Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Balita 4 Tahun Tewas Tenggelam di Kali Sukatani, Warga Kumejing Berduka

Loading

Bekasi,TRIBUNPRIBUMI.com – Suasana duka menyelimuti warga Kampung Kumejing, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat setelah seorang balita perempuan berusia empat tahun meninggal dunia akibat tenggelam di aliran Kali Sukatani pada Rabu (10/06/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Peristiwa tragis tersebut terjadi ketika korban hendak buang air besar di pinggir kali. Karena usianya yang masih sangat kecil, korban saat itu diantar oleh kakaknya yang juga masih berusia anak-anak.

Menurut keterangan warga setempat, saat berada di dekat tepian kali yang licin dan berbatu, korban diduga terpeleset secara tiba-tiba hingga jatuh ke dalam aliran sungai. Arus air yang cukup deras membuat tubuh korban dengan cepat terbawa arus dan hilang dari pandangan.

Kakak korban yang panik langsung berlari memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga dan warga sekitar. Mendengar laporan itu, warga segera melakukan pencarian secara gotong royong dengan menyisir sepanjang aliran Kali Sukatani, mulai dari area hulu hingga hilir.

Proses pencarian berlangsung selama kurang lebih satu jam. Warga berjibaku menyusuri sungai dengan harapan korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Namun harapan tersebut pupus setelah korban berhasil ditemukan dalam kondisi kritis.

Korban kemudian segera dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Sukaindah untuk mendapatkan pertolongan medis. Sayangnya, upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil. Tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia akibat terlalu banyak menghirup air yang menyebabkan kekurangan oksigen.

Kabar meninggalnya balita tersebut sontak membuat keluarga dan warga sekitar terpukul. Tangis keluarga pecah saat mengetahui korban tidak dapat diselamatkan. Warga yang turut membantu pencarian pun mengaku sangat sedih atas musibah yang menimpa keluarga tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di dekat area berisiko seperti sungai, kali, dan saluran air. Anak-anak yang masih berusia dini sangat rentan mengalami kecelakaan apabila berada di lingkungan berbahaya tanpa pendampingan orang dewasa.

Selain itu, kondisi tepian sungai yang licin, berbatu, dan arus air yang tidak menentu menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan fatal. Oleh karena itu, kewaspadaan dan perhatian penuh dari orang tua maupun keluarga sangat diperlukan demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Hingga berita ini ditulis, keluarga korban masih dalam suasana berkabung. Warga sekitar terus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi musibah yang begitu berat ini. (Mardani Lubis)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *