![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Revitalisasi sarana pendidikan di SDN 3 Mekarsari, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, resmi diresmikan pada Rabu, 30 September 2026. Peresmian yang berlangsung di Kampung Wanasari RT 01 RW 04, Desa Mekarsari, tersebut menjadi momentum penting bagi lingkungan sekolah. Kehadiran fasilitas pendidikan yang telah direvitalisasi diharapkan tidak berhenti pada perubahan fisik bangunan, tetapi benar-benar diikuti dengan peningkatan semangat belajar siswa serta kualitas proses belajar mengajar.
Peresmian dipimpin langsung Camat Cibalong Galih Mawariz Suryana, S.E., S.IP., M.Si., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cibalong dan sejumlah unsur terkait lainnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Cibalong IPTU Irwandani, Kepala Desa Mekarsari Drs. H. Iyus Muzakir, perwakilan Koramil 1119 Pameungpeuk melalui Babinsa Mekarsari Pelda Ubay Rubayani, serta Danpos Cibalong Serma Iban Rustandi.
Dari unsur pendidikan hadir Kepala SDN 3 Mekarsari Yuyud Wahyudin, S.Pd., petugas pengawas Abdul Manap, Ketua Komite Parida, S.Pd., serta Ketua PGRI Abun Bunyamin, S.Pd.SD.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa persoalan pendidikan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab sekolah. Pendidikan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, masyarakat hingga unsur kewilayahan.
Fasilitas Lebih Baik Harus Diikuti Semangat Belajar
Dalam sambutannya, Camat Cibalong Galih Mawariz Suryana menyampaikan harapan agar revitalisasi SDN 3 Mekarsari memberikan dampak nyata terhadap kegiatan pendidikan.Menurutnya, peningkatan fasilitas sekolah harus menjadi momentum untuk meningkatkan semangat seluruh pihak yang berada di lingkungan pendidikan.
Fasilitas yang lebih baik, kata Galih, diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi guru dalam menjalankan tugas sekaligus memberikan motivasi kepada siswa untuk lebih giat mengikuti proses pembelajaran.
“Semoga dengan fasilitas yang sudah lebih baik, kinerja mengajar para guru semakin meningkat, dan anak-anak sekalian bisa lebih termotivasi, lebih rajin, serta lebih disiplin dalam menuntut ilmu,” ujar Galih dalam sambutannya, Rabu (30/09/2026).
Pesan tersebut menjadi penting karena pembangunan dan revitalisasi gedung sekolah pada dasarnya hanyalah salah satu bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
Gedung yang bagus membutuhkan guru yang berdedikasi. Guru yang berdedikasi membutuhkan siswa yang memiliki semangat belajar. Sementara seluruh proses tersebut membutuhkan dukungan orang tua dan masyarakat.Dengan demikian, keberadaan fasilitas yang lebih baik diharapkan dapat menjadi titik awal bagi terciptanya suasana pendidikan yang semakin kondusif.
Camat Cibalong Dorong Lahirnya Generasi Berprestasi
Galih juga menaruh harapan besar terhadap para siswa SDN 3 Mekarsari. Ia berharap sekolah yang telah direvitalisasi dapat menjadi tempat lahirnya generasi penerus yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai karakter dan akhlak yang baik.
“Semoga dari gedung yang baru direvitalisasi ini lahir generasi-generasi emas yang berilmu pengetahuan tinggi, berakhlak mulia, dan siap membanggakan orang tua serta daerah kita tercinta,” tuturnya.
Harapan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan tidak dapat diukur hanya dari berdirinya bangunan baru.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana bangunan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menciptakan proses pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Sekolah harus menjadi ruang yang mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, kedisiplinan, kreativitas dan karakter peserta didik.
Karena itu, setelah revitalisasi selesai dan fasilitas sekolah menjadi lebih baik, tantangan berikutnya adalah bagaimana seluruh unsur pendidikan mampu menjaga, merawat dan memanfaatkannya secara maksimal.
Pesan Khusus untuk Para Siswa
Di hadapan para siswa, Camat Cibalong juga menyampaikan pesan agar mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar.
Menurut Galih, keberadaan gedung sekolah yang lebih baik harus dibarengi dengan kesungguhan siswa dalam menuntut ilmu.
“Anak-anakku sekalian yang Bapak banggakan, gedung sekolah kalian sudah bagus dan bersih. Tugas kalian sekarang adalah belajar dengan tekun, patuhi nasihat guru-guru kalian, dan raihlah cita-cita kalian setinggi langit,” pesannya.
Pesan tersebut menggambarkan bahwa fasilitas pendidikan pada akhirnya harus kembali kepada tujuan utamanya, yakni memberikan ruang yang layak bagi anak-anak untuk belajar dan mempersiapkan masa depan.
Siswa merupakan pihak yang akan merasakan langsung manfaat dari fasilitas tersebut. Karena itu, menjaga kebersihan, ketertiban dan keberlangsungan fasilitas sekolah menjadi bagian dari tanggung jawab bersama.
Sinergitas Jadi Kunci
Peresmian revitalisasi SDN 3 Mekarsari juga memperlihatkan pentingnya sinergitas antarlembaga di tingkat kewilayahan.
Kehadiran unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI, Polri, sekolah, komite dan organisasi profesi guru menjadi bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan di wilayah Kecamatan Cibalong.
Camat Cibalong bersama unsur Forkopimcam memiliki peran dalam membangun koordinasi kewilayahan, sementara sekolah dan tenaga pendidik berada di garis depan dalam menjalankan proses pendidikan.
Pemerintah desa dan masyarakat juga memiliki posisi strategis dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak-anak. Sementara itu, para orang tua memiliki peran yang tidak kalah penting dalam memastikan pendidikan anak tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga berlanjut di lingkungan keluarga.
Revitalisasi Jangan Berhenti pada Seremoni
Peresmian memang menjadi penanda bahwa proses revitalisasi telah sampai pada tahap yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah. Namun, pekerjaan menjaga kualitas pendidikan tidak selesai pada saat acara peresmian berakhir.
Fasilitas yang telah diperbaiki perlu dirawat. Ruang belajar perlu dimanfaatkan secara optimal. Para siswa perlu terus mendapatkan motivasi. Guru perlu terus meningkatkan kualitas pembelajaran.
Dengan kata lain, revitalisasi fisik harus memiliki kesinambungan dengan revitalisasi semangat pendidikan.
Masyarakat tentu berharap fasilitas yang telah dibangun dan diperbaiki tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi peserta didik SDN 3 Mekarsari.
Lebih jauh, sekolah diharapkan mampu menjadi salah satu pusat pembentukan sumber daya manusia di Desa Mekarsari dan Kecamatan Cibalong.Sebab, pendidikan pada akhirnya bukan hanya berbicara tentang gedung, meja, kursi atau ruang kelas. Pendidikan berbicara tentang masa depan anak-anak.
Dari ruang-ruang kelas itulah, generasi penerus dibentuk. Dari tangan guru, pengetahuan ditanamkan. Dari dukungan keluarga dan masyarakat, karakter dibangun.Karena itu, revitalisasi SDN 3 Mekarsari diharapkan bukan sekadar menghadirkan bangunan yang lebih baik, tetapi menjadi momentum untuk menghadirkan semangat baru dalam membangun pendidikan yang berkualitas.
Kini, setelah fasilitas sekolah menjadi lebih baik, harapannya sederhana namun sangat penting: anak-anak semakin rajin belajar, guru semakin bersemangat mengajar, dan sekolah semakin mampu melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter serta membanggakan orang tua dan daerahnya.
(Wawan Sutiawan)













Leave a Reply