![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Nuansa religius dan semangat kebersamaan menyelimuti Kampung Cilame, RW 05, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjelang pelaksanaan Festival Hadroh se-Kabupaten Garut dalam rangka Haul Agung Eyang Wali Cilame yang digelar pada hari ini , 09Juli 2026. Kegiatan yang dipusatkan di kawasan yang selama ini dikenal sebagai tempat bersejarah bagi masyarakat setempat itu diproyeksikan menjadi salah satu agenda keagamaan terbesar tahun ini di wilayah Garut selatan.
Kepala Desa Tambakbaya, Yusron, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Garut untuk hadir dan bersama-sama menyukseskan acara tersebut. Menurutnya, festival ini merupakan wujud kecintaan masyarakat terhadap syiar Islam sekaligus bentuk penghormatan kepada para ulama yang telah berjasa dalam membangun kehidupan beragama di daerah tersebut.
“Haul Agung Eyang Wali Cilame bukan hanya seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan semangat gotong royong, dan meneladani perjuangan para pendahulu,” ujar Yusron saat di wawancarai awak media di ruang kerjanya, Kamis (09/07/2026).
Sejak beberapa pekan sebelum pembukaan, warga Desa Tambakbaya telah bergotong royong mempersiapkan lokasi kegiatan. Jalan-jalan menuju area acara dibersihkan, tenda-tenda didirikan, dan berbagai fasilitas pendukung disiapkan untuk menyambut peserta serta jamaah yang diperkirakan datang dari berbagai penjuru Kabupaten Garut.
Festival Hadroh akan menghadirkan penampilan grup-grup hadroh dari berbagai kecamatan. Melalui lantunan shalawat dan irama rebana, para peserta diharapkan dapat menyampaikan pesan-pesan perdamaian, persaudaraan, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Di sisi lain,kegiatan ini sekaligus menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda agar terus melestarikan seni tradisi Islam yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
Rangkaian haul juga akan diisi dengan pengajian umum, doa bersama, ziarah, serta kegiatan sosial yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Kehadiran para tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan pelaku UMKM diharapkan semakin memperkuat nilai kebersamaan yang menjadi ruh utama acara.
Selain dimensi spiritual, penyelenggaraan festival diperkirakan membawa dampak ekonomi yang positif. Pedagang makanan, perajin, dan pelaku usaha kecil di sekitar lokasi telah mempersiapkan diri untuk melayani para pengunjung. Momentum ini diharapkan menjadi berkah bagi masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan.
Yusron menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan dapat tertanam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Ia berharap Festival Hadroh dan Haul Agung Eyang Wali Cilame dapat terus menjadi tradisi yang diwariskan kepada generasi mendatang.
Dengan semangat persatuan dan kecintaan terhadap warisan budaya Islam, masyarakat Desa Tambakbaya optimistis penyelenggaraan tahun ini akan berlangsung khidmat, aman, dan membawa manfaat luas bagi seluruh warga Kabupaten Garut. (*)














Leave a Reply