![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Media Tribunpribumi.com atas berpulangnya salah satu putra terbaiknya, Saepuloh, Kepala Biro (Kabiro) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang wafat pada Senin, 27 Juli 2026, pukul 14.00 WIB.
Kabar kepergian almarhum menjadi pukulan berat bagi seluruh jajaran Media Tribunpribumi.com. Sosok yang selama ini dikenal sebagai wartawan yang berdedikasi tinggi, santun, dan memiliki loyalitas luar biasa terhadap profesinya itu kini telah berpulang menghadap Sang Khalik, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, sahabat, serta rekan-rekan seprofesi.
Pemimpin Redaksi Media Tribunpribumi.com, Diki Kusdian, mengungkapkan rasa kehilangan yang sangat besar atas wafatnya almarhum. Menurutnya, Saepuloh bukan hanya seorang wartawan atau kepala biro, melainkan bagian dari keluarga besar Tribunpribumi.com yang telah memberikan banyak kontribusi bagi perjalanan dan perkembangan media kita.
“Kami benar-benar merasa kehilangan. Almarhum Saepuloh adalah wartawan terbaik yang kami miliki. Beliau bukan hanya rekan kerja, tetapi saudara seperjuangan yang selama ini bersama-sama membangun dan membesarkan Media Tribunpribumi.com. Kepergiannya meninggalkan luka yang sangat mendalam bagi kami semua,” ujar Diki Kusdian, Selasa (28/07/2026).
Diki menuturkan bahwa selama mengabdikan diri di dunia jurnalistik, Saepuloh dikenal sebagai pribadi yang sederhana, rendah hati, serta memiliki komitmen tinggi terhadap tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang wartawan.
Dalam menjalankan tugas peliputan, almarhum selalu mengedepankan profesionalisme, objektivitas, dan etika jurnalistik. Ia juga dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul, ramah kepada narasumber, serta mampu membangun hubungan baik dengan berbagai kalangan masyarakat maupun unsur pemerintahan.
“Beliau selalu bekerja dengan hati. Tidak pernah mengeluh meskipun harus menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Semangatnya dalam mencari informasi dan menyajikan berita yang akurat menjadi teladan bagi wartawan lainnya,” kata Diki.
Menurutnya, salah satu hal yang paling membekas dari sosok Saepuloh adalah ketulusan dan kesederhanaannya. Di tengah kesibukan menjalankan tugas jurnalistik, almarhum tetap dikenal sebagai pribadi yang taat beribadah dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
“Beliau adalah orang yang santun, penurut, tidak pernah mencari konflik, serta selalu mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan. Sikapnya yang rendah hati membuat beliau dihormati oleh banyak orang,” ungkapnya.
Kepergian Saepuloh juga menjadi kehilangan besar bagi dunia jurnalistik di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Selama bertugas sebagai Kepala Biro Tribunpribumi.com Kabupaten Tasikmalaya, almarhum aktif menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat melalui karya-karya jurnalistik yang edukatif dan konstruktif.
Dedikasinya dalam menjalankan profesi wartawan tidak pernah diragukan. Bahkan dalam berbagai kesempatan, almarhum kerap turun langsung ke lapangan untuk memastikan informasi yang diperoleh benar-benar akurat sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.
Bagi rekan-rekan sesama wartawan, Saepuloh dikenal sebagai sosok yang selalu siap membantu. Ia tidak segan berbagi pengalaman, memberikan masukan, serta mendukung rekan-rekan yang membutuhkan bantuan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Beliau merupakan pribadi yang sangat peduli terhadap sesama. Ketika ada rekan yang mengalami kesulitan, beliau selalu hadir memberikan dukungan. Itulah yang membuat beliau begitu dicintai oleh banyak orang,” ujar salah seorang rekan wartawan yang mengenal almarhum.
Kepergian Saepuloh juga menjadi pengingat bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta. Namun demikian, amal kebaikan, pengabdian, dan keteladanan yang ditinggalkan akan terus hidup dalam kenangan orang-orang yang pernah mengenalnya.
Sebagai bentuk penghormatan dan rasa cinta kepada almarhum, keluarga besar Media Tribunpribumi.com mengajak seluruh Dewan Pembina, Dewan Penasihat, Dewan Redaksi, wartawan, kontributor, mitra kerja, serta sahabat media untuk bersama-sama mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Kami mengajak seluruh keluarga besar Tribunpribumi.com untuk bersama-sama membantu berdo’a khusus untuk almarhum dengan penuh keikhlasan. Ini adalah bentuk penghormatan dan rasa persaudaraan kami kepada seseorang yang selama hidupnya telah mengabdikan diri untuk media ini,” tutur Diki Kusdian.
Di tengah suasana duka yang masih menyelimuti, Diki Kusdian mengajak seluruh jajaran redaksi dan insan pers untuk meneladani semangat pengabdian yang telah dicontohkan oleh almarhum semasa hidupnya.
“Kami bersaksi bahwa beliau adalah orang baik. Beliau mengabdikan hidupnya untuk keluarga, masyarakat, dan profesi jurnalistik. Semoga segala amal ibadahnya diterima Allah SWT, diampuni segala dosa dan kekhilafannya, dilapangkan alam kuburnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin Ya Rabbal Alamiin,” pungkas Diki.
Kepergian Saepuloh memang meninggalkan duka yang mendalam. Namun dedikasi, integritas, ketulusan, dan pengabdiannya sebagai seorang wartawan akan tetap hidup dalam ingatan keluarga besar Media Tribunpribumi.com. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai salah satu insan pers terbaik yang telah memberikan warna dan kontribusi berarti bagi perjalanan media yang mengusung slogan “Suara Pribumi, Suara Kebenaran.” (Wawan Sutiawan)













Leave a Reply