Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Pasar Rakyat RW 12 Hadirkan Semangat Kebersamaan, Ketua RW 12 Jujun: Berkat Sinergi Karang Taruna Desa Cimanganten, UMKM Kini Punya Ruang Promosi dan Warga Memiliki Destinasi Kuliner

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Pasar Rakyat RW 12 di Desa Cimanganten, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kegiatan yang melibatkan pengurus lingkungan, Karang Taruna, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta masyarakat ini menjadi bukti bahwa kolaborasi mampu menghadirkan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi warga.

Sejak resmi dibuka pada sore hingga malam hari, kawasan sekitar Masjid Baiturrahman dan gazebo di RW 12 dipenuhi warga yang ingin menikmati suasana pasar rakyat. Deretan tenda yang tertata rapi menghadirkan beragam produk kuliner dan jajanan tradisional hasil kreativitas para pelaku UMKM lokal.

Suasana yang semula tenang berubah menjadi pusat aktivitas masyarakat. Anak-anak bermain di sekitar lokasi, para orang tua berbincang sambil menikmati makanan, sementara para pedagang sibuk melayani pembeli yang terus berdatangan. Kehangatan dan kebersamaan begitu terasa di setiap sudut Pasar Rakyat.

Ketua RW 12 Desa Cimanganten, Jujun, mengungkapkan bahwa terselenggaranya kegiatan tersebut tidak lepas dari semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat, khususnya dukungan dari Karang Taruna Desa Cimanganten yang berperan aktif sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.

“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana berkat kerja sama yang baik antara pengurus RW 12, Karang Taruna Desa Cimanganten, para pelaku UMKM, dan seluruh warga. Tanpa kebersamaan, tentu kegiatan sebesar ini tidak akan berjalan dengan baik,” kata Jujun saat di wawancarai awak media di lokasi Pasar Rakyat,Jum’at (31/07/2026).

Menurutnya, Pasar Rakyat bukan sekadar menghadirkan tempat berjualan, tetapi menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia menilai pelaku UMKM membutuhkan wadah yang mampu mempertemukan mereka dengan konsumen secara langsung sehingga produk-produk lokal semakin dikenal dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Kami ingin Pasar Rakyat ini menjadi ruang promosi UMKM. Produk-produk warga harus dikenal, harus dicintai oleh masyarakat sendiri. Jika masyarakat membeli produk lokal, maka uang akan berputar di lingkungan kita dan manfaatnya akan dirasakan bersama,” ujarnya.

Jujun menambahkan bahwa keberadaan Pasar Rakyat juga menjadi alternatif destinasi kuliner bagi masyarakat sekitar. Warga tidak perlu pergi jauh untuk menikmati aneka makanan karena berbagai menu tersedia dengan harga yang terjangkau.

Beragam sajian khas menjadi daya tarik utama, mulai dari Es Pisang Ijo Ice Cream “Manda”, Es Ubi Ungu, Awug seharga Rp5.000 per porsi, hingga aneka gorengan, basreng, makanan ringan, dan kuliner tradisional lainnya. Keberagaman menu tersebut menunjukkan besarnya potensi usaha kuliner yang dimiliki masyarakat Desa Cimanganten.

Selain kuliner, Pasar Rakyat juga menghadirkan suasana yang nyaman bagi keluarga. Banyak warga memanfaatkan momen tersebut untuk berkumpul, bercengkerama, sekaligus memberikan dukungan kepada para pedagang yang sebagian besar merupakan tetangga dan warga sekitar.

Jujun memberikan apresiasi kepada Karang Taruna Desa Cimanganten yang dinilai memiliki peran besar dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi bukti bahwa semangat membangun desa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.

“Karang Taruna menjadi motor penggerak dalam berbagai kegiatan. Semangat para pemuda luar biasa, mulai dari menyiapkan lokasi, membantu penataan lapak, menjaga ketertiban, hingga mengajak masyarakat untuk datang meramaikan Pasar Rakyat. Ini menjadi contoh bahwa pemuda mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Jujun berharap Pasar Rakyat dapat menjadi agenda rutin yang terus berkembang. Ia ingin jumlah pelaku UMKM yang berpartisipasi semakin bertambah sehingga variasi produk yang ditawarkan semakin banyak dan mampu menarik pengunjung dari berbagai wilayah di Kabupaten Garut.

Menurutnya, ketika UMKM berkembang, maka peluang kerja baru akan terbuka, pendapatan keluarga meningkat, dan kesejahteraan masyarakat perlahan ikut terangkat. Karena itu, keberlangsungan Pasar Rakyat perlu didukung oleh seluruh elemen masyarakat.

Ia juga mengajak warga untuk terus menumbuhkan rasa bangga terhadap produk-produk lokal. Dengan membeli hasil karya dan usaha masyarakat sendiri, warga turut berkontribusi dalam membangun ekonomi berbasis kerakyatan yang lebih kuat dan mandiri.

“Kami berharap Pasar Rakyat RW 12 tidak hanya dikenal sebagai tempat berburu kuliner, tetapi juga menjadi simbol persatuan, gotong royong, dan kebangkitan ekonomi masyarakat. Apa yang kami lakukan hari ini semoga menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih maju dan sejahtera,” tuturnya.

Antusiasme masyarakat yang memadati lokasi sejak pembukaan menjadi bukti bahwa kegiatan tersebut mendapat sambutan positif. Kehadiran Pasar Rakyat bukan hanya menghidupkan aktivitas ekonomi pada malam hari, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang mempererat hubungan sosial antarwarga.

Dengan semangat kolaborasi antara pengurus RW, Karang Taruna Desa Cimanganten, pelaku UMKM, dan masyarakat, Pasar Rakyat RW 12 diharapkan terus berkembang menjadi salah satu ikon pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kecamatan Tarogong Kaler. Lebih dari sekadar pasar, kegiatan ini menjadi cerminan bahwa kekuatan kebersamaan mampu melahirkan peluang, meningkatkan kesejahteraan, serta membangun optimisme menuju desa yang lebih mandiri dan berdaya saing. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *