![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Membangun tata kelola pemerintahan yang baik tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi maupun keberhasilan menjalankan program pembangunan. Lebih dari itu, keberhasilan sebuah pemerintahan di tingkat kelurahan juga sangat dipengaruhi oleh kualitas komunikasi, sinergi, serta hubungan harmonis yang terjalin antara aparatur pemerintah dengan masyarakat.
Semangat itulah yang terus dibangun di Kelurahan Sukamenteri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Di bawah kepemimpinan Lurah Sukamenteri, Wijiyono, S.E., M.Si., suasana kerja yang penuh keakraban, kekeluargaan, dan saling menghormati menjadi budaya organisasi yang terus dipertahankan.
Di sela-sela kesibukan melayani masyarakat, suasana Kantor Kelurahan Sukamenteri kerap diwarnai gelak canda dan tawa. Namun, suasana santai tersebut tidak mengurangi profesionalisme aparatur dalam menjalankan tugas. Sebaliknya, budaya kerja yang humanis justru menjadi energi positif dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurut Wijiyono, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan dengan hati yang tulus. Aparatur pemerintah dituntut tidak hanya menguasai aspek teknis administrasi, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang baik, memberikan kenyamanan, serta menunjukkan sikap ramah kepada setiap warga yang datang.
“Kami mengutamakan pelayanan prima kepada masyarakat. Humoris dan humanis menjadi bagian dari kinerja kami. Kami ingin masyarakat merasa nyaman ketika datang ke kantor kelurahan, sehingga segala kebutuhan administrasi maupun penyampaian aspirasi dapat dilakukan dengan suasana yang baik,” ujar Wijiyono saat di wawancarai awak media di ruang kerjanya, Jum’at (24/07/2026).
Ia menuturkan, pelayanan publik yang berkualitas bukan sekadar menyelesaikan dokumen administrasi secara cepat, melainkan juga menghadirkan pelayanan yang menghargai masyarakat sebagai mitra pemerintah.
Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk memperoleh pelayanan yang ramah, transparan, cepat, tepat, dan tanpa diskriminasi.
“Kami ingin membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang bersahabat. Senyum, salam, sapa, serta komunikasi yang santun merupakan bagian penting dari pelayanan publik. Hal-hal sederhana seperti itu mampu menciptakan hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat,” katanya.
Komunikasi Menjadi Kunci Sinergi
Wijiyono menilai komunikasi yang baik merupakan fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan di tingkat kelurahan. Dengan komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan dapat dibahas secara bersama-sama sehingga menghasilkan solusi yang tepat.
Menurutnya, koordinasi rutin dengan berbagai unsur masyarakat menjadi salah satu langkah untuk menjaga kekompakan dan memperkuat sinergi.
Ia menjelaskan, Kelurahan Sukamenteri senantiasa menjalin hubungan baik dengan Ketua RT, Ketua RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), PKK, Karang Taruna, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga berbagai elemen lainnya.
“Kami percaya pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama. Ketika komunikasi berjalan baik, koordinasi menjadi lebih mudah, program pemerintah dapat terlaksana dengan maksimal, dan setiap persoalan yang muncul bisa segera diselesaikan,” ungkapnya.
Membangun Budaya Kerja yang Positif
Di lingkungan Kelurahan Sukamenteri, budaya kerja dibangun melalui semangat saling menghormati, saling membantu, dan saling mendukung antarpegawai.
Wijiyono mengatakan, suasana kerja yang nyaman akan berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami ingin seluruh aparatur bekerja dengan penuh semangat. Hubungan antarpegawai harus harmonis sehingga pelayanan kepada masyarakat juga menjadi lebih maksimal. Lingkungan kerja yang positif akan menghasilkan pelayanan yang positif pula,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, serta profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas.
Menurutnya, sikap humanis bukan berarti mengurangi ketegasan dalam bekerja, melainkan menjadi pendekatan yang lebih bijaksana agar masyarakat merasa dihargai.
Mendorong Partisipasi Masyarakat
Selain memberikan pelayanan administrasi, Kelurahan Sukamenteri juga aktif mengajak masyarakat untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Mulai dari kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan, pembinaan kelembagaan masyarakat, pemberdayaan warga, hingga berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kepedulian sosial terus didorong melalui pendekatan kolaboratif.
Wijiyono meyakini keberhasilan pembangunan akan lebih mudah dicapai apabila masyarakat merasa memiliki program-program pemerintah.
“Partisipasi masyarakat merupakan kekuatan utama dalam pembangunan. Pemerintah hanya menjadi fasilitator, sedangkan keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kebersamaan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Pelayanan Publik yang Responsif
Dalam memberikan pelayanan administrasi, aparatur Kelurahan Sukamenteri terus berupaya memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan sesuai prosedur.
Setiap warga yang datang disambut dengan sikap ramah serta diberikan penjelasan secara terbuka mengenai berbagai persyaratan administrasi.
Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan hubungan yang lebih dekat antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintahan.
Wijiyono berharap budaya pelayanan yang humanis ini dapat terus dipertahankan sebagai identitas Kelurahan Sukamenteri.
“Kami ingin masyarakat datang ke kantor kelurahan bukan karena merasa terbebani, tetapi merasa nyaman. Ketika komunikasi terjalin baik, pelayanan menjadi lebih efektif, dan hubungan antara pemerintah dengan masyarakat akan semakin kuat,” tuturnya.
Menjadi Teladan Pelayanan di Garut Kota
Dengan semangat kebersamaan, komunikasi yang terbuka, sinergi lintas sektor, serta budaya kerja yang mengedepankan nilai-nilai humanis, Kelurahan Sukamenteri terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.
Di bawah kepemimpinan Wijiyono, S.E., M.Si., Kelurahan Sukamenteri tidak hanya berfokus pada penyelesaian urusan administrasi pemerintahan, tetapi juga membangun hubungan emosional yang positif dengan masyarakat.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjadi contoh bagi penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kelurahan lainnya, bahwa pelayanan publik yang profesional dapat berjalan beriringan dengan sikap ramah, penuh empati, dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
Dengan komunikasi yang erat, sinergi yang kuat, serta kebersamaan yang terus terjaga, Kelurahan Sukamenteri optimistis mampu mendukung terwujudnya pemerintahan yang bersih, responsif, akuntabel, dan semakin dipercaya oleh masyarakat sebagai mitra dalam membangun Kabupaten Garut yang lebih maju dan sejahtera. (DIX)












Leave a Reply