![]()
Bekasi,TRIBUNPRIBUMI.com – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karanganyar periode 2026–2034, dinamika politik desa mulai terasa. Di tengah munculnya sejumlah nama bakal calon, sosok Nosar alias MDR atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sapaan Bang Bule dan julukan Mandor Bule, menjadi figur yang paling banyak diperbincangkan warga.
Bukan tanpa alasan, nama Mandor Bule kini dianggap sebagai simbol harapan baru bagi masyarakat Desa Karanganyar. Sosoknya yang dikenal dekat dengan rakyat, sederhana, serta aktif membantu warga membuat dukungan terhadap dirinya terus mengalir dari berbagai kalangan masyarakat.
Bagi warga Karanganyar, Mandor Bule bukan sekadar tokoh masyarakat biasa. Ia dikenal sebagai pribadi yang selama ini hadir di tengah masyarakat tanpa membedakan status sosial. Ketika ada warga mengalami kesulitan, persoalan sosial, hingga konflik di lingkungan masyarakat, Bang Bule disebut selalu sigap turun tangan membantu mencarikan solusi.
Kedekatannya dengan masyarakat tumbuh bukan karena kepentingan politik semata, melainkan melalui proses panjang pengabdian sosial yang sudah dijalaninya selama bertahun-tahun. Hal itulah yang membuat masyarakat mulai menaruh kepercayaan besar kepada sosok Mandor Bule untuk memimpin Desa Karanganyar ke arah yang lebih maju dan sejahtera.
“Beliau bukan tipe orang yang hanya datang saat butuh dukungan. Dari dulu juga sudah sering membantu warga, hadir dalam kegiatan sosial dan gotong royong. Makanya masyarakat percaya beliau memang punya niat tulus untuk membangun desa,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Karanganyar.
Nama Mandor Bule sendiri sudah cukup dikenal luas di lingkungan masyarakat Karanganyar. Sosok yang akrab disapa Bang Bule itu dikenal komunikatif, mudah bergaul, dan tidak segan mendengar langsung berbagai keluhan masyarakat.
Dalam berbagai kegiatan desa, ia kerap hadir memberikan pandangan, solusi, serta menjadi penengah ketika muncul persoalan di tengah warga. Bahkan banyak masyarakat menilai kepedulian sosial yang dimiliki Mandor Bule menjadi salah satu alasan utama mengapa dirinya layak maju dalam kontestasi Pilkades mendatang.
Dukungan masyarakat pun semakin menguat setelah sejumlah relawan dan tokoh warga menyatakan kesiapan mendukung Mandor Bule maju sebagai bakal calon Kepala Desa Karanganyar periode 2026–2034.
Warga berharap kehadiran sosok Mandor Bule mampu membawa perubahan nyata, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pembangunan infrastruktur, serta membuka peluang ekonomi bagi warga desa.
Dalam keterangannya kepada awak media, Mandor Bule menegaskan bahwa niatnya maju dalam Pilkades bukan untuk mencari kekuasaan ataupun kepentingan pribadi, melainkan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Bagi saya, jabatan kepala desa adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya ingin membangun desa bersama masyarakat, bukan hanya menjadi pemimpin di atas, tetapi hadir dan bekerja bersama rakyat,” ujar Bang Bule saat di wawancarai awak media,Jum’at (05/06/2026).
Ia juga menyampaikan bahwa Desa Karanganyar memiliki potensi besar yang harus dikembangkan secara serius, baik dari sisi sumber daya manusia, ekonomi masyarakat, maupun pembangunan wilayah.
Dalam visi dan misinya, Mandor Bule membawa sejumlah program prioritas yang dinilai menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas pendidikan agar generasi muda desa memiliki kemampuan dan daya saing yang lebih baik di masa depan.
Selain itu, ia juga berkomitmen mengembangkan ekonomi kreatif serta industri lokal guna membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Karanganyar. Menurutnya, persoalan ekonomi dan pengangguran harus menjadi perhatian serius pemerintah desa ke depan.
“Kalau ekonomi masyarakat kuat, maka kesejahteraan juga akan meningkat. Kita ingin anak-anak muda desa punya peluang usaha dan lapangan pekerjaan,” katanya.
Tak hanya fokus pada ekonomi, Mandor Bule juga menaruh perhatian besar terhadap pembangunan infrastruktur desa. Ia menilai pembangunan jalan lingkungan, drainase, fasilitas umum, hingga sarana pendukung masyarakat harus dilakukan secara merata dan berkeadilan.
Menurutnya, pembangunan yang baik akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat serta meningkatkan kenyamanan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Di bidang pemerintahan, Bang Bule juga menegaskan komitmennya untuk menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang bersih, jujur, dan transparan. Ia ingin seluruh program pembangunan dan penggunaan anggaran desa dapat diketahui masyarakat secara terbuka agar tercipta pemerintahan yang dipercaya rakyat.
“Pemerintah desa harus terbuka kepada masyarakat. Jangan sampai ada kesan tertutup atau rakyat tidak tahu penggunaan anggaran desa. Transparansi itu penting agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.
Selain pembangunan fisik dan ekonomi, Mandor Bule juga menekankan pentingnya menjaga adat istiadat serta budaya lokal yang selama ini menjadi identitas masyarakat Karanganyar. Ia berharap kemajuan desa tetap berjalan berdampingan dengan nilai gotong royong dan kebersamaan masyarakat.
Semakin mendekati momentum Pilkades, dukungan terhadap Mandor Bule diperkirakan akan terus bertambah. Banyak warga menilai Karanganyar membutuhkan sosok pemimpin yang bukan hanya memiliki visi pembangunan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan keberpihakan terhadap rakyat kecil.
“Harapan masyarakat sederhana, kami ingin desa ini lebih maju, ekonomi masyarakat meningkat, pembangunan merata, dan pemimpinnya benar-benar peduli terhadap rakyat. Kami melihat harapan itu ada pada sosok Bang Bule,” ungkap salah seorang warga.
Dengan dukungan yang terus menguat dari berbagai elemen masyarakat, langkah Nosar alias Mandor Bule menuju kontestasi Pilkades Karanganyar 2026–2034 diprediksi akan menjadi perhatian besar masyarakat dalam waktu mendatang. (Mardani Lubis)












Leave a Reply