![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman kebakaran di Kabupaten Garut, Jawa Barat, mulai diperkuat melalui keterlibatan generasi muda.Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) bersama Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Garut secara resmi membentuk Satuan Karya (Saka) Yudha Brama.
Pembentukan satuan karya tersebut ditandai dengan pelantikan jajaran Majelis Pembimbing Satuan Karya (Mabisaka) dan Pimpinan Satuan Karya (Pinsaka) oleh Bupati Garut selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Garut, Abdusy Syakur Amin.
Kegiatan pelantikan berlangsung di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Senin (14/09/2026).Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko,S.H.,M.H. dilantik sebagai Ketua Mabisaka Yudha Brama bersama jajaran pengurus lainnya.
Pembentukan Saka Yudha Brama dinilai memiliki arti strategis karena menempatkan generasi muda sebagai salah satu bagian dari upaya membangun budaya keselamatan di tengah masyarakat.
Bukan hanya sekadar kegiatan kepramukaan, Saka Yudha Brama diarahkan menjadi wadah pendidikan dan pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pandega agar memiliki pengetahuan dasar mengenai pencegahan kebakaran, kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, pertolongan pertama, hingga penyelamatan.
Generasi Muda Tidak Hanya Menjadi Penonton
Kepala Disdamkarmat Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, menjelaskan bahwa anggota Saka Yudha Brama nantinya akan mendapatkan pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman praktis yang berkaitan dengan penanggulangan kebakaran dan kondisi darurat.
“Saka Yudha Brama dirancang untuk membekali para anggota Pramuka dengan pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman praktis di bidang penanggulangan kebakaran dan penanganan situasi darurat,” ujar Eko.
Menurutnya, pendidikan tersebut penting agar generasi muda tidak hanya mengetahui bahaya kebakaran secara teori, tetapi juga memahami langkah-langkah pencegahan serta tindakan awal yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat.Terlebih, kebakaran bukan hanya berkaitan dengan kerugian materi, tetapi juga dapat mengancam keselamatan jiwa masyarakat.
Karena itu, peningkatan pengetahuan mengenai pencegahan menjadi bagian yang tidak kalah penting dibandingkan penanganan ketika kebakaran sudah terjadi.
Kondisi tersebut menjadi semakin relevan dengan perkembangan kejadian kebakaran di Kabupaten Garut sepanjang 2026. Data Pemkab Garut yang dipublikasikan pada Agustus 2026 menunjukkan jumlah kejadian kebakaran telah meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Situasi itu menunjukkan bahwa penanggulangan kebakaran tidak semata-mata menjadi tanggung jawab petugas pemadam kebakaran, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.
Tiga Krida Menjadi Dasar Pembinaan
Dalam pelaksanaannya, Saka Yudha Brama akan mengembangkan pembinaan melalui tiga bidang keterampilan utama atau krida.
Ketiganya yakni Krida Pencegahan Kebakaran, Krida Pemadaman Kebakaran, dan Krida Penyelamatan atau Rescue.
Krida Pencegahan Kebakaran akan diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada anggota mengenai berbagai potensi penyebab kebakaran serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko.
Sementara Krida Pemadaman Kebakaran memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai penanganan kebakaran dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan.
Adapun Krida Penyelamatan atau Rescue diarahkan untuk membangun kemampuan dasar dalam menghadapi situasi darurat dan membantu proses penyelamatan dengan prosedur yang tepat.Namun, seluruh pembinaan tersebut tetap memiliki batas kewenangan yang jelas.
Eko menegaskan bahwa keberadaan Saka Yudha Brama bukan untuk menggantikan tugas maupun kewenangan petugas pemadam kebakaran profesional.
“Seluruh kegiatan teknis di lapangan nantinya tetap berjalan di bawah koordinasi serta pengawasan ketat petugas profesional,” tegasnya.
Bukan Pengganti Petugas Damkar
Penegasan tersebut menjadi penting agar keberadaan Saka Yudha Brama tidak dipahami secara keliru.
Anggota Pramuka yang tergabung dalam Saka Yudha Brama memang akan mendapatkan keterampilan dasar terkait kebakaran dan penyelamatan. Namun, penanganan teknis dalam situasi kebakaran tetap menjadi kewenangan petugas profesional yang memiliki kompetensi dan peralatan sesuai standar.
Dengan demikian, posisi Saka Yudha Brama lebih diarahkan sebagai kekuatan pendukung dalam aspek edukasi, pencegahan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Pola tersebut juga dapat menjadi jembatan antara pemerintah daerah dengan masyarakat, terutama dalam membangun kesadaran sejak usia muda.
Sinergi Disdamkarmat dan Kwarcab Garut
Pembentukan Saka Yudha Brama merupakan bentuk kolaborasi antara Disdamkarmat dan Kwarcab Garut.Dalam kolaborasi tersebut, Disdamkarmat memiliki peran memberikan pembinaan dan pengetahuan teknis terkait pencegahan kebakaran, pemadaman, serta penyelamatan.
Sementara Kwarcab Garut memiliki peran dalam aspek pembinaan kepramukaan dan pengembangan karakter peserta didik.
Sinergi tersebut diharapkan dapat menghasilkan generasi muda yang tidak hanya memiliki jiwa disiplin, kepedulian sosial dan semangat gotong royong, tetapi juga memiliki pengetahuan mengenai keselamatan.
Terlebih, tugas pemadam kebakaran saat ini tidak hanya sebatas memadamkan api.
Petugas juga berhadapan dengan berbagai situasi penyelamatan dan kondisi darurat yang membutuhkan kecepatan, ketepatan serta kemampuan mengambil keputusan.
Disdamkarmat Garut sendiri sebelumnya mendapatkan apresiasi atas capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) suburusan kebakaran Tahun 2025 dengan nilai 100 persen dan kategori Tuntas Paripurna, Pemkab Garut menyebut capaian tersebut merupakan bagian dari kinerja pelayanan kepada masyarakat.
Setelah Pelantikan, Program Kerja Mulai Disiapkan
Pasca pelantikan, pengurus Saka Yudha Brama akan melakukan sejumlah langkah lanjutan.Di antaranya rekrutmen anggota, penyusunan program kerja, pendidikan dan pelatihan secara berkala, hingga pelaksanaan kegiatan edukasi kepada masyarakat.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial pelantikan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui pembinaan yang berkelanjutan.
Keberadaan Saka Yudha Brama juga dapat menjadi ruang bagi Pramuka Penegak dan Pandega untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai persoalan keselamatan yang ada di lingkungan masyarakat. Edukasi dapat dilakukan melalui lingkungan sekolah, kegiatan kepramukaan, komunitas, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
Membangun Budaya Sadar Kebakaran
Pada akhirnya, keberhasilan pencegahan kebakaran tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat petugas datang ketika api sudah membesar.
Pencegahan sejak awal, kewaspadaan masyarakat, pengetahuan mengenai potensi bahaya, serta kemampuan melakukan tindakan awal yang tepat merupakan bagian penting dalam mengurangi risiko.Karena itu, keterlibatan generasi muda melalui Saka Yudha Brama diharapkan dapat menjadi investasi sosial jangka panjang bagi Kabupaten Garut.
Pramuka tidak hanya didorong untuk memiliki semangat kedisiplinan dan kepedulian sosial, tetapi juga mempunyai kemampuan praktis yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan terbentuknya Saka Yudha Brama, Pemerintah Kabupaten Garut bersama Kwarcab Garut kini memiliki ruang baru untuk mempertemukan pendidikan kepramukaan dengan edukasi keselamatan masyarakat.
Tantangannya adalah memastikan wadah tersebut tidak berhenti pada nama dan struktur kepengurusan, melainkan benar-benar aktif menjalankan pendidikan, pelatihan dan sosialisasi secara konsisten.
Jika pembinaan berjalan berkelanjutan dan tetap berada dalam koordinasi petugas profesional, Saka Yudha Brama berpotensi menjadi salah satu kekuatan edukatif dalam membangun masyarakat Garut yang lebih sadar terhadap risiko kebakaran dan keadaan darurat. (DIX)













Leave a Reply