Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Pasar Rakyat RW 12 Cimanganten Resmi Dibuka, Jujun: Cermin Budaya Kebersamaan dan Momentum Bangkitkan UMKM Warga

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Suasana penuh kebersamaan dan semangat ekonomi kerakyatan mewarnai pembukaan Pasar Rakyat RW 12 Desa Cimanganten, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kegiatan yang digagas sebagai ruang kreativitas masyarakat tersebut mendapat sambutan luar biasa dari warga setempat.

Sejak hari pembukaan, masyarakat tampak antusias menghadiri kegiatan yang menghadirkan berbagai produk unggulan warga, mulai dari kuliner khas, makanan ringan, minuman, hingga berbagai hasil usaha kreatif masyarakat. Tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, Pasar Rakyat RW 12 juga menjadi ruang silaturahmi dan memperkuat hubungan sosial antarwarga.

Ketua RW 12 Desa Cimanganten, Jujun, mengatakan bahwa penyelenggaraan Pasar Rakyat memiliki makna yang lebih luas dibandingkan sekadar kegiatan perdagangan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kebersamaan warga dalam membangun lingkungan yang produktif dan mandiri.

“Pasar Rakyat ini bukan hanya tentang jual beli, tetapi menjadi cermin budaya masyarakat kita. Di dalamnya ada nilai gotong royong, kebersamaan, kreativitas, dan kepedulian untuk saling mendukung,” ujar Jujun saat pembukaan kegiatan.

Ia menjelaskan, ide menghadirkan Pasar Rakyat berawal dari keinginan bersama untuk memberikan ruang kepada masyarakat, khususnya para pelaku UMKM di lingkungan RW 12 dan sekitarnya, agar memiliki tempat untuk memperkenalkan serta memasarkan produk usaha mereka.

“Kami melihat banyak warga yang memiliki usaha kecil dan produk yang bagus, namun terkadang membutuhkan tempat untuk mengenalkan produknya. Melalui Pasar Rakyat ini, kami ingin memberikan kesempatan agar UMKM warga semakin berkembang,” jelasnya.

Menurut Jujun, keberadaan UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Dengan adanya kegiatan seperti Pasar Rakyat, para pelaku usaha kecil dapat bertemu langsung dengan konsumen serta membangun jaringan pemasaran yang lebih luas.

“Kebangkitan ekonomi masyarakat bisa dimulai dari lingkungan terkecil. Jika warga saling mendukung produk lokal, maka dampaknya akan kembali kepada masyarakat itu sendiri,” katanya.

Kolaborasi Warga dan Karang Taruna

Dalam pelaksanaan Pasar Rakyat RW 12 tersebut, Jujun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut berkontribusi, terutama warga, Karang Taruna Desa Cimanganten, serta berbagai unsur masyarakat yang bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia menilai keberhasilan kegiatan tersebut tidak lepas dari semangat kolaborasi dan kerja sama yang baik antarwarga.

“Ini adalah hasil kerja bersama. Tidak mungkin kegiatan seperti ini berjalan dengan baik tanpa dukungan semua pihak. Mulai dari panitia, pemuda, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, hingga warga yang ikut meramaikan,” ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki potensi besar apabila diberikan ruang untuk berkreasi dan berpartisipasi dalam kegiatan positif.

“Kami ingin membangun budaya bahwa setiap warga memiliki peran dalam kemajuan lingkungan. Tidak hanya pemerintah, tetapi masyarakat juga bisa menjadi penggerak perubahan,” tambahnya.

Warga Sambut Antusias Kehadiran Pasar Rakyat

Pembukaan Pasar Rakyat RW 12 mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga yang hadir untuk menikmati suasana kegiatan sekaligus mendukung para pelaku UMKM yang ikut berjualan.

Berbagai stan usaha tampak dipenuhi pengunjung yang ingin mencicipi produk-produk lokal. Kehadiran pasar rakyat tersebut memberikan suasana berbeda bagi lingkungan RW 12 karena warga dapat berkumpul dalam suasana yang penuh keakraban.

Sejumlah warga mengapresiasi langkah Ketua RW 12 bersama masyarakat yang menghadirkan kegiatan tersebut. Mereka menilai Pasar Rakyat memberikan manfaat ganda, yakni mempererat silaturahmi sekaligus membantu meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil.

“Kegiatan seperti ini sangat positif. Warga bisa berkumpul, anak-anak juga bisa menikmati suasana, sementara pelaku UMKM mendapatkan tempat untuk berjualan,” ujar salah seorang warga saat di wawancarai awak media,Sabtu (01/08/2026).

Harapan Menjadi Agenda Berkelanjutan

Jujun berharap Pasar Rakyat RW 12 tidak berhenti pada kegiatan perdana, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi agenda rutin yang memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Ia berharap ke depan semakin banyak pelaku UMKM yang terlibat dan semakin banyak produk lokal yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat luas.

“Kami ingin Pasar Rakyat ini menjadi wadah yang terus tumbuh. Semoga ke depan semakin banyak warga yang ikut berpartisipasi dan semakin banyak UMKM yang berkembang,” tuturnya.

Selain aspek ekonomi, Jujun juga menekankan pentingnya menjaga nilai budaya dan kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Sunda, khususnya budaya gotong royong dan saling membantu.

“Ekonomi bisa tumbuh ketika masyarakatnya kompak. Budaya kebersamaan inilah yang harus terus kita jaga,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya Pasar Rakyat RW 12 Desa Cimanganten, masyarakat menunjukkan bahwa gerakan ekonomi tidak selalu harus dimulai dari skala besar. Melalui langkah sederhana berbasis lingkungan, semangat gotong royong mampu menciptakan ruang pemberdayaan yang berdampak langsung bagi warga.

Pasar Rakyat RW 12 pun menjadi bukti bahwa kreativitas, kebersamaan, dan kepedulian masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam membangun ekonomi lokal serta mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat. (GAL)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *