Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Kapolsek Sukawening AKP Budiman Suhardiana, S.H.: “Kami Senantiasa Solid dan Bersinergi Bersama BPP, Poktan, serta Bulog”, Polri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional dari Sawah hingga Kawal Distribusi Bahan Pokok Demi Wujudkan Swasembada

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Ketahanan pangan menjadi salah satu program strategis nasional yang terus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Dalam mewujudkan target swasembada pangan, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor utama keberhasilan. Tidak hanya pemerintah pusat dan daerah, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) juga mengambil peran aktif dalam mengawal setiap tahapan pembangunan sektor pertanian, mulai dari proses produksi di tingkat petani hingga distribusi hasil panen kepada masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata oleh jajaran Polsek Sukawening, Polres Garut, yang terus membangun sinergitas bersama Badan Penyuluhan Pertanian (BPP), kelompok tani (Poktan), serta Perum Bulog dalam mendukung peningkatan produksi pangan sekaligus menjaga stabilitas distribusi bahan pokok di wilayah Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Kapolsek Sukawening, AKP Budiman Suhardiana, S.H., menegaskan bahwa Polri memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat dalam mendukung program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Menurutnya, ketahanan pangan bukan hanya menjadi urusan petani atau instansi pertanian semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

“Kami senantiasa solid dan bersinergi bersama BPP, kelompok tani, serta Bulog. Kehadiran Polri bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memastikan program ketahanan pangan nasional berjalan optimal demi terwujudnya swasembada pangan yang menjadi cita-cita bersama,” ujar AKP Budiman Suhardiana saat di wawancarai awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya,Senin (27/07/2026) malam.

Ia menjelaskan bahwa personel Polsek Sukawening secara rutin turun langsung ke lapangan mendampingi berbagai kegiatan pertanian. Mulai dari monitoring musim tanam, pengecekan kondisi lahan, pengawasan proses panen, hingga mendukung penyerapan gabah oleh Bulog agar hasil kerja keras petani memperoleh kepastian pasar.

Menurut AKP Budiman, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh tingginya hasil produksi, tetapi juga oleh kelancaran distribusi dan kepastian harga yang menguntungkan petani.

Karena itu, Polri terus membangun komunikasi yang intensif dengan penyuluh pertanian, pemerintah desa, kelompok tani, dan Bulog agar setiap persoalan yang muncul dapat segera diatasi melalui koordinasi yang baik.

“Kami ingin memastikan petani merasa aman dalam bekerja. Kami juga ingin memastikan hasil panen mereka dapat terserap dengan baik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para petani,” katanya.

Dalam pelaksanaan di lapangan, BPP memiliki peran penting memberikan pendampingan teknis kepada petani melalui penyuluhan mengenai pola tanam, penggunaan benih unggul, pengendalian hama, hingga penerapan teknologi pertanian yang lebih modern dan efisien. Sedangkan kelompok tani menjadi ujung tombak keberhasilan produksi pertanian karena mereka yang secara langsung mengelola lahan serta melaksanakan seluruh proses budidaya.

Sementara,Bulog memiliki fungsi strategis dalam menyerap gabah hasil panen petani sebagai bagian dari upaya menjaga cadangan pangan pemerintah sekaligus memberikan kepastian harga kepada petani.

Polri hadir sebagai pengawal yang memastikan seluruh rangkaian proses tersebut berjalan aman, tertib, dan kondusif.

AKP Budiman menilai sinergi yang selama ini dibangun telah memberikan dampak positif terhadap semangat petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Ia mengatakan, komunikasi yang baik antarinstansi mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di lapangan, mulai dari distribusi sarana produksi pertanian hingga pengangkutan hasil panen menuju gudang Bulog.

Selain itu, kehadiran anggota kepolisian dalam kegiatan pertanian juga menjadi bentuk dukungan moral bagi masyarakat desa yang sebagian besar menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.

“Petani merupakan pahlawan pangan bangsa. Apa yang mereka tanam hari ini akan menjadi kebutuhan masyarakat di masa mendatang. Karena itu mereka harus mendapatkan dukungan dari semua pihak,” ungkapnya.

Kabupaten Garut sendiri dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi pertanian yang sangat besar di Jawa Barat. Berbagai komoditas seperti padi, jagung, sayuran, hingga hortikultura menjadi andalan masyarakat dalam menopang perekonomian daerah.

Potensi tersebut harus terus dijaga melalui kerja sama yang erat antara pemerintah, aparat keamanan, penyuluh pertanian, Bulog, dan para petani agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional.

Lebih jauh, AKP Budiman menegaskan bahwa Polri akan terus mendukung setiap kebijakan pemerintah yang berpihak kepada kepentingan masyarakat, termasuk berbagai program peningkatan produksi pangan yang saat ini menjadi prioritas nasional.

Menurutnya, keberhasilan mewujudkan swasembada pangan akan berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi, pengendalian inflasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga lahan pertanian agar tetap produktif, tidak mudah dialihfungsikan, serta terus menumbuhkan semangat gotong royong dalam membangun sektor pertanian yang kuat dan berkelanjutan.

“Apabila seluruh elemen bangsa bersatu, saling mendukung, dan bekerja sama, kami optimistis cita-cita mewujudkan swasembada pangan nasional dapat tercapai. Polri akan selalu hadir sebagai mitra masyarakat, mengawal pembangunan, menjaga keamanan, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan petani melalui penguatan ketahanan pangan,” tegasnya.

Dengan semangat Presisi yang diusung Polri, jajaran Polsek Sukawening berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi bersama BPP, kelompok tani, Bulog, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya. 

Di sisi lain,sinergitas tersebut diharapkan mampu menciptakan sektor pertanian yang semakin maju, produktif, dan berdaya saing sehingga ketahanan pangan nasional semakin kokoh serta swasembada pangan dapat terwujud demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. (DIX)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *