![]()
Jakarta,TRIBUNPRIBUMI.com – Dalam upaya menciptakan budaya tertib berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan di jalan raya, Korlantas Polri terus mengedepankan pendekatan humanis melalui sosialisasi dan edukasi mengenai kendaraan Over Dimensi dan Over Load (ODOL). Kegiatan edukasi yang dilaksanakan di KM 29 A Tol Jakarta–Cikampek ini merupakan bagian dari program strategis Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Wibowo, guna membangun kesadaran akan pentingnya keselamatan bagi seluruh pengguna jalan.
Sementara dalam Pelaksanaan di lapangan dipimpin langsung oleh Kasubditwal dan PJR Ditgakkum Korlantas Polri, Kombes Pol. Ruben Verry Takaendengan, atas arahan Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol. I Made Agus Prasatya.
Persiapan Menuju Penertiban 2027
Sosialisasi yang melibatkan Kementerian Perhubungan, PT Jasa Marga, PT Jasa Raharja, dan Dinas Perhubungan ini menjadi tahapan krusial menjelang pemberlakuan penertiban penuh terhadap kendaraan ODOL yang dijadwalkan mulai 1 Januari 2027.
“Kami berkolaborasi dengan seluruh stakeholder agar pesan keselamatan dapat diterima luas oleh masyarakat, khususnya para pelaku usaha transportasi barang. Saat ini kami masih mengedepankan pendekatan persuasif agar pengusaha maupun pengemudi memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri,” ujar Kombes Pol. Ruben saat di wawancarai awak media di ruang kerjanya, Jum’at (10/07/2026).
Ia menambahkan, pihak kepolisian mengimbau para pemilik armada untuk segera melakukan normalisasi terhadap kendaraan yang telah dimodifikasi melebihi spesifikasi teknis. Langkah ini dianggap vital untuk mencegah kerusakan infrastruktur jalan sekaligus meminimalisir risiko kecelakaan yang diakibatkan oleh muatan berlebih.
Respon Positif Sopir Truk
Pendekatan edukatif yang dilakukan Polri mendapatkan sambutan positif dari para pengemudi truk. Meski demikian, para sopir berharap perusahaan angkutan barang turut bersinergi dalam menaati aturan tersebut.
Sutrisno, salah satu sopir truk yang ditemui di lokasi, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan ini. “Kami ingin tertib aturan, namun kami berharap perusahaan juga memahami ketentuan yang berlaku agar pengemudi tidak lagi dibebani dengan muatan melebihi kapasitas,” tuturnya.
Hal senada disampaikan oleh Ade Irawan, sopir angkutan logistik rute Jakarta–Bandung. Menurutnya, sosialisasi dari Korlantas Polri ini diharapkan menjadi momentum bagi pengusaha angkutan untuk memperbaiki kebijakan operasional sesuai aturan pemerintah.
Wujud Kepedulian Polri
Di sela-sela kegiatan, Korlantas Polri juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada para sopir truk. Aksi ini merupakan bentuk apresiasi Polri atas peran penting para sopir dalam mendukung distribusi logistik nasional. Para pengemudi menyambut hangat perhatian tersebut dan berharap Polri terus hadir memberikan pelayanan yang humanis serta mengayomi masyarakat.
Melalui program Gakkum Humanis ini, Korlantas Polri menegaskan komitmennya untuk terus mengutamakan kolaborasi dan edukasi sebagai kunci utama dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di Indonesia. (Megy)












Leave a Reply