![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Semangat gotong royong sebagai warisan budaya bangsa Indonesia terus dipelihara oleh Pemerintah Desa Cimanganteun, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Hal itu diwujudkan melalui kegiatan bersih-bersih lingkungan yang melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari Ketua RT, Ketua RW, lembaga kemasyarakatan desa, tokoh masyarakat, pemuda hingga warga dari berbagai wilayah di Desa Cimanganteun.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini berlangsung penuh antusiasme. Sejak pagi hari, masyarakat telah berkumpul membawa berbagai peralatan kebersihan untuk membersihkan jalan desa, saluran drainase, selokan, area fasilitas umum, serta memangkas rumput liar yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan kebersihan lingkungan.
Sekretaris Desa Cimanganteun, Yanto Sopian, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun kesadaran masyarakat agar semakin peduli terhadap lingkungan sekaligus mempererat rasa persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Hari ini kami melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Ketua RT, Ketua RW, pemerintah desa, tokoh masyarakat, para pemuda, dan seluruh masyarakat. Gotong royong yang kami lakukan hari ini menjadi cermin budaya kebersamaan demi kemajuan daerah,” ujar Yanto Sopian saat di wawancarai awak media di ruang kerjanya,Kamis (23/07/2026).
Menurutnya, budaya gotong royong merupakan salah satu kekuatan terbesar masyarakat Indonesia yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, nilai-nilai kebersamaan tidak boleh luntur karena menjadi modal sosial yang sangat penting dalam mendukung pembangunan desa.
Ia menuturkan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya berbagai infrastruktur, tetapi juga ditentukan oleh tingkat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan sesama.
“Pembangunan akan berjalan lebih baik apabila masyarakat memiliki rasa memiliki terhadap desanya. Ketika seluruh warga ikut menjaga kebersihan, menjaga ketertiban, serta saling membantu, maka desa akan berkembang menjadi lingkungan yang sehat, nyaman, aman, dan harmonis,” katanya.
Dalam pelaksanaan kerja bakti tersebut, masyarakat bersama-sama membersihkan tumpukan sampah, mengangkat endapan tanah yang menyumbat saluran air, merapikan bahu jalan, serta membersihkan area sekitar fasilitas umum agar tetap bersih dan nyaman digunakan masyarakat.
Kegiatan tersebut juga menjadi langkah antisipasi menghadapi musim penghujan. Saluran air yang bersih diharapkan mampu memperlancar aliran air sehingga dapat meminimalisasi terjadinya genangan maupun banjir di lingkungan permukiman warga.
Yanto menjelaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan masyarakat. Lingkungan yang bersih akan mengurangi risiko munculnya berbagai penyakit yang disebabkan oleh sampah maupun genangan air, seperti demam berdarah, diare, dan penyakit berbasis lingkungan lainnya.
“Melalui kegiatan seperti ini kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, tetapi merupakan kewajiban seluruh masyarakat. Jika lingkungan bersih, masyarakat akan hidup lebih sehat dan nyaman,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh Ketua RT dan Ketua RW yang selama ini aktif menggerakkan warganya untuk ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Menurutnya, peran para Ketua RT dan RW sangat strategis karena menjadi ujung tombak pemerintah desa dalam membangun komunikasi dengan masyarakat. Kolaborasi yang baik antara pemerintah desa dan perangkat kewilayahan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kekompakan warga.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh Ketua RT, Ketua RW, tokoh masyarakat, para pemuda, ibu-ibu, dan seluruh warga Desa Cimanganteun yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya demi terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. Semangat seperti ini harus terus kita pertahankan,” ujarnya.
Selain menjaga kebersihan, kegiatan gotong royong juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga. Di tengah kesibukan masing-masing, kerja bakti memberikan ruang bagi masyarakat untuk saling berinteraksi, berdiskusi, dan memperkuat rasa persatuan.
Yanto berharap budaya gotong royong yang selama ini telah menjadi identitas masyarakat Desa Cimanganteun dapat terus diwariskan kepada generasi muda. Menurutnya, nilai kebersamaan merupakan aset sosial yang sangat berharga dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.
“Generasi muda harus menjadi pelopor dalam menjaga kebersihan lingkungan dan melestarikan budaya gotong royong. Jangan sampai budaya yang menjadi jati diri bangsa ini hilang karena perkembangan zaman. Justru kita harus menjadikannya sebagai kekuatan dalam membangun desa yang lebih maju,” katanya.
Pemerintah Desa Cimanganteun berkomitmen untuk terus menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai bagian dari pembangunan berbasis pemberdayaan. Kegiatan bersih-bersih lingkungan akan terus dilaksanakan secara rutin agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan semakin meningkat.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, Pemerintah Desa Cimanganteun optimistis mampu mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, indah, dan nyaman, sekaligus memperkuat persatuan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Kegiatan gotong royong tersebut menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, Ketua RT, Ketua RW, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menciptakan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga Desa Cimanganteun diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus menjaga budaya gotong royong sebagai kekuatan dalam membangun daerah menuju masa depan yang lebih baik. (YSF)













Leave a Reply