![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Pemerintah Kabupaten Garut,Jawa Barat terus menerus gencar menunjukkan komitmennya dalam membangun dunia pendidikan yang bersih, profesional, dan berintegritas. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Garut, Dr.H, Abdusy Syakur Amin,M.Eng,.IPU yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang jujur, transparan, serta bebas dari praktik pungutan liar (pungli), korupsi, dan gratifikasi.
Menurut Bupati Garut, pendidikan merupakan pondasi utama dalam menciptakan generasi unggul dan berkualitas. Oleh sebab itu, seluruh proses penerimaan murid baru harus berjalan sesuai aturan, tanpa adanya praktik-praktik yang dapat mencederai rasa keadilan masyarakat.
“SPMB bukan hanya soal penerimaan siswa baru, tetapi menyangkut masa depan generasi muda Kabupaten Garut. Karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar bersih, transparan, objektif, dan bebas dari segala bentuk pungli maupun titipan,” ujar Bupati Garut, Kamis (04/06/2026).
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Garut tidak akan memberikan ruang terhadap oknum-oknum yang mencoba memanfaatkan momentum penerimaan siswa baru untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Bupati juga mengingatkan seluruh jajaran pendidikan, mulai dari dinas terkait, kepala sekolah, panitia penerimaan siswa baru, hingga tenaga pendidik agar menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.
“Jangan sampai dunia pendidikan dicederai oleh praktik gratifikasi, suap, atau pungutan liar. Pendidikan harus menjadi ruang yang bersih dan adil bagi seluruh anak bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat, khususnya para orang tua calon siswa, agar tidak tergoda menggunakan jalur-jalur yang melanggar aturan demi memasukkan anaknya ke sekolah tertentu.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak ditentukan hanya oleh sekolah favorit, tetapi juga oleh semangat belajar, dukungan keluarga, dan kualitas karakter anak didik itu sendiri.
“Jangan pernah memberikan uang, hadiah, atau imbalan apa pun untuk mempengaruhi proses penerimaan siswa. Mari kita bangun budaya pendidikan yang sehat dan bermartabat,” katanya.
Bupati Garut menilai bahwa keberhasilan menciptakan SPMB yang bersih membutuhkan dukungan semua pihak. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat, tokoh pendidikan, aparat penegak hukum, media massa, dan lembaga pengawasan.
Ia pun berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam melakukan pengawasan serta berani melaporkan apabila menemukan adanya dugaan pelanggaran selama proses penerimaan murid baru berlangsung.
“Kalau ada praktik pungli, intimidasi, percaloan, atau bentuk penyimpangan lainnya, segera laporkan. Kita ingin memastikan bahwa seluruh anak di Garut mendapatkan hak pendidikan secara adil dan setara,” ujarnya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Garut juga terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai program strategis, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana sekolah, penguatan kualitas tenaga pendidik, hingga pengembangan pendidikan berbasis karakter dan teknologi.
Menurut Bupati, pendidikan yang berkualitas merupakan salah satu kunci penting dalam mewujudkan visi Garut Hebat yang lebih maju, unggul, sejahtera, dan bermartabat.
“Melalui pendidikan yang bersih dan berkualitas, kita ingin mencetak generasi muda Garut yang cerdas, berakhlak, kompetitif, dan mampu menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut akan terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan SPMB di seluruh wilayah guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan semangat kebersamaan, transparansi, dan integritas, Bupati Garut optimistis pelaksanaan SPMB tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan mampu memberikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat.
“Mari sukseskan SPMB transparan, bebas pungli, dan berintegritas demi menuju Garut Hebat yang lebih maju dan bermartabat,” pungkasnya. (*)















Leave a Reply