![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Di tengah tuntutan reformasi birokrasi dan meningkatnya harapan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik, kehadiran aparatur sipil negara (ASN) yang mampu memadukan profesionalisme dengan nilai-nilai kemanusiaan menjadi teladan yang patut diapresiasi. Salah satu sosok yang dinilai mencerminkan hal tersebut adalah Iwan Setiawan, S.E., pegawai di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Di lingkungan kerjanya, Iwan dikenal sebagai pribadi yang disiplin, sederhana, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Setiap tugas yang diembannya selalu dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi. Baginya, pekerjaan sebagai ASN bukan sekadar menjalankan rutinitas administratif, melainkan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dan daerah.
Saat di wawancarai awak media melalui sambungan WhatsApp miliknya, Rabu (08/07/2026), Iwan menegaskan bahwa seorang ASN dituntut untuk tidak hanya memiliki kompetensi dan integritas, tetapi juga kemampuan menjaga hubungan baik dengan masyarakat maupun sesama rekan kerja.
“Bekerja dengan sungguh-sungguh adalah bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Menjaga silaturahmi, bersikap santun, dan menghargai siapa pun merupakan kunci terciptanya suasana kerja yang harmonis serta pelayanan yang lebih baik,” ujarnya.
Prinsip tersebut senantiasa menjadi pedoman dalam menjalankan amanah di Kesbangpol Garut. Menurutnya, setiap tugas harus ditunaikan dengan keikhlasan tanpa membeda-bedakan latar belakang maupun status sosial masyarakat yang dilayani.
Dalam kesehariannya, Iwan dikenal mudah bergaul dan terbuka terhadap berbagai masukan. Ia aktif membangun komunikasi dengan rekan kerja serta masyarakat, sehingga tercipta suasana kerja yang hangat dan kondusif. Sikap ramah dan kesediaannya untuk mendengarkan aspirasi membuatnya dihormati sekaligus dekat dengan banyak kalangan.
Iwan meyakini bahwa silaturahmi memiliki peran strategis dalam mendukung efektivitas birokrasi. Hubungan yang harmonis dapat memperlancar koordinasi, mempercepat penyelesaian pekerjaan, dan menumbuhkan rasa saling percaya di lingkungan kerja. Karena itu, di sela kesibukannya, ia selalu menyempatkan diri untuk menyapa, berdiskusi, dan menjalin kebersamaan dengan orang-orang di sekitarnya.
Selain menjunjung tinggi profesionalisme, Iwan juga konsisten menjaga kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari. Ia tampil apa adanya dan mengedepankan kesantunan dalam bertutur kata maupun bersikap.
Di sisi lain,baginya, jabatan hanyalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan , bukan alasan untuk menjaga jarak dengan masyarakat.
Keteladanan yang ditunjukkan Iwan Setiawan menjadi bukti bahwa keberhasilan seorang ASN tidak hanya diukur dari capaian kinerja, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan pelayanan yang humanis dan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.
Di tengah era birokrasi modern yang menuntut pelayanan prima, sosok seperti dirinya diharapkan dapat menginspirasi ASN lainnya untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian demi kemajuan Kabupaten Garut dan kesejahteraan masyarakat. (YSF)













Leave a Reply