Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Heboh Penemuan Mayat Tergantung di Perkebunan Karet PT Pernas, Warga Cipatujah Diguncang Kepanikan

Loading

Tasikmalaya,TRIBUNPRIBUMI.com –  Suasana tenang di kawasan perkebunan karet milik PT Pernas yang berada di Kampung Gunung Sabeulah, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat,mendadak berubah mencekam setelah warga menemukan sesosok mayat laki-laki dalam kondisi tergantung di pohon karet, Selasa (09/06/2026).

Peristiwa tragis tersebut sontak menggegerkan masyarakat sekitar, terlebih lokasi penemuan berada di area perkebunan yang biasa digunakan warga untuk aktivitas penyadapan getah karet setiap harinya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB oleh sejumlah warga yang hendak melakukan aktivitas menyadap getah karet.

PLH Kapolsek Cipatujah, IPTU Agus Kasdili, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp menjelaskan, pihak kepolisian menerima laporan dari warga Desa Sindangkerta, yakni Dede Sopyan (66), Dede Sopian (74), dan Apip Aripin yang menjadi saksi mata dalam kejadian tersebut.

Menurut penuturan para saksi, awalnya mereka melihat sesuatu yang mencurigakan dari kejauhan saat berjalan menuju lokasi perkebunan.

“Para saksi melihat seperti ada orang yang menggantung di atas pohon karet dari jarak kurang lebih 100 meter. Karena merasa penasaran dan ingin memastikan, saksi kemudian mendekati lokasi tersebut,” ujar IPTU Agus Kasdili.

Saat tiba di lokasi, para saksi dibuat terkejut setelah mengetahui bahwa sosok tersebut benar merupakan seorang laki-laki yang sudah tidak bernyawa.

Korban ditemukan dalam posisi tergantung menggunakan kain sarung yang melilit di bagian leher dan terikat pada batang pohon karet.

“Ketika didekati, korban terlihat sudah meninggal dunia dengan posisi leher terikat kain sarung yang diikatkan ke pohon karet,” tambahnya.

Penemuan mayat tersebut langsung dilaporkan warga kepada aparat desa dan pihak kepolisian setempat. Tidak lama berselang, jajaran Polsek Cipatujah bersama Kanit Intel serta Babinsa Desa Sindangkerta, Sutadjie, langsung bergerak menuju lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas kemudian memasang garis pengamanan di sekitar lokasi penemuan untuk mempermudah proses identifikasi dan penyelidikan awal.

Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi, korban selanjutnya dievakuasi menuju Puskesmas Cipatujah untuk pemeriksaan medis lebih lanjut sambil menunggu kedatangan pihak keluarga.

Dari hasil identifikasi, korban diketahui bernama Mimin bin Ijan, lahir di Tasikmalaya pada 06 Oktober 1960. Korban sehari-hari bekerja sebagai petani dan pekebun serta berdomisili di Kampung Sukamaju RT 002 RW 004 Desa Pameutingan, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya.

Kabar penemuan mayat tersebut dengan cepat menyebar ke masyarakat sekitar. Warga yang datang ke lokasi mengaku merasa syok dan prihatin atas kejadian tersebut.

Beberapa warga menyebut korban dikenal sebagai sosok yang kesehariannya beraktivitas seperti biasa dan tidak menunjukkan gelagat mencurigakan sebelumnya.

Usai proses pemeriksaan medis selesai dilakukan, pihak keluarga akhirnya membawa pulang jenazah korban untuk dimakamkan secara layak di kampung halamannya.

Sementara itu, pihak kepolisian hingga kini masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Polisi juga meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan selesai dilakukan.

Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar dan menambah daftar kejadian tragis yang mengundang keprihatinan masyarakat di wilayah selatan Tasikmalaya. (SAEPULOH)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *