Nambo, Forkopincam Klapanunggal, Maman selaku manager pelaksana proyek dari PT. Tri Manunggal Karya. unsur Pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat, Ketua RT/RW, Perwakilan Pelaksana Proyek, Dishub serta warga dari kedua desa yang akan terdampak langsung oleh pembangunan jembatan penghubung antarwilayah tersebut.

‎Rapat koordinasi digelar sebagai langkah awal untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara pihak pelaksana proyek dengan masyarakat, sehingga proses pembangunan dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat maksimal bagi warga.

‎Selain menyampaikan informasi mengenai tahapan pekerjaan dan jadwal pelaksanaan, pihak pelaksana juga memaparkan berbagai potensi dampak selama proses pembangunan berlangsung, termasuk pengaturan akses masyarakat di sekitar lokasi proyek.

‎Maman selaku Manager Pelaksana proyek dari PT. Tri Manunggal Karya, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan proyek strategis yang telah lama dinantikan masyarakat. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di sepanjang jalur jalan provinsi tersebut.

‎”Pembangunan jembatan ini memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Karena itu kami berharap seluruh pihak dapat mendukung pelaksanaannya dengan tetap menjaga keamanan dan kondusivitas lingkungan selama proses pekerjaan berlangsung,” ujar Maman.

‎Ia juga menjelaskan bahwa selama proses pembangunan berlangsung, pihaknya akan menyiapkan jalur sementara yang dapat digunakan pejalan kaki untuk tetap melintas antara Desa Nambo dan Desa Tlajung Udik, sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan meski akses utama sedang dalam tahap pengerjaan.

‎Dalam pemaparannya, Maman turut menjelaskan rencana teknis pembangunan yang mencakup tahap persiapan, pengerjaan pondasi, konstruksi utama hingga proses penyelesaian akhir.

‎Suasana rapat berlangsung interaktif. Warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi, pertanyaan, serta masukan terkait pelaksanaan proyek, khususnya mengenai keselamatan pengguna jalan, akses sementara bagi masyarakat, serta dampak pembangunan terhadap aktivitas sehari-hari.

‎Sejumlah warga berharap pihak pelaksana dapat memasang rambu-rambu peringatan di sekitar lokasi proyek dan terus melakukan sosialisasi apabila terdapat perubahan jadwal pekerjaan maupun penutupan akses sementara.

‎Menanggapi hal tersebut, pihak pelaksana proyek menyatakan komitmennya untuk melaksanakan pekerjaan sesuai standar teknis yang berlaku dengan mengedepankan aspek keselamatan masyarakat dan lingkungan sekitar.

‎Selain itu, koordinasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga akan terus dilakukan guna mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin muncul selama proses pembangunan berlangsung.

‎Melalui rapat koordinasi ini, seluruh pihak sepakat untuk menjaga komunikasi yang baik serta mendukung suksesnya pembangunan jembatan sebagai sarana vital yang akan memperkuat konektivitas antara Desa Nambo dan Desa Tlajung Udik.

‎Diharapkan proyek pembangunan jembatan tersebut dapat selesai tepat waktu sehingga segera dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sosial, ekonomi, maupun pelayanan publik di kedua wilayah.(RQ)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *