![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H 2026 M tidak semestinya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial keagamaan. Momentum kelahiran Rasulullah SAW hendaknya menjadi ruang bagi setiap umat Islam untuk melakukan muhasabah, introspeksi, sekaligus memperbaiki diri dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Garut, Jawa Barat. Komisi I dari Fraksi Partai Golkar, Fahad Fauzi, saat menyampaikan pandangannya mengenai makna penting peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Menurut Fahad, Maulid Nabi merupakan momentum untuk kembali mengingat keteladanan Rasulullah SAW dalam menjalankan kehidupan, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dalam membangun hubungan antarsesama manusia.
“Makna Maulid Nabi Muhammad SAW memberikan kita ruang untuk bermuhasabah, introspeksi dan memperbaiki diri,” ujar Fahad Fauzi saat di wawancarai awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya,Minggu (30/08/2026).
Ia menilai, kehidupan Rasulullah SAW sarat dengan nilai-nilai keteladanan yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam menjalankan amanah sebagai penyelenggara pemerintahan maupun sebagai anggota legislatif.
Menurutnya, sikap jujur, amanah, adil, rendah hati, sabar dan mengedepankan kepentingan masyarakat merupakan sebagian nilai yang dapat diteladani dari kehidupan Rasulullah SAW.
“Keteladanan Rasulullah bukan hanya untuk dikenang, tetapi bagaimana nilai-nilai tersebut bisa kita implementasikan dalam kehidupan kita,” katanya.
Fahad menambahkan, momentum Maulid Nabi juga menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki kekurangan. Karena itu, muhasabah menjadi bagian penting agar seseorang tidak hanya melihat kesalahan orang lain, tetapi juga mampu melihat dan mengevaluasi dirinya sendiri.
“Dengan muhasabah, kita bisa melihat kembali apa yang sudah kita lakukan, apa yang masih kurang, kemudian berusaha memperbaikinya,” ungkapnya.
Keteladanan Rasulullah dalam Kehidupan Bermasyarakat
Sebagai wakil rakyat, Fahad menilai nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sosial dan pemerintahan. Seorang pemimpin maupun wakil rakyat, kata dia, harus mampu menempatkan amanah masyarakat sebagai tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi dapat memberikan dampak nyata terhadap perubahan perilaku masyarakat.
“Jangan sampai Maulid hanya menjadi kegiatan rutin setiap tahun. Yang paling penting adalah bagaimana setelah Maulid ini kita menjadi pribadi yang lebih baik,” tegasnya.
Fahad juga mengajak masyarakat untuk menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam membangun kehidupan sosial yang lebih harmonis. Perbedaan pilihan, pandangan maupun latar belakang, menurutnya, jangan sampai menjadi alasan untuk memutus tali silaturahmi.
Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi, masyarakat dituntut semakin bijak dalam menyikapi berbagai persoalan. Nilai-nilai yang diwariskan Rasulullah SAW, seperti tabayun, kejujuran, kesabaran dan menjaga lisan, dinilai sangat penting untuk diterapkan.
“Sekarang kita hidup di tengah arus informasi yang sangat cepat. Maka keteladanan Rasulullah dalam menjaga perkataan, kejujuran dan menyikapi persoalan dengan bijak sangat penting untuk kita terapkan,” jelasnya.
Momentum Memperkuat Kepedulian terhadap Sesama
Lebih jauh, Fahad berharap semangat Maulid Nabi juga dapat mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, mencintai Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan memperbanyak ungkapan kecintaan secara lisan, tetapi juga harus diwujudkan melalui perilaku yang memberikan manfaat bagi orang lain.
“Kalau kita mengaku mencintai Rasulullah, maka salah satu bentuknya adalah berusaha mengikuti akhlak beliau. Peduli kepada sesama, membantu yang membutuhkan dan tidak menyakiti orang lain,” tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Garut untuk menjadikan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai titik awal melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
“Semoga dengan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kita semua diberikan kekuatan untuk terus melakukan introspeksi, memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan serta kepedulian kepada sesama,” pungkas Fahad Fauzi. (*)














Leave a Reply