Saman (57) Tegaskan Komitmen: Jaket Kulit Garut Harus Naik Kelas dan Dihargai karena Kualitas

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Industri kulit di Garut, Jawa Barat bukan sekadar cerita lama tentang sentra kerajinan tradisional. Di tangan para pelaku usaha yang konsisten menjaga mutu, industri ini terus bergerak maju. Salah satunya adalah Saman (57), pemilik Saman Jaket Kulit Garut, yang menegaskan komitmennya memperkuat posisi sebagai penjahit jaket kulit kostum profesional sekaligus mengangkat kualitas pengrajin lokal ke level nasional.

Di usia yang tidak lagi muda, Saman justru semakin vokal berbicara tentang pentingnya menjaga standar. Baginya, jaket kulit bukan sekadar produk fesyen, melainkan identitas dan kebanggaan daerah.

“Kami tidak ingin dikenal hanya karena harga murah. Kami ingin dikenal karena kualitas. Jaket kulit Garut harus punya standar tinggi dan dihargai secara pantas,” tegas Saman saat ditemui di workshop-nya.

Berangkat dari Nol, Bertahan dengan Kualitas

Saman mengaku memulai usaha dari skala kecil, mengandalkan keahlian menjahit dan jaringan pelanggan dari mulut ke mulut. Di masa awal, tantangan terbesar adalah membangun kepercayaan konsumen.

Menurutnya, kunci bertahan bukanlah perang harga, melainkan konsistensi kualitas.

“Kalau kualitas kita jaga, pelanggan akan kembali. Tapi kalau sekali saja mengecewakan, nama baik bisa rusak,” ujarnya.

Ia memilih membatasi jumlah pesanan demi memastikan setiap jaket melalui proses pengerjaan detail dan pengawasan ketat.

Sistem Custom Jadi Kekuatan Utama

Berbeda dengan produk massal yang dibuat berdasarkan ukuran standar, Saman menekankan konsep custom atau kostum sesuai permintaan pelanggan. 

Menurut Saman, setiap jaket diproduksi berdasarkan ukuran tubuh pemesan secara detail.

Prosesnya meliputi:

Konsultasi desain dan kebutuhan pemakaian.

Pemilihan jenis kulit dan warna.

Pengukuran presisi.

Pembuatan pola khusus.

Tahap jahit dan finishing dengan quality control.

Pendekatan ini membuat setiap jaket memiliki karakter unik dan eksklusif.

“Orang pakai jaket kulit itu ingin tampil beda. Jadi memang harus dibuat sesuai tubuh dan selera masing-masing,” jelasnya.

Bahan Premium Jadi Prinsip

Saman menegaskan, kualitas bahan tidak boleh ditawar. Ia hanya menggunakan kulit asli pilihan seperti kulit domba premium dan kulit sapi berkualitas tinggi.

“Kulit itu investasi. Kalau bahannya bagus dan dijahit benar, bisa dipakai bertahun-tahun. Itu yang kami jaga,” katanya.

Ia menolak menggunakan bahan sintetis atau kualitas rendah demi menekan harga produksi. Baginya, menjaga reputasi jauh lebih penting daripada keuntungan sesaat.

Pengrajin Lokal Harus Percaya Diri

Lebih jauh, Saman menyoroti pentingnya membangun kepercayaan diri pengrajin lokal. Menurutnya, kemampuan teknis penjahit kulit Garut tidak kalah dengan brand besar.

“Pengrajin di sini sudah puluhan tahun bekerja. Mereka punya feeling saat memotong pola dan menjahit. Itu tidak bisa diajarkan dalam waktu singkat,” ungkapnya.

Ia berharap para pelaku usaha di Garut tidak terjebak dalam persaingan harga yang justru merugikan industri sendiri.

Adaptasi Digital untuk Pasar Nasional

Menghadapi perubahan zaman, Saman juga mulai memanfaatkan pemasaran digital. Pesanan kini datang tidak hanya dari Garut atau Jawa Barat, tetapi juga dari luar daerah.

Menurutnya, digitalisasi membuka peluang besar bagi industri kulit untuk menjangkau pasar nasional bahkan internasional.

“Sekarang orang pesan cukup kirim ukuran dan desain lewat online. Kita bisa kirim ke mana saja. Ini peluang besar kalau dimanfaatkan dengan serius,” jelasnya.

Misi Lebih dari Sekadar Bisnis

Di usianya yang ke-57 tahun, Saman mengaku tidak lagi semata mengejar keuntungan. Ia ingin meninggalkan warisan berupa sistem usaha yang profesional dan berstandar.

“Saya ingin industri kulit Garut tetap hidup dan dihormati. Jangan sampai kalah oleh produk luar hanya karena kita tidak menjaga kualitas,” tuturnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak malu terjun ke industri kerajinan.

“Ini sektor yang punya masa depan. Asal dikelola serius dan profesional, hasilnya menjanjikan,” tambahnya.

Optimisme untuk Masa Depan

Komitmen Saman memperkuat posisi sebagai penjahit jaket kulit kostum profesional menjadi bukti bahwa industri berbasis kearifan lokal masih memiliki daya saing tinggi.

Dengan kombinasi kualitas bahan premium, pengerjaan presisi, serta adaptasi pemasaran modern, ia optimistis jaket kulit Garut akan terus naik kelas dan diakui secara nasional.

Bagi Saman, menjaga kualitas bukan hanya strategi bisnis, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap nama baik Garut sebagai sentra kulit yang telah dikenal sejak lama. Dan selama prinsip itu dipegang teguh, ia yakin jaket kulit Garut tidak akan pernah kehilangan tempat di hati konsumennya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *