![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintah terus mendapat dukungan dari berbagai elemen, termasuk jajaran Kepolisian Republik Indonesia. Di Kecamatan Sukaweuning, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sinergitas antara Polri, Balai Penyuluh Pertanian (BPP), kelompok tani, dan Perum Bulog menunjukkan hasil yang semakin nyata dalam mendukung program swasembada jagung.
Seperti yang tengah di rasakan oleh Ketua Kelompok Tani Jajang Sumpena (54), petani di Kampung Cikendal, Desa Sudalarang, Kecamatan Sukawening,Garut.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran aktif Kapolsek Sukaweuning, AKP Budiman Suhardiana, S.H., yang selama ini dikenal konsisten melakukan pendampingan, pengawasan, pengamanan, serta membangun kolaborasi bersama para petani jagung di wilayah hukumnya.
Bahkan, sejumlah kelompok tani mengaku bangga dan bahagia karena baru kali ini mereka merasakan perhatian yang begitu besar dari seorang Kapolsek terhadap sektor pertanian. Menurut mereka, belum pernah ada Kapolsek yang secara rutin turun langsung ke lapangan untuk memastikan keberlangsungan program pertanian mulai dari proses penanaman hingga hasil panen terserap dengan baik oleh Bulog.
Saat di wawancarai khusus oleh Media Tribunpribumi.com di rumahnya Kamis, (11/06/2026) Jajang mengatakan bahwa kehadiran AKP Budiman Suhardiana di tengah aktivitas pertanian telah memberikan semangat baru bagi para petani untuk terus meningkatkan produktivitas.
“Kami sangat bangga dan merasa diperhatikan. Selama ini belum pernah ada Kapolsek yang begitu peduli terhadap petani seperti Pak Budiman. Beliau sering datang ke lahan pertanian, berdialog dengan petani, memberikan motivasi, bahkan ikut mengawasi perkembangan tanaman jagung dari awal sampai panen,” ungkapnya.
Sementara,Jajang juga merasa nyaman aman atas perhatian tersebut menjadi bukti bahwa program ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petani semata, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari aparat keamanan.
Keberadaan Polri dalam mendampingi petani dinilai mampu menciptakan rasa aman dan memberikan keyakinan bahwa hasil kerja keras mereka akan mendapatkan perhatian serius dari seluruh pihak terkait.
Tidak hanya melakukan monitoring lapangan, Kapolsek Sukaweuning juga aktif membangun komunikasi dan koordinasi dengan pihak Balai Penyuluh Pertanian (BPP), pemerintah desa, kelompok tani, serta Perum Bulog Kabupaten Garut guna memastikan seluruh tahapan program berjalan sesuai target.
Mulai dari penyediaan lahan, proses penanaman, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama, masa panen hingga distribusi hasil panen ke gudang Bulog terus dipantau secara bersama-sama.
Kapolsek Sukaweuning AKP Budiman Suhardiana, S.H. mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam mendukung program ketahanan pangan merupakan implementasi dari arahan pimpinan Polri untuk hadir di tengah masyarakat dan mendukung program strategis pemerintah.
Menurutnya, ketahanan pangan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi, kesejahteraan masyarakat serta kedaulatan bangsa.
“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu kami terus menjalin sinergitas dan kolaborasi bersama BPP, kelompok tani, pemerintah desa serta Bulog agar program swasembada jagung dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar AKP Budiman Suhardiana.
Ia menegaskan bahwa Polsek Sukaweuning berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap berbagai program pertanian yang ada di wilayahnya.
“Kami ingin memastikan bahwa petani mendapatkan dukungan yang maksimal. Kami juga ingin memastikan hasil panen para petani dapat terserap dengan baik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan mereka,” katanya.
Menurut AKP Budiman, keberhasilan program swasembada jagung tidak hanya diukur dari luas lahan tanam atau jumlah hasil panen semata, tetapi juga dari sejauh mana petani mendapatkan kepastian pasar serta nilai ekonomi yang menguntungkan.
Karena itu, koordinasi dengan Bulog menjadi salah satu bagian penting dalam rangka memastikan hasil panen petani dapat terserap dan memberikan keuntungan yang layak.
Sementara itu, pihak BPP Kecamatan Sukaweuning mengapresiasi langkah aktif yang dilakukan Polsek Sukaweuning dalam mendukung sektor pertanian.
Menurut para penyuluh pertanian, kolaborasi yang terjalin selama ini telah menciptakan semangat baru bagi petani untuk lebih serius mengembangkan budidaya jagung sebagai salah satu komoditas strategis nasional.
Dengan adanya dukungan lintas sektor, berbagai kendala yang selama ini dihadapi petani dapat diselesaikan melalui koordinasi dan komunikasi yang baik.
Selain memperkuat produktivitas pertanian, sinergitas antara Polri, BPP, kelompok tani dan Bulog juga menjadi contoh nyata bagaimana seluruh elemen bangsa dapat bekerja sama dalam mendukung program pemerintah.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, mulai dari perubahan cuaca hingga fluktuasi harga komoditas, kehadiran berbagai pihak yang saling mendukung menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
Para petani berharap pola pendampingan seperti yang dilakukan AKP Budiman Suhardiana dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lainnya.
Mereka meyakini bahwa keberhasilan swasembada jagung tidak akan terwujud tanpa adanya kerja sama yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, penyuluh pertanian, Bulog dan para petani sebagai pelaku utama di lapangan.
Dengan semangat kebersamaan, gotong royong dan kolaborasi yang terus terjaga, Kecamatan Sukaweuning optimistis mampu memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan produksi jagung nasional sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang kuat, mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Garut maupun Indonesia secara keseluruhan. (*)












Leave a Reply