![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Upaya membangun budaya disiplin dan karakter positif peserta didik sejak usia dini terus diperkuat oleh satuan pendidikan di Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Tiga sekolah dasar yakni SDN 3 Sukamentri, SDN 4 Sukamentri, dan SDN 5 Sukamentri, menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung penerapan kebijakan jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB.
Sementara kebijakan tersebut dipandang bukan hanya sebagai perubahan waktu kedatangan siswa, tetapi sebagai bagian dari strategi membangun kebiasaan baik, meningkatkan kedisiplinan, serta menciptakan generasi yang memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan.
Kesiapan tersebut diperlihatkan melalui kegiatan sosialisasi yang melibatkan unsur kepala sekolah, komite sekolah, guru, serta para orang tua siswa. Kegiatan itu menjadi ruang komunikasi bersama untuk memberikan pemahaman mengenai tujuan, manfaat, sekaligus langkah-langkah yang perlu dilakukan agar penerapan jam masuk sekolah lebih awal dapat berjalan dengan baik.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SDN 3 Sukamentri Hj. Imas Jamilah, S.Pd., Kepala SDN 4 Sukamentri Encep Nana Setiawan, S.Pd., Kepala SDN 5 Sukamentri Taufik Rusydi, S.Pd., M.Pd., Ketua Komite Sekolah Ahmad Ismail, serta para perwakilan orang tua siswa dari masing-masing sekolah.
Dalam sosialisasi tersebut, pihak sekolah menjelaskan bahwa kebiasaan datang ke sekolah lebih pagi memiliki banyak manfaat bagi perkembangan peserta didik. Selain melatih kedisiplinan waktu, kebiasaan tersebut juga dapat membentuk pola hidup yang lebih teratur serta meningkatkan kesiapan anak dalam mengikuti proses pembelajaran.
Para kepala sekolah menyampaikan bahwa waktu pagi merupakan momentum yang sangat baik untuk kegiatan belajar. Pada pagi hari, kondisi fisik dan pikiran siswa masih dalam keadaan segar sehingga mereka lebih mudah berkonsentrasi dalam menerima materi pelajaran.
“Kebijakan masuk sekolah pukul 06.30 WIB bukan hanya tentang datang lebih awal, tetapi bagaimana membangun kebiasaan positif kepada anak-anak. Mereka akan belajar menghargai waktu, memiliki tanggung jawab, serta terbiasa menjalankan aktivitas secara teratur,” ungkap pihak sekolah.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya dilihat dari nilai akademik, tetapi juga dari karakter dan sikap peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Karakter seperti disiplin, mandiri, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan harus dibangun melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten sejak sekolah dasar.
Pembiasaan Pagi Jadi Bagian dari Pendidikan Karakter
Dalam penerapan kebijakan tersebut, sekolah juga telah menyiapkan berbagai kegiatan pembiasaan sebelum pembelajaran dimulai. Kegiatan pagi akan diisi dengan penyambutan siswa oleh guru, doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya maupun lagu-lagu nasional, pengecekan kebersihan lingkungan sekolah, serta kegiatan fisik ringan seperti senam untuk menjaga kebugaran peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, sekolah ingin menciptakan suasana belajar yang lebih positif dan menyenangkan. Anak-anak diharapkan tidak hanya datang ke sekolah untuk mengikuti pelajaran, tetapi juga mendapatkan pengalaman pendidikan karakter yang membentuk kepribadian mereka.
Selain itu, siswa akan dibimbing untuk memiliki kebiasaan mempersiapkan perlengkapan sekolah sejak malam hari, mengatur waktu tidur, serta membangun kesiapan diri sebelum berangkat ke sekolah.
Kebiasaan sederhana tersebut diyakini mampu meningkatkan kemandirian anak dan mengurangi kebiasaan terburu-buru saat pagi hari.
Orang Tua Dilibatkan dalam Keberhasilan Program
Penerapan jam masuk sekolah lebih awal juga mendapat dukungan dari para orang tua siswa. Dalam kegiatan sosialisasi, para orang tua menyampaikan kesiapan untuk menyesuaikan pola kehidupan keluarga, terutama dalam mengatur waktu istirahat anak agar tetap mendapatkan tidur yang cukup.
Mereka memahami bahwa perubahan kebiasaan membutuhkan proses, namun tujuan utama kebijakan tersebut adalah memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak.
“Yang terpenting adalah kerja sama antara sekolah dan keluarga. Kami sebagai orang tua akan berusaha membiasakan anak tidur lebih awal, bangun pagi, sarapan, dan mempersiapkan kebutuhan sekolah sebelum berangkat,” ujar salah seorang orang tua siswa saat di mintai keterangan awak media, Sabtu (01/08/2026).
Para orang tua juga berharap komunikasi antara pihak sekolah dan keluarga terus berjalan dengan baik selama masa adaptasi penerapan kebijakan tersebut.
Manfaat bagi Ketertiban dan Keamanan
Selain berdampak terhadap pembentukan karakter siswa, kebijakan masuk sekolah pukul 06.30 WIB juga dinilai memberikan manfaat dari sisi ketertiban perjalanan menuju sekolah.
Dengan waktu keberangkatan yang lebih pagi, potensi kepadatan kendaraan pada jam sibuk dapat berkurang. Hal tersebut memberikan kenyamanan bagi siswa maupun orang tua yang mengantar anak ke sekolah.
Pihak sekolah berharap kebijakan ini mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
Komite Sekolah Dorong Kolaborasi Bersama
Ketua Komite Sekolah Ahmad Ismail menegaskan bahwa keberhasilan penerapan kebijakan tersebut sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak.
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan formal, namun pembentukan karakter anak juga sangat dipengaruhi oleh kebiasaan yang dibangun di lingkungan keluarga.
“Kolaborasi antara sekolah dan orang tua menjadi kunci utama. Jika semua pihak memiliki komitmen yang sama, maka kebijakan ini akan memberikan hasil yang baik bagi perkembangan anak-anak,” katanya.
Ia mengajak seluruh orang tua untuk terus memberikan dukungan dan memahami bahwa kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan serta membangun generasi yang lebih baik.
Lurah Sukamentri Apresiasi Langkah Sekolah
Sementara itu, Lurah Sukamentri, Wijiyono, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap kesiapan SDN 3 Sukamentri, SDN 4 Sukamentri, dan SDN 5 Sukamentri dalam mendukung penerapan jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis dalam membangun budaya disiplin dan karakter positif masyarakat sejak tingkat pendidikan dasar.
“Kami sangat mengapresiasi langkah sekolah, komite, serta para orang tua yang telah bersinergi mendukung kebijakan ini. Pendidikan karakter harus dimulai sejak dini, dan kebiasaan datang tepat waktu merupakan bagian dari pembentukan sikap tanggung jawab anak,” ujar Wijiyono.
Ia menilai keberhasilan program pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Ketika sekolah, orang tua, dan pemerintah dapat berjalan bersama, maka berbagai program pendidikan akan lebih mudah mencapai tujuan. Kami berharap kebijakan ini membawa dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kelurahan Sukamentri,” tambahnya.
Komitmen Wujudkan Generasi Berkualitas
Melalui sosialisasi dan kesiapan yang telah dilakukan, SDN 3 Sukamentri, SDN 4 Sukamentri, dan SDN 5 Sukamentri menegaskan komitmennya untuk mendukung kebijakan yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
Pihak sekolah optimistis penerapan jam masuk pukul 06.30 WIB dapat menjadi awal dari perubahan positif dalam membangun kebiasaan siswa yang lebih disiplin, mandiri, sehat, serta memiliki semangat belajar tinggi.
Dengan dukungan guru, komite sekolah, orang tua, pemerintah kelurahan, dan seluruh warga sekolah, kebijakan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi aturan waktu masuk sekolah, tetapi menjadi gerakan bersama dalam mencetak generasi muda yang berkarakter kuat dan siap menghadapi masa depan. (DIX)














Leave a Reply