![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Setiap orang memiliki perjalanan hidup dan keterampilan yang berbeda. Ada yang diperoleh melalui pendidikan formal, pelatihan, pengalaman bekerja, dan ada pula keterampilan yang tumbuh dari lingkungan keluarga serta diwariskan dari orang tua.
Hal tersebut pula yang menjadi bagian dari perjalanan Cucu SR (44), warga Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang selama kurang lebih satu dekade menekuni keahlian memijat.
Cucu diketahui mulai menekuni aktivitas memijat sejak sekitar tahun 2016. Artinya, hingga saat ini perjalanan tersebut telah berlangsung kurang lebih sepuluh tahun. Selama kurun waktu itu, kemampuan yang dimilikinya terus dijalani dan dipertahankan sebagai salah satu keterampilan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Menariknya, kemampuan tersebut bukan muncul begitu saja. Ada cerita keluarga di balik keterampilan yang selama bertahun-tahun ditekuni Cucu.Menurut Cucu, kemampuan memijat yang dimilikinya merupakan keterampilan yang berkaitan dengan sang bapak.
Bahkan ketika menjelaskan mengenai nama “SR” yang digunakan dalam penyebutan dirinya, Cucu dengan sederhana mengatakan bahwa SR merupakan nama bapaknya.
“Sr itu kan nama bapak saya,” ujar Cucu saat di wawancarai awak media di rumahnya Kampung Giriawas,RT 03 RW 05, Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (12/09/2026).
Pernyataan sederhana tersebut menjadi bagian dari cerita mengenai asal-usul keterampilan yang dimilikinya. Bagi Cucu, keahlian memijat memiliki hubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari keluarga.
Berawal dari Keluarga
Keterampilan yang diwariskan orang tua sering kali tidak tertulis dalam buku atau diperoleh melalui pendidikan formal. Pengetahuan tersebut dapat diturunkan melalui pengamatan, praktik, pengalaman, dan kebiasaan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Begitu pula dengan kemampuan memijat yang ditekuni Cucu.Sejak sekitar 2016, Cucu mulai menjalani aktivitas tersebut dengan lebih serius. Tahun demi tahun dilalui hingga keterampilan tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Kurang lebih sepuluh tahun tentu bukan waktu yang sebentar. Dalam rentang tersebut, seseorang dapat memperoleh berbagai pengalaman, belajar memahami kebutuhan orang yang datang, serta semakin mengenal keterampilan yang dijalaninya.
Cucu pun terus menekuni keahlian tersebut hingga sekarang.Bagi masyarakat, keterampilan memijat masih menjadi salah satu layanan yang dibutuhkan. Terlebih ketika seseorang mengalami rasa pegal atau kelelahan setelah menjalani aktivitas sehari-hari.
Namun bagi Cucu, kemampuan tersebut mempunyai nilai yang lebih dari sekadar aktivitas. Ada unsur keluarga yang menjadi bagian dari perjalanan keterampilannya.
Warisan dari sang bapak menjadi salah satu alasan mengapa keterampilan tersebut terus dipelihara.
Sepuluh Tahun Menjaga Keterampilan
Mempertahankan sebuah keterampilan selama satu dekade bukan perkara mudah. Diperlukan ketekunan, pengalaman, dan kemauan untuk terus menjalani aktivitas tersebut.Sejak 2016, Cucu memilih untuk tetap menekuni bidang pijat. Pengalaman yang diperolehnya selama bertahun-tahun menjadi bagian dari proses pembelajaran yang terus berlangsung.
Keterampilan yang berasal dari keluarga kemudian berkembang melalui pengalaman langsung.Dalam menjalankan aktivitasnya, Cucu tentu bertemu dengan masyarakat dengan berbagai latar belakang dan kebutuhan. Setiap pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang membuatnya semakin mengenal bidang yang ditekuninya.
Bagi sebagian orang, kemampuan seperti memijat mungkin terlihat sederhana. Namun ketika dilakukan selama bertahun-tahun, keterampilan tersebut membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian.Karena itu, pengalaman sekitar satu dekade menjadi perjalanan tersendiri bagi Cucu.
Nama Bapak Menjadi Bagian dari Cerita
Ada hal menarik dari cerita Cucu, yakni penjelasan mengenai “SR”.Ketika menyebut nama tersebut, Cucu menjelaskan bahwa SR merupakan nama bapaknya.
“Sr itu kan nama bapak saya,” kata Cucu.
Penjelasan tersebut memperlihatkan adanya hubungan emosional antara keterampilan yang dimiliki dengan sosok orang tua. Nama sang bapak menjadi bagian dari identitas cerita mengenai bagaimana keterampilan tersebut diwariskan.
Warisan keterampilan dari orang tua kepada anak memang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak dahulu. Dalam banyak keluarga, pengetahuan dan keahlian tertentu diteruskan tanpa melalui proses pendidikan formal, begitu pula dengan keterampilan memijat.
Apa yang diketahui orang tua kemudian diperkenalkan kepada anak. Setelah itu, anak mengembangkan kemampuan tersebut melalui pengalaman dan praktik.
Bagian dari Kehidupan Masyarakat
Giriawas, Kecamatan Cikajang, merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Garut yang dikenal dengan kehidupan masyarakat yang masih erat dengan lingkungan sosial dan kekeluargaan.Di tengah masyarakat, keberadaan orang-orang yang mempunyai keterampilan tertentu masih memiliki peranan tersendiri.
Cucu menjadi salah satu warga yang mempertahankan keterampilan memijat tersebut. Selama sekitar sepuluh tahun, ia menjalani aktivitas tersebut dengan bekal keterampilan yang berkaitan dengan keluarganya.
Perjalanan tersebut juga menjadi gambaran bahwa keterampilan tradisional masih dapat bertahan di tengah perkembangan zaman.
Teknologi dan berbagai perubahan sosial memang terus berkembang. Namun sejumlah keterampilan yang diwariskan melalui keluarga tetap dipertahankan karena masih dibutuhkan oleh masyarakat.
Tidak Sekadar Pekerjaan
Bagi Cucu, keahlian memijat dapat dipandang sebagai bagian dari keterampilan yang dimiliki. Namun cerita di baliknya memperlihatkan adanya nilai keluarga yang tidak kalah penting.
Keterampilan tersebut berawal dari lingkungan keluarga dan kemudian ditekuni selama bertahun-tahun.Sejak 2016 hingga sekarang, Cucu masih mempertahankan aktivitas tersebut.
Pengalaman satu dekade menjadi modal yang membuat dirinya semakin memahami keterampilan yang dijalaninya. Proses panjang tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keterampilan yang diwariskan orang tua dapat tetap hidup ketika generasi berikutnya bersedia mempelajari dan menjalaninya.
Warisan yang Tetap Dijaga
Cerita Cucu SR merupakan cerita sederhana dari seorang warga di wilayah Cikajang. Namun di balik kesederhanaan tersebut terdapat pesan mengenai pentingnya menjaga keterampilan yang diwariskan keluarga.
Tidak semua warisan berbentuk benda atau materi. Pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan juga dapat menjadi warisan yang bernilai. Bagi Cucu, kemampuan memijat yang berkaitan dengan sang bapak menjadi salah satu bagian perjalanan hidup yang terus dijalani hingga saat ini.
Sepuluh tahun sejak mulai menekuni keahlian tersebut pada 2016 menjadi bukti perjalanan yang cukup panjang.
Dari sebuah keterampilan keluarga, kemudian berkembang menjadi aktivitas yang dijalani secara konsisten.
Kisah Cucu juga menunjukkan bahwa masyarakat memiliki banyak cerita dan potensi yang terkadang tumbuh dari lingkungan keluarga sendiri. Keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun dapat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat apabila terus dipelajari dan dipertahankan.
Meski demikian, praktik pijat tetap perlu dilakukan secara hati-hati dan sesuai batas kemampuan. Untuk kondisi kesehatan tertentu, terutama apabila terdapat keluhan serius atau cedera, masyarakat tetap disarankan mendapatkan pemeriksaan dan penanganan dari tenaga kesehatan yang kompeten.
Dari Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, kisah Cucu SR menjadi gambaran tentang bagaimana sebuah keterampilan yang diwariskan sang bapak dapat terus bertahan selama bertahun-tahun.
Bukan hanya soal memijat, tetapi juga tentang pengalaman, ketekunan, hubungan keluarga, serta upaya menjaga sebuah keterampilan agar tidak hilang ditelan perubahan zaman. (*)














Leave a Reply