![]()
Tasikmalaya,TRIBUNPRIBUMI.com – Peringatan Milangkala ke-16 Paguyuban Asep Dunia (PAD) berlangsung meriah dan penuh makna di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (01/08/2026). Perayaan hari jadi organisasi yang menghimpun masyarakat bernama Asep tersebut menjadi momentum memperkuat persaudaraan, melestarikan budaya Sunda, sekaligus meneguhkan komitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Mengusung tema “Ngajaga Silaturahmi, Ngembangkeun Budaya, Nguatkeun Dulur Asep Sadunia”, kegiatan ini dihadiri jajaran Dewan Pembina, Dewan Pengawas, Dewan Pakar, pengurus DPP, DPW dan DPD Paguyuban Asep Dunia, Teteh PIPAD, unsur Forkopimda, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Wakil Bupati Tasikmalaya, tokoh masyarakat, budayawan, serta ratusan anggota Paguyuban Asep Dunia dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Presiden Paguyuban Asep Dunia, Asep Jaelani, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas perjalanan organisasi yang telah memasuki usia ke-16. Ia menilai perjalanan tersebut merupakan bukti bahwa semangat persaudaraan yang menjadi fondasi utama organisasi mampu bertahan, berkembang, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul bersama dalam keadaan sehat walafiat untuk memperingati Milangkala ke-16 Paguyuban Asep Dunia,” ungkapnya di hadapan seluruh peserta.
Menurut Asep Jaelani, Paguyuban Asep Dunia lahir bukan semata-mata karena kesamaan nama, tetapi didorong oleh cita-cita membangun persaudaraan yang kuat serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Ia mengungkapkan bahwa enam belas tahun lalu organisasi ini bermula dari gagasan sederhana untuk menyatukan para pemilik nama Asep. Seiring perjalanan waktu, organisasi tersebut berkembang menjadi wadah silaturahmi yang memiliki aktivitas sosial, budaya, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi.
“Enam belas tahun lalu, Paguyuban Asep Dunia lahir bukan sekadar dari persamaan sebuah nama, melainkan dari semangat kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial. Dari sebuah gagasan sederhana untuk menyatukan pemilik nama Asep, hari ini PAD telah tumbuh menjadi organisasi yang kokoh, inklusif, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di berbagai daerah maupun di kancah nasional,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tema Milangkala ke-16 memiliki makna yang sangat mendalam. Menurutnya, menjaga silaturahmi merupakan kekuatan utama organisasi, sementara pelestarian budaya menjadi identitas yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.
Di sisi lain, memperkuat persaudaraan sesama warga Asep menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan zaman. Asep Jaelani mengatakan, usia ke-16 melambangkan kedewasaan organisasi dalam mengambil keputusan, memperluas pengabdian, serta memperkokoh peran Paguyuban Asep Dunia di tengah masyarakat.
“Usia 16 tahun melambangkan kedewasaan bergerak, kematangan berpikir, dan kesiapan untuk melangkah lebih jauh. Sesuai dengan nilai dasar paguyuban, ‘Ti Asep Ku Asep Keur Indonesia’, keberadaan kita harus senantiasa membawa dampak positif, baik dalam bidang agama, sosial, budaya, ekonomi maupun pendidikan,” katanya.
Presiden PAD juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi organisasi kemasyarakatan di era modern. Menurutnya, perubahan sosial yang berlangsung begitu cepat menuntut organisasi untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.
Ia optimistis Paguyuban Asep Dunia akan terus tumbuh menjadi organisasi yang kuat selama seluruh anggotanya memegang teguh nilai persaudaraan, gotong royong, serta keikhlasan dalam mengabdi.
“Saya yakin dan percaya, selama kita memegang teguh komitmen persaudaraan dan keikhlasan dalam berorganisasi, PAD akan terus relevan dan semakin kuat,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Asep Jaelani juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada para pendiri, sesepuh, pembina, pengurus, serta seluruh anggota Paguyuban Asep Dunia yang selama 16 tahun terus menjaga semangat kebersamaan. Menurutnya, keberhasilan organisasi hingga saat ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh keluarga besar PAD yang tersebar di berbagai daerah.
Sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan organisasi, Milangkala ke-16 juga menghadirkan kabar menggembirakan. Presiden PAD mengumumkan bahwa proses legalitas organisasi telah mencapai tonggak penting dengan rampungnya Akta Perkumpulan Paguyuban Asep Dunia, yang sebelumnya masih menggunakan nama Perkumpulan Asep Dunia.
Ia menyebut penyelesaian akta tersebut sebagai hadiah istimewa bagi seluruh warga Asep karena akan memperkuat posisi organisasi dalam menjalankan berbagai program sosial, budaya, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi secara lebih profesional.
Dalam acara tersebut, Paguyuban Asep Dunia juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai telah memberikan dukungan besar terhadap perjalanan organisasi, di antaranya Pemerintah Kota Tasikmalaya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Bank BJB Cabang Tasikmalaya, DPD PAD Tasikraya, Brigjen TNI (Purn.) H. Asep Syarifudin selaku Pembina DPP PAD, H. Asep Ikhsan, Asep Sutrisna dari Pontianak sebagai peserta terjauh, Asep Jena dari DPW PAD Banten, Asep Judi Wahjudin dari Kementerian Kebudayaan RI, Asep Husnul Muttaqien dari DPD PAD Bogor Raya, budayawan Ashmansyah Timutiah, serta Kepala Dinas Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Dr. Deddy Mulyana.
Selain menjadi ajang silaturahmi, Milangkala ke-16 dimanfaatkan sebagai forum untuk menyampaikan agenda strategis organisasi. Asep Jaelani mengumumkan rencana penyelenggaraan Konferensi Asep-Asep (KAA) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November 2026 di Kota Bandung dengan rencana lokasi di Gedung Merdeka.
Agenda tersebut diharapkan menjadi ruang konsolidasi seluruh warga Asep dari berbagai daerah untuk memperkuat jejaring organisasi sekaligus merumuskan berbagai program yang lebih luas bagi masyarakat.
Tak hanya itu, Presiden PAD juga mengumumkan bahwa pelaksanaan Milangkala ke-17 Paguyuban Asep Dunia direncanakan berlangsung di wilayah Bekasiraya sebagai bentuk pemerataan pelaksanaan kegiatan organisasi di berbagai daerah.
Menjelang akhir sambutannya, Asep Jaelani mengajak seluruh anggota Paguyuban Asep Dunia agar tidak berhenti menjadikan organisasi sebagai wadah silaturahmi semata. Ia berharap PAD terus melahirkan gerakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan sosial, pendidikan, pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi, hingga aksi kemanusiaan.
“Marilah di momen yang membahagiakan ini kita pererat kembali tali silaturahmi, kita perkuat gotong royong, dan kita tingkatkan kontribusi nyata untuk kemajuan bangsa dan negara. Asep untuk Indonesia, Asep untuk Dunia,” tegasnya.
Suasana Milangkala ke-16 berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Para peserta dari berbagai daerah memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat hubungan antarsesama anggota, bertukar pengalaman, serta memperkuat komitmen dalam membesarkan organisasi.
Memasuki usia ke-16, Paguyuban Asep Dunia menunjukkan tekad untuk terus berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya menjaga persaudaraan, tetapi juga mampu menghadirkan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan semangat “Ti Asep Ku Asep Keur Indonesia”, organisasi ini berharap dapat terus menjadi bagian dari pembangunan bangsa melalui aksi sosial, pelestarian budaya, penguatan pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. (*)













Leave a Reply