![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong terlihat di lingkungan RW 12, Desa Cimanganten, Kabupaten Garut, Jawa Barat, saat warga bersama-sama melaksanakan kegiatan Minggu Bersih. Kegiatan yang digerakkan oleh Ketua RW 12, Jujun, tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya menjaga kekompakan warga di tengah kehidupan masyarakat yang semakin sibuk.
Sejak pagi, warga mulai beraktivitas di sejumlah titik lingkungan. Dengan peralatan sederhana yang dimiliki, masyarakat secara bersama-sama membersihkan kawasan permukiman, jalan lingkungan, serta bagian-bagian lingkungan yang membutuhkan perhatian.
Tidak terlihat adanya sekat antara satu warga dengan warga lainnya. Mereka bahu-membahu melakukan pekerjaan yang secara kasatmata sederhana, tetapi memiliki arti penting bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.Ada warga yang membersihkan jalan, ada yang mengumpulkan sampah, sementara sebagian lainnya membersihkan saluran air dan merapikan lingkungan sekitar permukiman.
Kegiatan tersebut menjadi pemandangan yang menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat di tingkat kampung.
Bukan Sekadar Membersihkan Lingkungan
Bagi warga RW 12, Minggu Bersih tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan membersihkan sampah atau merapikan lingkungan.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat mereka tinggal.
Ketika warga turun bersama, berbagai persoalan lingkungan dapat dibicarakan secara langsung. Hal-hal kecil yang sebelumnya mungkin luput dari perhatian dapat diketahui dan segera ditangani secara bersama-sama.
Ketua RW 12, Jujun, mengatakan dirinya mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, tingginya partisipasi warga menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan.
“Warga sangat antusias mengikuti kegiatan gotong royong. Ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan masih sangat kuat,” ujar Jujun saat di wawancarai awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya, Minggu (27/09/2026).
Ia mengatakan, kebersihan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada satu atau dua orang. Dibutuhkan kesadaran seluruh masyarakat agar lingkungan dapat terus terjaga. Menurut Jujun, lingkungan merupakan tempat bersama. Karena itu, siapa pun yang tinggal di dalamnya mempunyai tanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan.
“Lingkungan ini milik kita bersama. Jadi, menjaganya juga harus bersama-sama,” katanya.
Menjaga Tradisi Gotong Royong
Jujun menilai budaya gotong royong merupakan salah satu kekuatan masyarakat yang harus terus dipertahankan.
Di tengah perubahan zaman dan kesibukan masyarakat, tradisi bekerja bersama untuk kepentingan lingkungan menjadi sesuatu yang sangat berharga.Menurutnya, jangan sampai masyarakat hanya bertemu ketika ada persoalan. Sebaliknya, komunikasi dan kebersamaan harus dibangun dalam berbagai kegiatan positif.
Minggu Bersih menjadi salah satu sarana untuk menjaga hubungan tersebut.
“Gotong royong bukan hanya soal membersihkan lingkungan. Di dalamnya ada kebersamaan, komunikasi dan kepedulian antarwarga,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi program sesaat. Kesadaran masyarakat, menurutnya, merupakan faktor utama. Sebab, sebaik apa pun kegiatan kebersihan dilakukan, hasilnya tidak akan bertahan lama apabila setelah itu masyarakat kembali membuang sampah sembarangan.
Karena itu, Jujun mengajak masyarakat untuk tidak hanya aktif ketika kegiatan Minggu Bersih dilaksanakan, tetapi juga menjaga kebersihan dalam kehidupan sehari-hari.
Saluran Air dan Lingkungan Menjadi Perhatian
Dalam kegiatan tersebut, perhatian warga tidak hanya diarahkan kepada sampah yang terlihat di permukaan. Bagian lingkungan seperti saluran air dan area yang berpotensi menjadi tempat menumpuknya sampah juga menjadi perhatian.
Kebersihan saluran air dinilai penting karena keberadaan sampah dan material lain yang menumpuk dapat menghambat aliran air.
Dengan membersihkan lingkungan secara rutin, warga berharap berbagai potensi persoalan yang berkaitan dengan kebersihan dapat diminimalkan sejak dini.
Kegiatan seperti ini juga menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat.
Lingkungan yang bersih tentu akan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat. Anak-anak dapat bermain dengan lebih nyaman, warga dapat beraktivitas tanpa terganggu tumpukan sampah, sementara kondisi permukiman secara keseluruhan menjadi lebih tertata.
Kebersamaan Menjadi Modal Sosial
Ada hal lain yang tidak kalah penting dari kegiatan tersebut, yakni terbentuknya modal sosial masyarakat. Ketika warga bekerja bersama, hubungan antarwarga menjadi lebih dekat. Mereka dapat saling mengenal, saling membantu, dan membangun rasa kepedulian terhadap persoalan yang ada di lingkungan.
Bagi sebuah wilayah permukiman, kondisi tersebut sangat penting.Sebab, lingkungan yang baik bukan hanya ditentukan oleh kondisi fisiknya, tetapi juga oleh hubungan sosial masyarakat yang tinggal di dalamnya.
Jujun mengatakan bahwa dirinya berharap kebersamaan warga RW 12 terus dipertahankan.
Ia tidak ingin kegiatan gotong royong hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini terus dipertahankan. Jangan sampai hanya dilakukan sesekali. Kalau sudah menjadi kebiasaan, lingkungan akan lebih mudah dijaga,” ucapnya.
Dimulai dari Lingkungan Terdekat
Semangat yang ditunjukkan warga RW 12 menjadi contoh bahwa menjaga lingkungan sebenarnya dapat dimulai dari lingkup terkecil.
Tidak harus menunggu program besar.
Tidak harus menunggu datangnya bantuan atau petugas. Masyarakat dapat memulainya dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.Membersihkan jalan, merapikan halaman, mengangkat sampah, membersihkan saluran air, hingga mengingatkan sesama warga untuk tidak membuang sampah sembarangan merupakan bagian dari kepedulian tersebut.
Jika dilakukan secara konsisten, kegiatan sederhana itu dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap kualitas lingkungan. Karena itu, Minggu Bersih yang dilaksanakan warga RW 12 bukan hanya persoalan sampah dan kebersihan.
Di dalamnya terdapat pesan bahwa lingkungan yang nyaman membutuhkan keterlibatan masyarakat.
Ketua RW Apresiasi Partisipasi Warga
Jujun kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan.Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan kegiatan lingkungan.
Dia juga berharap semangat tersebut dapat ditularkan kepada generasi muda agar budaya gotong royong tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
“Terima kasih kepada seluruh warga yang sudah ikut. Mudah-mudahan kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi budaya di lingkungan kita,” katanya.
Ia menambahkan, kebersihan tidak boleh dipandang sebagai tanggung jawab pemerintah desa atau pengurus kewilayahan semata.
Masyarakat sebagai pihak yang setiap hari menggunakan dan menempati lingkungan memiliki peran yang sangat besar.Kesadaran tersebut, perlu dibangun secara terus-menerus melalui contoh nyata dan kegiatan bersama.
Gotong Royong sebagai Identitas Masyarakat
Kegiatan Minggu Bersih RW 12 akhirnya tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih bersih dan tertata.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa nilai gotong royong masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Cimanganten.
Di tengah berbagai perubahan sosial, warga masih mampu menyatukan langkah untuk melakukan sesuatu yang manfaatnya dirasakan bersama. Dari lingkungan kecil di RW 12, pesan yang muncul sebenarnya sederhana: kebersihan dimulai dari kesadaran, sementara kekuatan masyarakat tumbuh dari kebersamaan.
Ketika warga peduli terhadap lingkungan, menjaga kebersihan tidak lagi menjadi pekerjaan satu pihak. Ketika gotong royong terus hidup, berbagai persoalan di lingkungan pun memiliki peluang lebih besar untuk diselesaikan secara bersama-sama.
Minggu Bersih RW 12 menjadi salah satu gambaran nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar.
Cukup dengan kemauan untuk turun bersama, bekerja bersama, dan yang paling penting, menjaga bersama apa yang telah dibersihkan. (DIX)













Leave a Reply