Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Manajer Pelaksana Harian PT AIL, Aminta Ka’ban: Libur Panjang Akhir Juni 2026, TWA Gunung Papandayan Diserbu Ribuan Wisatawan

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Momentum libur panjang akhir bulan Juni 2026 membawa berkah tersendiri bagi sektor pariwisata di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Salah satu destinasi wisata alam yang menjadi pusat perhatian wisatawan yakni Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan yang berada diantara dua wilayah yaitu, Desa Karamatwangi dan Desa Sirnajaya di Kecamatan Cisurupan.

Sejak memasuki masa libur panjang, kawasan wisata pegunungan yang terkenal dengan panorama alamnya itu dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Arus kendaraan wisatawan terlihat ramai memadati jalur menuju kawasan Gunung Papandayan sejak pagi hari.

Manajer Pelaksana Harian PT AIL, Amin Ka’ban mengatakan, lonjakan kunjungan wisatawan sudah terlihat sejak awal libur panjang. Menurutnya, mayoritas wisatawan datang dari wilayah Bandung, Jakarta, Banten, Tasikmalaya, hingga sejumlah kota lainnya di Jawa Barat.

“Alhamdulillah, selama libur panjang akhir Juni tahun 2026 ini kunjungan wisatawan ke Gunung Papandayan mengalami peningkatan cukup signifikan. Hampir setiap hari kawasan wisata dipenuhi pengunjung yang ingin menikmati suasana alam pegunungan,” ujar Aminta Ka’ban saat di wawancarai awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya, Minggu (31/05/2026).

Ia menjelaskan, Gunung Papandayan masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan karena memiliki berbagai keunggulan wisata alam yang lengkap. Selain menawarkan udara yang sejuk, kawasan tersebut juga memiliki jalur pendakian yang relatif ramah bagi wisatawan pemula maupun keluarga.

“Banyak wisatawan memilih Gunung Papandayan karena aksesnya cukup mudah, jalur hiking-nya aman untuk pemula, dan pemandangan alamnya sangat indah. Mulai dari kawah aktif, hamparan edelweiss, Hutan Mati, hingga panorama sunrise menjadi daya tarik utama,” katanya.

Menurut Aminta, wisatawan yang datang tidak hanya sekadar melakukan pendakian, tetapi juga menikmati berbagai aktivitas wisata lainnya seperti berkemah, berburu foto alam, menikmati pemandian air panas, hingga wisata edukasi lingkungan.

“Sekarang tren wisata alam memang semakin diminati masyarakat. Banyak pengunjung yang datang bersama keluarga maupun komunitas untuk sekadar healing dan menikmati suasana pegunungan,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung, pihak pengelola TWA Gunung Papandayan telah melakukan berbagai langkah antisipasi. Mulai dari penambahan personel keamanan dan petugas lapangan, pengaturan parkir kendaraan, hingga pengawasan ketat di jalur pendakian dan area wisata.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada para wisatawan. Keselamatan, kenyamanan, dan kebersihan kawasan wisata menjadi prioritas utama selama musim libur panjang ini,” tegasnya.

Selain itu, pihak pengelola juga mengimbau kepada seluruh pengunjung agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan mematuhi aturan yang berlaku di kawasan konservasi alam Gunung Papandayan.

“Kami berharap wisatawan ikut menjaga kelestarian alam dengan tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga fasilitas yang ada. Keindahan Gunung Papandayan harus tetap kita rawat bersama,” tambahnya.

Ramainya kunjungan wisatawan selama libur panjang juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar kawasan wisata. Para pedagang makanan dan minuman, jasa ojek wisata, penyewaan perlengkapan camping, hingga pelaku UMKM lokal merasakan peningkatan pendapatan dibanding hari biasa.

Salah seorang pedagang di kawasan wisata, Yayah (45), mengaku bersyukur dengan meningkatnya jumlah wisatawan selama musim liburan. Dagangannya berupa makanan ringan dan minuman hangat laris dibeli pengunjung.

“Alhamdulillah sekarang ramai sekali. Pengunjung banyak yang mampir beli kopi, mie instan, dan makanan ringan. Pendapatan jelas meningkat dibanding hari biasa,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Rian (31), wisatawan asal Bandung yang datang bersama keluarganya untuk menikmati suasana liburan di Gunung Papandayan. Ia mengaku sengaja memilih destinasi wisata alam karena ingin melepas penat setelah rutinitas pekerjaan.

“Tempatnya nyaman, udaranya sejuk dan pemandangannya luar biasa. Anak-anak juga senang karena bisa melihat langsung kawah dan suasana pegunungan,” katanya.

Menurut Rian, Gunung Papandayan memiliki daya tarik tersendiri dibanding destinasi wisata lain karena menawarkan perpaduan antara wisata petualangan dan wisata keluarga.

“Di sini cocok untuk semua kalangan. Mau hiking bisa, camping bisa, atau sekadar menikmati alam juga sangat cocok,” tambahnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Garut terus mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Tingginya minat wisatawan terhadap destinasi wisata alam seperti Gunung Papandayan dinilai menjadi peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gunung Papandayan sendiri hingga kini tetap menjadi salah satu ikon wisata unggulan Kabupaten Garut yang selalu ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat musim libur panjang, akhir pekan, maupun momen hari besar nasional.

Dengan keindahan alam yang masih terjaga serta fasilitas wisata yang terus dikembangkan, TWA Gunung Papandayan diprediksi akan terus menjadi magnet wisata unggulan di Jawa Barat dan Indonesia. (DIX)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *