Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Dinkes Garut Perluas Akses Layanan Kesehatan Ibu dan Bayi, Alat USG Portabel Jadi Senjata Baru Tekan Risiko Kematian Maternal dan Neonatal

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat berbagai langkah strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Salah satu terobosan yang kini menjadi perhatian adalah pemanfaatan alat kesehatan portabel yang dapat mendukung proses deteksi dini terhadap berbagai risiko kehamilan.

Bantuan alat kesehatan portabel yang berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) BCA dan PLN tersebut mulai dioptimalkan untuk mendukung pelayanan kesehatan ibu dan bayi di wilayah Kabupaten Garut. Untuk tahap awal, alat tersebut dialokasikan ke wilayah Kecamatan Cisompet dan Kecamatan Cikelet sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan hingga ke tingkat masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Hj. Leli Yuliani, M.M., mengatakan bahwa keberadaan alat kesehatan portabel menjadi langkah penting dalam mempercepat proses pemeriksaan kesehatan ibu hamil, khususnya dalam mendeteksi kondisi yang berpotensi menimbulkan komplikasi.

Menurutnya, teknologi kesehatan tidak hanya dibutuhkan di rumah sakit besar, tetapi juga harus dapat menjangkau fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas dan pelayanan kesehatan yang berada di wilayah pelosok.

“Untuk sementara bantuan alat ini kami berikan ke wilayah Kecamatan Cisompet dan Cikelet. Mudah-mudahan kalau nanti ada bantuan lagi bisa kami alokasikan juga ke wilayah lain yang ada di Kabupaten Garut,” ujar dr. Leli saat diwawancarai awak media melalui sambungan WhatsApp, Selasa (21/07/2026).

Ia menjelaskan, alat kesehatan portabel memiliki peran besar dalam membantu tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan lebih cepat terhadap kondisi ibu dan janin.

Dengan dukungan teknologi tersebut, tenaga medis dapat memperoleh gambaran lebih jelas mengenai kondisi kesehatan ibu hamil, mulai dari tekanan darah, kondisi pembuluh darah, hingga perkembangan bayi dalam kandungan.

“Nanti terlihat tensi pembuluh darahnya, bagaimana kondisi ibunya, baik itu tekanan darahnya maupun kondisi bayinya. Mudah-mudahan dengan adanya alat ini, angka kematian ibu dan bayi bisa terus ditekan melalui penanganan yang cepat dan optimal,” jelasnya.

Deteksi Dini Jadi Kunci Pencegahan Komplikasi

Dinas Kesehatan Kabupaten Garut menilai bahwa persoalan kesehatan ibu dan bayi harus ditangani melalui langkah pencegahan yang kuat. Deteksi dini menjadi salah satu kunci utama untuk mengetahui adanya risiko sejak awal sehingga tenaga kesehatan dapat mengambil tindakan sesuai standar pelayanan medis.

Berbagai kondisi seperti hipertensi pada ibu hamil, preeklamsia, gangguan pertumbuhan janin, maupun komplikasi lainnya membutuhkan pemantauan secara berkala.

Dengan pemeriksaan yang lebih cepat, potensi risiko dapat diketahui sebelum berkembang menjadi kondisi yang membahayakan keselamatan ibu maupun bayi.

Selama ini, tantangan pelayanan kesehatan di sejumlah wilayah tidak hanya berkaitan dengan tenaga medis, tetapi juga akses terhadap sarana pemeriksaan yang memadai. Oleh karena itu, kehadiran alat kesehatan portabel dinilai mampu menjadi solusi dalam memperluas jangkauan pelayanan.

Tenaga kesehatan di lapangan dapat melakukan pemeriksaan lebih dekat dengan masyarakat sehingga ibu hamil tidak selalu harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan pemeriksaan tertentu.

Perkuat Peran Puskesmas dan Tenaga Kesehatan Desa

Selain pengadaan alat kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut juga terus memperkuat peran puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

Puskesmas diharapkan tidak hanya memberikan pelayanan pengobatan, tetapi juga aktif melakukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi, pendampingan ibu hamil, serta pemantauan kesehatan bayi.

Kolaborasi antara dokter, bidan, perawat, kader kesehatan, hingga pemerintah desa terus dilakukan agar setiap ibu hamil mendapatkan perhatian sejak masa awal kehamilan.

Menurut Dinkes Garut, keberhasilan menurunkan angka kematian ibu dan bayi tidak dapat dilakukan hanya oleh satu pihak. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat.

Kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin juga menjadi faktor penting dalam memastikan kondisi ibu dan bayi selalu terpantau.

Transformasi Pelayanan Kesehatan Berbasis Teknologi

Pemanfaatan alat kesehatan modern merupakan bagian dari transformasi pelayanan kesehatan yang terus dikembangkan Pemerintah Kabupaten Garut.

Di tengah perkembangan teknologi medis, fasilitas kesehatan dituntut mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, akurat, dan mudah dijangkau masyarakat.

Dinkes Garut terus mendorong peningkatan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memanfaatkan teknologi kesehatan secara maksimal.

Dengan kemampuan tenaga medis yang semakin baik serta dukungan fasilitas yang memadai, pelayanan kesehatan diharapkan semakin berkualitas.

Kehadiran alat kesehatan portabel juga menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan terus bergerak menuju sistem yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Harapan Perluasan Bantuan ke Seluruh Wilayah Garut

Kabupaten Garut memiliki wilayah yang luas dengan karakter geografis yang beragam. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan pelayanan kesehatan yang merata.

Karena itu, Dinas Kesehatan berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan lembaga sosial, dapat terus berlanjut agar semakin banyak fasilitas kesehatan yang mendapatkan bantuan peralatan pendukung.

Jika bantuan alat kesehatan kembali tersedia, Dinkes Garut berencana mengalokasikan ke wilayah lain yang membutuhkan.

Hal tersebut dilakukan agar manfaat teknologi kesehatan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Kabupaten Garut.

“Harapannya ke depan pelayanan kesehatan ibu dan bayi semakin baik. Dengan fasilitas yang mendukung, tenaga kesehatan dapat bekerja lebih maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata dr. Leli.

Melalui berbagai langkah penguatan pelayanan, Pemerintah Kabupaten Garut optimistis upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

Penguatan sarana kesehatan, peningkatan kompetensi tenaga medis, serta pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, tepat, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Garut. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *