![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Peringatan Hari Bumi Sedunia 2026 menjadi momentum penting untuk kembali menggugah kesadaran masyarakat terhadap kondisi lingkungan yang kian memprihatinkan. Dalam semangat tersebut, Manager PT Alam Indah Lestari, Aminta Kaban, menyampaikan ajakan kuat kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya memperingati, tetapi juga mengambil langkah konkret dalam menjaga kelestarian alam.
Dalam pernyataannya, Aminta Kaban menegaskan bahwa Hari Bumi bukan sekadar agenda tahunan yang bersifat simbolik, melainkan sebuah pengingat global akan tanggung jawab bersama dalam merawat planet yang menjadi tempat hidup seluruh makhluk.
“Selamat Hari Bumi Sedunia. Pada tanggal 22 April 2026, mari kita sambut bersama dengan cara melestarikan alam dan lingkungan. Kepedulian terhadap bumi harus dimulai dari diri sendiri dan diwujudkan dalam tindakan nyata,” ungkapnya saat di mintai keterangan oleh awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya, Minggu (19/04/2026).
Ia menyoroti berbagai persoalan lingkungan yang saat ini semakin kompleks, mulai dari pencemaran air dan udara, meningkatnya volume sampah plastik, kerusakan hutan, hingga ancaman perubahan iklim. Menurutnya, jika tidak segera ditangani secara serius dan berkelanjutan, dampaknya akan dirasakan langsung oleh generasi mendatang.
Aminta juga menekankan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau sektor industri semata, melainkan menjadi kewajiban seluruh lapisan masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk memulai dari hal-hal sederhana namun berdampak besar, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, menanam pohon, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
“Langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama akan menghasilkan perubahan besar. Jangan menunggu kebijakan besar untuk mulai peduli, karena setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam,” tegasnya.
Sebagai bagian dari komitmen perusahaan, PT Alam Indah Lestari (AIL) terus aktif menjalankan berbagai program yang berorientasi pada pelestarian lingkungan. Kegiatan tersebut meliputi penghijauan, edukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah, hingga penerapan sistem pengolahan sampah yang berkelanjutan.
Menurut Amin, dunia usaha memiliki peran strategis dalam menciptakan perubahan positif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, pihaknya berupaya mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam setiap aktivitas perusahaan.
“Perusahaan tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan. Kami berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari solusi dalam menjaga bumi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam gerakan pelestarian lingkungan. Menurutnya, generasi muda memiliki energi, kreativitas, serta akses informasi yang luas untuk mendorong perubahan menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
“Kesadaran harus dibangun sejak dini. Generasi muda adalah harapan masa depan, dan mereka harus dibekali dengan pemahaman serta kepedulian terhadap lingkungan agar mampu menjadi agen perubahan,” tambahnya.
Momentum Hari Bumi Sedunia 2026 diharapkan tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga menjadi titik awal bagi kolaborasi yang lebih kuat antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Di tengah berbagai tantangan global yang dihadapi, Aminta Kaban mengajak semua pihak untuk kembali menyadari bahwa bumi adalah satu-satunya rumah yang dimiliki bersama. Ia berharap semangat Hari Bumi dapat menjadi pemicu lahirnya aksi-aksi nyata yang berkelanjutan.
“Bumi adalah warisan untuk anak cucu kita. Menjaganya bukan pilihan, tetapi keharusan. Mari kita jadikan Hari Bumi ini sebagai momentum perubahan menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari,” (DIX)
