![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Keberadaan seekor ular King Kobra berukuran sekitar lima meter menjadi perhatian dalam penanganan satwa liar di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ular berukuran besar dan berbisa tersebut berhasil diamankan oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Garut sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak pecinta reptil untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Penanganan ular tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa tugas petugas pemadam kebakaran di tengah masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan kebakaran.Dalam kondisi tertentu, petugas juga harus menghadapi berbagai laporan masyarakat, termasuk keberadaan satwa liar yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Kepala Disdamkar Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa keberhasilan penanganan hingga proses penyerahan King Kobra tersebut tidak terlepas dari kerja sama dan kerja keras seluruh pihak yang terlibat.
“Penyerahan ular King Kobra sepanjang lima meter kepada pecinta reptil ini semua berkat kerja sama dan kerja keras kita,” ujar Usep Basuki Eko saat di wawancarai awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya, Selasa (15/09/2026).
Ukuran Lima Meter, Penanganan Tak Bisa Sembarangan
Ular King Kobra dengan panjang sekitar lima meter tentu bukan satwa yang dapat ditangani secara sembarangan.Selain ukurannya yang besar, King Kobra merupakan ular berbisa sehingga proses evakuasi membutuhkan kehati-hatian serta penguasaan teknik penanganan satwa.
Kesalahan dalam melakukan evakuasi dapat menimbulkan risiko terhadap petugas maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Karena itu, keberhasilan mengamankan ular tersebut menjadi bagian penting dari upaya menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memastikan satwa dapat ditangani secara lebih tepat.
Dalam kondisi seperti itu, masyarakat memang tidak dianjurkan mengambil tindakan sendiri apabila menemukan ular berukuran besar atau yang diduga berbisa.
Mengejar, memukul, menangkap, ataupun mencoba memindahkan ular tanpa kemampuan dan peralatan yang memadai justru dapat meningkatkan risiko.Masyarakat dapat menjaga jarak, mengamankan orang-orang di sekitar lokasi, kemudian melaporkan keberadaan satwa kepada petugas yang berkompeten.
Setelah Diamankan, Diserahkan kepada Pecinta Reptil
Setelah berhasil diamankan, King Kobra tersebut kemudian diserahkan kepada pihak pecinta reptil.
Penyerahan ini menjadi bagian dari langkah lanjutan setelah proses evakuasi dilakukan, pihak yang memiliki pengetahuan dan ketertarikan terhadap reptil diharapkan dapat memberikan penanganan yang sesuai terhadap satwa tersebut.
Langkah tersebut juga menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menangani keberadaan satwa liar di tengah masyarakat,
petugas pemadam memiliki peran penting dalam proses evakuasi, sementara pihak yang memahami reptil dapat berperan dalam penanganan berikutnya.
Sinergi semacam itu menjadi penting agar persoalan satwa liar tidak berhenti hanya pada proses penangkapan atau pengamanan.
Disdamkar Bukan Hanya Soal Api
Keberadaan King Kobra tersebut sekaligus memperlihatkan luasnya bentuk pelayanan yang diberikan petugas Disdamkar kepada masyarakat.Di lapangan, petugas dapat menghadapi berbagai situasi yang membutuhkan respons cepat dan keberanian.
Masyarakat terkadang membutuhkan bantuan ketika berhadapan dengan kondisi yang tidak mampu mereka tangani sendiri, termasuk ketika satwa liar masuk ke lingkungan yang dekat dengan aktivitas manusia.Dalam situasi demikian, keberadaan petugas menjadi sangat penting.
Namun, setiap penanganan tetap harus mempertimbangkan keselamatan petugas dan masyarakat.
Di sisi lain,Usep Basuki Eko menegaskan bahwa kerja sama menjadi salah satu kunci dalam menghadapi berbagai persoalan di lapangan.Menurutnya, keberhasilan sebuah penanganan bukan hanya ditentukan oleh kemampuan individu, melainkan juga koordinasi dan dukungan berbagai pihak.
Keselamatan Masyarakat Tetap Menjadi Prioritas
Penanganan King Kobra berukuran besar tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak menganggap remeh keberadaan ular berbisa.
Apalagi jika ular ditemukan di lokasi yang berdekatan dengan rumah penduduk, fasilitas umum, maupun tempat yang banyak digunakan masyarakat.
Rasa penasaran warga terhadap ular berukuran besar terkadang justru dapat menimbulkan persoalan baru. Semakin banyak orang mendekat, semakin tinggi pula potensi gangguan terhadap satwa dan risiko terhadap keselamatan manusia.
Karena itu, ketika menemukan ular yang berbahaya, masyarakat sebaiknya tidak berkerumun di sekitar lokasi.Area tersebut dapat diamankan sementara sembari menunggu petugas melakukan evakuasi.
Apresiasi untuk Semua Pihak
Usep Basuki Eko menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut berkontribusi dalam proses penanganan dan penyerahan King Kobra tersebut.
Menurutnya, kerja sama yang terbangun menjadi bukti bahwa persoalan di lapangan dapat ditangani dengan lebih baik ketika seluruh pihak memiliki kepedulian dan menjalankan perannya masing-masing.
“Ini semua berkat kerja sama dan kerja keras kita,” tegas Usep.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa pelayanan kepada masyarakat membutuhkan sinergi.Tidak hanya antara petugas dengan pemerintah, tetapi juga dengan komunitas, pecinta satwa, dan masyarakat secara umum.
Jangan Tangani Sendiri Ular Berbisa
Disdamkar Garut mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba menangani sendiri ular berbisa, khususnya ular dengan ukuran besar.
Apabila ditemukan King Kobra atau jenis ular lainnya yang berpotensi membahayakan, masyarakat sebaiknya segera mengambil langkah aman dengan menjauh dari lokasi dan meminta bantuan pihak yang memiliki kemampuan menangani satwa tersebut.
Keselamatan manusia harus menjadi pertimbangan utama, namun penanganan satwa juga perlu dilakukan secara bertanggung jawab.
Keberhasilan evakuasi King Kobra sepanjang sekitar lima meter tersebut diharapkan dapat menjadi contoh pentingnya koordinasi dalam menghadapi persoalan satwa liar.
Bagi Disdamkar Kabupaten Garut, setiap laporan masyarakat merupakan bagian dari pelayanan yang harus direspons sesuai dengan kondisi dan tingkat risiko di lapangan.
Kerja keras petugas, dukungan masyarakat, serta kerja sama dengan pihak yang memiliki kompetensi terhadap satwa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses tersebut.
Dengan sinergi yang terus diperkuat, diharapkan penanganan kejadian serupa di Kabupaten Garut dapat dilakukan secara semakin cepat, aman, dan profesional. (*)












Leave a Reply