![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Harapan masyarakat untuk mendapatkan infrastruktur jalan yang layak kembali disuarakan dari wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kali ini, perhatian tertuju pada ruas jalan di Kampung Babakan Jati RT 02 RW 08, Desa Gandamekar, Kecamatan Kadungora, yang panjangnya kurang lebih 300 meter dengan lebar sekitar 6 meter.
Ruas jalan tersebut disebut merupakan jalan berstatus milik Kabupaten Garut. Karena itu, Pemerintah Desa Gandamekar berharap Pemerintah Kabupaten Garut melalui instansi terkait dapat memberikan perhatian dan melakukan penanganan sesuai kewenangannya.
Kepala Desa Gandamekar, Aceng Warso, mengatakan jalan tersebut memiliki fungsi penting bagi kehidupan masyarakat. Ruas jalan itu menjadi salah satu akses yang digunakan warga untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
“Ini akses penting untuk warga. Kami berharap jalan tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Garut,” ujar Aceng Warso saat di wawancarai awak media di ruang kerjanya,Rabu (02/09/2026).
Menurutnya, kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan infrastruktur. Jalan yang memadai akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan mobilitas, sekaligus mendukung aktivitas sosial maupun perekonomian warga.
Pemerintah desa, kata Aceng, terus berupaya menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat melalui jalur pemerintahan yang ada. Namun, untuk ruas jalan yang berstatus jalan kabupaten, kewenangan penanganannya berada pada pemerintah daerah.
Oleh sebab itu, Pemkab Garut diharapkan tidak hanya menerima usulan secara administratif, tetapi juga dapat melakukan verifikasi langsung ke lapangan untuk melihat kondisi jalan dan kebutuhan masyarakat.
“Harapan kami ada tindak lanjut. Kalau memang ini jalan kabupaten, tentu kami berharap pemerintah daerah bisa melihat langsung kondisinya dan memberikan solusi,” katanya.
Menunggu Perhatian Pemerintah Daerah
Bagi masyarakat Kampung Babakan Jati, keberadaan jalan tersebut bukan sekadar infrastruktur fisik. Jalan menjadi sarana penting yang menghubungkan aktivitas warga dengan berbagai fasilitas dan wilayah di sekitarnya.
Kualitas jalan yang baik tentu akan memberikan dampak terhadap kelancaran mobilitas masyarakat. Sebaliknya, ketika kondisi jalan membutuhkan penanganan, aktivitas warga dapat ikut terdampak, khususnya bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan ruas tersebut.
Pemerintah Desa Gandamekar pun berharap aspirasi masyarakat dapat memperoleh respons konkret dari Pemkab Garut.
Namun demikian, penanganan jalan tentu harus melalui tahapan perencanaan, verifikasi teknis, penentuan skala prioritas hingga penganggaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi mengenai rencana pembangunan, tetapi juga berharap adanya kepastian dan keterbukaan mengenai tindak lanjut atas usulan tersebut.
Apabila kondisi lapangan memang membutuhkan perbaikan, masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera memasukkannya dalam prioritas penanganan sesuai kemampuan anggaran dan ketentuan yang berlaku.
Kades: Jangan Abaikan Akses Masyarakat
Aceng Warso menegaskan bahwa pemerintah desa pada prinsipnya hanya menyampaikan aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Ia berharap komunikasi antara pemerintah desa dengan pemerintah daerah dapat terus berjalan sehingga persoalan infrastruktur di wilayahnya dapat memperoleh solusi.
“Yang kami sampaikan ini aspirasi masyarakat. Kami berharap pemerintah daerah bisa memberikan perhatian karena jalan ini digunakan masyarakat dan menjadi akses penting bagi warga,” tutur Aceng.
Dengan panjang kurang lebih 300 meter dan lebar sekitar 6 meter, ruas jalan di Kampung Babakan Jati tersebut kini menanti perhatian pemerintah daerah.
Masyarakat berharap pemerintah tidak berhenti pada pendataan maupun menerima usulan, tetapi dapat memastikan kondisi jalan melalui pengecekan langsung serta menentukan langkah penanganan berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Pada akhirnya, pembangunan infrastruktur bukan hanya soal membangun jalan baru, tetapi juga memastikan jalan yang menjadi akses masyarakat dapat berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
Kini bola berada di tangan Pemerintah Kabupaten Garut. Masyarakat Kampung Babakan Jati menunggu apakah harapan terhadap perbaikan ruas jalan kabupaten tersebut akan segera mendapat jawaban dan tindakan nyata. (YSF)














Leave a Reply