![]()
Probolinggo,TRIBUNPRIBUMI.com – Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi yang sebelumnya dikenal dengan nama Tol Probowangi kini resmi menggunakan nama Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi).
Perubahan nama tersebut dilakukan setelah adanya pengajuan dari Pemerintah Kabupaten Situbondo. Usulan itu disampaikan karena wilayah Situbondo menjadi salah satu daerah yang dilintasi proyek strategis tersebut.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyebut perubahan nama itu telah diperjuangkan melalui komunikasi dengan anggota DPR RI asal Situbondo, Nasim Khan. Permintaan tersebut kemudian mendapat persetujuan Kementerian Pekerjaan Umum pada November 2025.
“Akhrinya, tol ini resmi dinamakan Prosiwangi. Terima kasih kepada Nasim Khan, Anggota DPR RI, yang telah memperjuangkan pengubahan nama ini. Nama baru ini sangat penting bagi Situbondo,” ujar Rio saat di wawancarai awak media di ruang kerjanya, Senin (28/09/2026).
Uji Coba 14 Hari
Setelah menyelesaikan tahapan pembangunan dan persiapan operasional, jalan tol tersebut memasuki masa uji coba selama 14 hari.Dalam periode tersebut, pengguna jalan belum dikenakan tarif. Kendati demikian, pengendara tetap diwajibkan menyiapkan dan menggunakan kartu uang elektronik ketika memasuki maupun melintasi jalan tol.
Setelah masa uji coba berakhir, operasional jalan tol akan memasuki tahap normal. Pengguna kemudian akan dikenakan tarif sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah dan badan pengelola jalan tol.
Kehadiran Tol Prosiwangi diharapkan dapat memperbaiki konektivitas antardaerah di Jawa Timur. Infrastruktur tersebut juga diproyeksikan mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta aktivitas perekonomian di wilayah yang dilintasinya.
Masuk Proyek Strategis Nasional
Tol Prosiwangi merupakan bagian dari proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan termasuk dalam agenda pembangunan infrastruktur prioritas pemerintah.
Pembangunan tahap pertama dilaksanakan oleh PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono mengatakan pembangunan jalan tol tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat jaringan konektivitas nasional.Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan tol diharapkan dapat mendukung pemerataan konektivitas sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan selesainya tahap pertama, konektivitas di kawasan Jawa Timur bagian timur diharapkan semakin terbuka dan kesenjangan infrastruktur antardaerah dapat ditekan.
Total Panjang 175,4 Kilometer
Secara keseluruhan, Tol Prosiwangi memiliki panjang mencapai 175,4 kilometer dan pembangunannya dibagi menjadi dua tahap.
Tahap pertama mencakup ruas Probolinggo–Besuki sepanjang 49,68 kilometer.
Sementara tahap kedua melanjutkan pembangunan dari Besuki hingga Banyuwangi sepanjang 125,72 kilometer.
Pada ruas Probolinggo–Besuki, waktu perjalanan diproyeksikan menjadi jauh lebih singkat. Perjalanan yang sebelumnya dapat mencapai sekitar 1 jam 15 menit diperkirakan dapat ditempuh sekitar 30 menit dengan kecepatan rata-rata kendaraan 80–100 kilometer per jam.
Tahap pertama juga dilengkapi dengan tiga gerbang tol, yakni GT Kraksaan, GT Paiton, dan GT Situbondo Barat.Selain itu terdapat tiga simpang susun, yaitu SS Kraksaan, SS Paiton, dan SS Besuki.
Tujuh Seksi Pembangunan
Jika dilihat secara keseluruhan, pembangunan Tol Prosiwangi terbagi menjadi tujuh seksi.
Seksi 1 mencakup ruas Gending–Kraksaan sepanjang 12,88 kilometer.
Seksi 2 merupakan ruas Kraksaan–Paiton sepanjang 11,20 kilometer, sedangkan Seksi 3 menghubungkan Paiton–Besuki sepanjang 25,60 kilometer.
Pembangunan berlanjut pada Seksi 4, yakni Besuki–Situbondo sepanjang 42,30 kilometer.Selanjutnya, Seksi 5 menghubungkan Situbondo–Asembagus sepanjang 16,76 kilometer.
Seksi 6 merupakan ruas Asembagus–Bajulmati sepanjang 37,45 kilometer.
Adapun seksi terakhir adalah Bajulmati–Ketapang sepanjang 29,21 kilometer.
Tol Prosiwangi juga merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional dan dikelola melalui PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi.
Pangkas Waktu Perjalanan Probolinggo–Banyuwangi
Apabila seluruh ruas tol telah tersambung dan beroperasi secara penuh, keberadaan Tol Prosiwangi diproyeksikan memberikan perubahan signifikan terhadap waktu tempuh perjalanan di kawasan timur Jawa Timur.
Perjalanan antara Probolinggo dan Banyuwangi melalui jalur arteri yang selama ini dapat mencapai sekitar lima jam ditargetkan dapat dipangkas menjadi sekitar dua jam melalui jalan tol.
Kehadiran ruas tersebut tidak hanya berkaitan dengan perjalanan masyarakat, tetapi juga menyangkut distribusi logistik, konektivitas kawasan industri, pariwisata, serta pergerakan ekonomi antarkabupaten.
Dengan tersambungnya jaringan tersebut, Tol Prosiwangi nantinya menjadi bagian penting dalam memperpanjang konektivitas Jalan Tol Trans-Jawa hingga wilayah paling timur Pulau Jawa.
Perubahan nama dari Probowangi menjadi Prosiwangi juga menegaskan keterlibatan Situbondo sebagai salah satu wilayah penting dalam koridor pembangunan jalan tol tersebut.
Dengan demikian, proyek ini tidak hanya dipandang sebagai pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat keterhubungan wilayah dan membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Timur. (YON)












Leave a Reply