Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Kadinkes Garut dr. Hj. Leli Yuliani, M.M.: Penurunan AKI dan AKB Jadi Prioritas, Kualitas Pelayanan Kesehatan Terus Diperkuat

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Pemerintah Kabupaten Garut,Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Garut terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang masih menjadi tantangan serius di sektor kesehatan daerah.

Berbagai langkah strategis terus dilakukan secara intensif dengan melibatkan seluruh fasilitas kesehatan, tenaga medis, bidan desa, hingga kader kesehatan masyarakat agar pelayanan terhadap ibu hamil, ibu melahirkan, dan bayi dapat berjalan lebih optimal.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Hj. Leli Yuliani, M.M., menegaskan bahwa penurunan AKI dan AKB menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Garut dalam membangun kualitas kesehatan masyarakat yang lebih baik dan merata.

Menurutnya, persoalan kematian ibu dan bayi bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan semata, namun membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk keluarga dan masyarakat dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak.

“Penanganan AKI dan AKB harus dilakukan secara serius, cepat, dan berkesinambungan. Karena itu kami terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan, baik rumah sakit, puskesmas, pustu maupun pelayanan kesehatan di tingkat desa,” ujar dr. Hj. Leli Yuliani, Senin (08/06/2026).

Ia menjelaskan, Kabupaten Garut memiliki wilayah geografis yang cukup luas dengan kondisi yang beragam. Beberapa daerah masih menghadapi tantangan akses layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil dan pegunungan. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang harus mendapat perhatian khusus dalam penanganan kesehatan ibu dan anak.

Karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut memberikan ruang kepada para tenaga kesehatan, khususnya bidan di lapangan, untuk menerapkan strategi yang paling sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.

“Setiap wilayah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Maka kami memberikan keleluasaan kepada para bidan dan petugas kesehatan untuk memakai strategi masing-masing, karena mereka yang paling memahami kondisi masyarakat di wilayah kerjanya,” katanya.

Menurut Leli, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penanganan saat persalinan, tetapi juga dimulai sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan rutin, edukasi kesehatan, pemenuhan gizi ibu hamil, serta deteksi dini terhadap risiko komplikasi kehamilan.

Selain itu, Dinkes Garut juga terus memperkuat sistem rujukan bagi ibu hamil yang memiliki risiko tinggi agar penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

“Kami ingin memastikan bahwa ibu hamil mendapatkan pelayanan yang maksimal sejak awal kehamilan hingga pasca persalinan. Deteksi dini sangat penting agar potensi risiko bisa segera ditangani sebelum menjadi kondisi yang membahayakan,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan juga terus dilakukan melalui berbagai pelatihan dan pembinaan teknis agar kualitas pelayanan semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dalam upaya mempercepat penurunan AKI dan AKB, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin di fasilitas kesehatan.

dr. Hj. Leli Yuliani menilai masih ada sebagian masyarakat yang kurang memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan selama masa kehamilan, sehingga kondisi risiko sering terlambat diketahui.

“Kami terus mengedukasi masyarakat agar ibu hamil rutin memeriksakan kesehatannya. Kesadaran keluarga juga sangat penting untuk mendukung keselamatan ibu dan bayi,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program penurunan AKI dan AKB memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, aparat kewilayahan, serta masyarakat secara luas.

Pihaknya optimistis, melalui penguatan pelayanan kesehatan dan kolaborasi lintas sektor, angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Garut dapat ditekan secara bertahap.

“Kesehatan ibu dan anak adalah investasi masa depan daerah dan bangsa. Karena itu kami akan terus bekerja maksimal agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang semakin baik, cepat, dan berkualitas,” pungkasnya.

Upaya serius yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi ibu dan anak, sekaligus mendukung lahirnya generasi masa depan yang sehat, kuat, dan berkualitas. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *