Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Dari Bandung ke Lingkar Keluarga Soekarno: Kisah Iryani Levana dan Jejak Multikultural Keluarga Danubrata

Loading

Jurnal Artikel,TRIBUNPRIBUMI.com – Nama Iryani Levana Danubrata mungkin tidak setenar sejumlah anggota keluarga besar Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Namun, perjalanan hidup perempuan kelahiran Bandung ini memiliki keterkaitan erat dengan keluarga Soekarno setelah dirinya menikah dengan Mohammad Taufan Soekarnoputra, putra Soekarno dari pernikahannya dengan Hartini.

Di balik perjalanan tersebut, terdapat kisah keluarga Danubrata yang menarik untuk ditelusuri. Iryani disebut berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang multikultural. Ibunya, Linda Grave, dalam sejumlah sumber disebut memiliki darah Rusia-Jepang, sementara ayahnya, Sidik Danubrata, merupakan pria asal Sunda.

Dari pasangan tersebut lahir empat anak. Iryani disebut sebagai anak kedua sekaligus satu-satunya anak perempuan dalam keluarga tersebut. Dalam lingkungan keluarga, Iryani dikenal dengan nama panggilan “Meis”. Sejumlah sumber biografis yang ditulis Julius Pour dan kemudian dimuat dalam Asha’s Documentary Weblog menyebut Iryani lahir di Bandung pada Januari 1958.

Namun, terdapat perbedaan informasi mengenai tanggal kelahirannya. Salah satu sumber menyebut 9 Januari 1958, sementara sumber lain mencatat 5 Januari 1958. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa data biografis Iryani masih perlu dicocokkan dengan dokumen primer.

Jejak Linda Grave dalam Silsilah Keluarga

Sosok Linda Grave menjadi salah satu bagian penting dalam penelusuran latar belakang keluarga Iryani Levana.

Dalam sejumlah sumber berbahasa Indonesia, Linda disebut sebagai istri Sidik Danubrata sekaligus ibu Iryani. Data ensiklopedis seperti Wikidata juga mencatat Sidik Danubrata sebagai ayah dan Linda Grave sebagai ibu Iryani Levana Danubrata.

Meski demikian, data ensiklopedis tetap perlu dibaca secara hati-hati dan dibandingkan dengan sumber biografis maupun dokumen primer.

Jejak nama keluarga Grave juga muncul dalam sebuah obituari Wera Grave yang diterbitkan di Amerika Serikat pada 2002. Dalam obituari tersebut terdapat keterangan mengenai seorang saudara bernama Lily Danubrata yang disebut tinggal di Bandung.

Keterangan tersebut menjadi salah satu petunjuk yang dapat digunakan dalam menelusuri hubungan keluarga Grave dan Danubrata.Persoalannya, dalam berbagai sumber ditemukan sejumlah variasi nama, mulai dari Lidia Nikolay Grave, Lily Grave, Lily Danubrata, Linda Grave hingga Lili Danubrata.

Variasi tersebut membuat penelusuran silsilah keluarga menjadi tidak sederhana. Kesamaan atau kemiripan nama tidak serta-merta membuktikan bahwa seluruh nama tersebut merujuk pada satu orang yang sama.Karena itu, diperlukan pencocokan dengan dokumen primer, seperti akta kelahiran, catatan perkawinan, dokumen keluarga, arsip sipil, maupun sumber sezaman lainnya.

Pertemuan Iryani dengan Taufan Soekarnoputra

Perjalanan hidup Iryani kemudian bersinggungan dengan keluarga besar Soekarno.

Iryani menikah dengan Mohammad Taufan Soekarnoputra, putra Soekarno dan Hartini.

Taufan disebut lahir di Bogor pada 27 Maret 1955. Ia merupakan kakak dari Bayu Soekarnoputra. Dalam perjalanan pendidikannya, Taufan pernah menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung sebelum melanjutkan studi ke California State University di Amerika Serikat.

Pertemuan Iryani dan Taufan disebut terjadi ketika keduanya masih muda. Berdasarkan sumber biografis yang tersedia, hubungan keduanya mulai terjalin pada 1973.Hubungan tersebut,kemudian berlanjut hingga pertunangan pada 25 April 1981.Beberapa bulan kemudian, keduanya melangsungkan pernikahan.

Pernikahan di Rumah Keluarga Danubrata

Pernikahan Iryani Levana dan Taufan Soekarnoputra berlangsung pada 18 Oktober 1981 di Bandung.

Prosesi tersebut disebut berlangsung di kediaman keluarga Sidik Danubrata di Jalan Dr. Setiabudhi 261–263, Bandung.Lokasi pernikahan tersebut menjadi bagian menarik dalam perjalanan sejarah keluarga Iryani. Sebab, dari sebuah keluarga di Bandung, Iryani kemudian menjadi bagian dari keluarga besar Soekarno.

Pernikahan tersebut sekaligus mempertemukan dua lingkungan keluarga yang memiliki latar belakang berbeda: keluarga Danubrata dari Bandung dan keluarga Soekarno yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Lima Tahun Menjadi Bagian dari Keluarga Soekarno

Rumah tangga Iryani dan Taufan ternyata tidak berlangsung lama.Keduanya belum dikaruniai anak ketika Taufan meninggal dunia pada 17 Januari 1986 di Jakarta. Saat itu, Taufan disebut baru berusia 30 tahun.

Jenazahnya kemudian dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.

Dengan demikian, rumah tangga Iryani dan Taufan yang dimulai melalui pernikahan pada Oktober 1981 tersebut hanya berlangsung sekitar lima tahun.

Kepergian Taufan tentu menjadi titik penting dalam perjalanan hidup Iryani.

Setelah Taufan WafatSetelah Taufan meninggal dunia, perjalanan Iryani tidak berhenti.Dalam tulisan Julius Pour, Iryani disebut kemudian dipercaya menjalankan tugas sebagai bendahara Yayasan Bung Karno.

Ia juga disebut terlibat dalam penataan serta penelusuran koleksi peninggalan Soekarno.

Ketertarikannya terhadap seni juga disebut menjadi salah satu bagian dari kehidupannya. Iryani dikabarkan pernah mempelajari desain interior.

Keterlibatan tersebut memberikan dimensi lain terhadap sosok Iryani. Ia tidak hanya tercatat sebagai istri Taufan Soekarnoputra, tetapi juga muncul dalam cerita mengenai upaya menjaga dan menata berbagai peninggalan sejarah yang berkaitan dengan Bung Karno.

Bandung dan Jejak Keluarga Multikultural

Kisah Iryani Levana menjadi menarik karena latar belakang keluarganya memperlihatkan pertemuan berbagai unsur budaya.

Di satu sisi terdapat garis keluarga Danubrata yang berasal dari lingkungan Sunda. Di sisi lain, dalam sejumlah sumber disebutkan adanya latar belakang Rusia dan Jepang dari pihak ibunya, Linda Grave.

Kemudian, melalui perkawinannya dengan Taufan, Iryani masuk ke dalam lingkungan keluarga besar Soekarno.Namun, seluruh informasi mengenai latar belakang Linda Grave dan silsilah keluarga Grave perlu ditempatkan secara proporsional.

Perbedaan penulisan nama serta terbatasnya dokumen primer yang dapat diakses publik membuat sejumlah informasi tersebut belum dapat dianggap sebagai fakta final tanpa verifikasi lebih lanjut.

Sejarah Keluarga yang Masih Menyisakan Jejak

Kisah Iryani Levana memperlihatkan bahwa sejarah keluarga tokoh nasional tidak selalu hanya berkaitan dengan nama-nama besar yang sering muncul dalam buku sejarah.

Di balik keluarga besar Soekarno terdapat pula kisah orang-orang yang menjalani kehidupan dalam ruang keluarga, pendidikan, perkawinan, hingga keterlibatan dalam menjaga peninggalan sejarah.

Iryani merupakan salah satu bagian dari cerita tersebut.Kisahnya bermula dari Bandung, dari keluarga Danubrata yang memiliki latar belakang beragam, kemudian berlanjut melalui perkawinannya dengan Taufan Soekarnoputra.

Meski kehidupan rumah tangganya hanya berlangsung sekitar lima tahun, keterkaitan tersebut membuat nama Iryani menjadi bagian dari sejarah keluarga besar Soekarno.Sementara itu, jejak Linda Grave dan keluarga Danubrata masih menyimpan sejumlah pertanyaan yang menarik untuk ditelusuri lebih jauh.

Dokumen keluarga, arsip sipil dan catatan sejarah sezaman akan menjadi kunci untuk memastikan hubungan kekerabatan, identitas, serta variasi nama yang muncul dalam berbagai sumber.Pada akhirnya, kisah Iryani Levana bukan sekadar cerita mengenai seorang perempuan Bandung yang menikah dengan putra Bung Karno. Ia merupakan salah satu potongan kecil dari mozaik sejarah keluarga besar Soekarno. 

Ini sebuah kisah yang mempertemukan Bandung, keluarga Danubrata, latar belakang multikultural, dan perjalanan panjang pewarisan sejarah Bung Karno. (Penulis: Hafidz Jafarli)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *