![]()
Bandung,TRIBUNPRIBUMI.com – Kondisi YTR (29), korban dugaan penganiayaan berat yang dilakukan Taufik Hidayat, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Tim medis mengungkapkan korban datang dengan luka yang sangat parah, terutama di bagian kepala dan wajah, sehingga memerlukan serangkaian tindakan operasi serta rencana rekonstruksi wajah secara bertahap.
Direktur Utama RSHS Bandung, Rachim Dinata Marsidi, menjelaskan korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB menggunakan kendaraan minibus. Setibanya di rumah sakit, korban langsung mendapatkan penanganan darurat karena kondisinya sangat kritis.
Momen kedatangan korban ke IGD bahkan terekam kamera pengawas (CCTV) rumah sakit dan ditampilkan dalam konferensi pers yang digelar di Markas Polda Jawa Barat.
Menurut Rachim, hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami banyak luka di tubuhnya dengan infeksi berat pada bagian kepala. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius tim medis karena tingkat keparahannya sudah sangat tinggi.
“Pas datang, boleh dikatakan memang lukanya cukup banyak dan di daerah kepala infeksi yang hebat,” ujar Rachim saat di wawancarai awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya, Jum’at malam (26/06/2026).
Yang lebih memprihatinkan, tim dokter juga menemukan adanya belatung pada luka di kepala korban. Temuan tersebut mengindikasikan luka telah mengalami infeksi berat sebelum akhirnya korban mendapatkan penanganan medis.
Melihat kondisi tersebut, tim dokter segera melakukan operasi darurat untuk membersihkan jaringan yang rusak dan mengangkat sumber infeksi. Dari hasil tindakan medis, ditemukan pula infeksi bakteri yang cukup berat sehingga korban harus menjalani perawatan intensif selama beberapa hari.
“Segera kami lakukan operasi pembersihan luka dan kami temukan bakteri yang memang cukup berat,” katanya.
Rachim menjelaskan, sejak 10 Juni lalu hingga hampir satu pekan berikutnya, fokus utama tim medis adalah mengendalikan infeksi yang menyerang kepala korban. Berbagai tindakan dilakukan agar kondisi korban cukup stabil sebelum memasuki tahap operasi lanjutan.
Setelah infeksi dinyatakan mulai terkendali, RSHS menyiapkan proses rekonstruksi wajah. Operasi tersebut akan dilakukan secara bertahap mengingat kerusakan paling berat dialami korban berada pada area wajah.
“Paling berat adalah di bagian wajah dan ini direncanakan bertahap, namanya rekonstruksi. Jadi bukan untuk kecantikan, tetapi mengembalikan fungsi dan bentuk wajah agar mendekati kondisi semula. Kalau sempurna tentu sangat sulit, tetapi kami akan berusaha semaksimal mungkin,” tutur Rachim.
Ia menegaskan, rekonstruksi wajah merupakan prosedur medis yang bertujuan memulihkan fungsi organ serta memperbaiki struktur wajah akibat cedera berat, bukan tindakan kosmetik.
Kasus dugaan penganiayaan berat yang menimpa YTR kini menjadi perhatian publik karena tingkat kekerasan yang dialami korban. Sementara proses hukum terhadap tersangka terus berjalan, tim medis RSHS tetap berkomitmen memberikan penanganan terbaik agar kondisi korban dapat terus membaik, meski proses pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu yang panjang dan sejumlah tahapan operasi lanjutan. (DIX)















Leave a Reply