Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Aktivis dan Tokoh Masyarakat Soroti Sosok H. Budi Gan Gan Gumilar, Figur Senior di Birokrasi Garut

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Dinamika pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut mulai menjadi perhatian publik. Seiring akan berakhirnya masa tugas Sekda Garut. Drs, H. Nurdin Yana,M.H,. pada Oktober 2026, sejumlah nama pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat,mulai menjadi sebuah bahan pembicaraan di tengah masyarakat.

Perbincangan tersebut tidak hanya berlangsung di lingkungan birokrasi, tetapi juga muncul di ruang publik, termasuk di kalangan aktivis pemerhati kebijakan publik dan tokoh masyarakat.Salah seorang aktivis pemerhati kebijakan publik yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat Kabupaten Garut, namun meminta namanya tidak disebutkan, turut menyampaikan pandangannya mengenai figur-figur birokrat yang selama ini memiliki pengalaman dalam menjalankan roda pemerintahan daerah.

Salah satu nama yang disebutnya adalah Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Garut, H. Budi Gan Gan Gumilar, S.H., M.Si.

Menurut sumber tersebut, Budi Gan Gan merupakan sosok yang sudah cukup dikenal di lingkungan birokrasi Pemerintah Kabupaten Garut.

“Beliau sosok kepala dinas yang mumpuni dan memiliki senioritas di kalangan birokrasi, khususnya di Pemerintah Kabupaten Garut. Siapa yang tidak kenal beliau,” ujar sumber tersebut saat di wawancarai awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya, Sabtu (26/09/2027).

Pernyataan itu disampaikan dalam konteks pembicaraan mengenai kebutuhan figur yang memiliki pengalaman birokrasi dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan daerah.

Pengalaman Birokrasi Dinilai Menjadi Modal

Menurut aktivis tersebut, pengalaman dalam birokrasi tidak dapat dilepaskan dari pembahasan mengenai jabatan Sekda.
Posisi Sekda memiliki karakteristik pekerjaan yang berbeda dengan sejumlah jabatan kepala perangkat daerah lainnya.

Selain memahami administrasi pemerintahan, seorang Sekda dituntut mampu melakukan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah serta membantu memastikan berbagai kebijakan kepala daerah dapat diterjemahkan dalam pelaksanaan pemerintahan.

Karena itu, kata dia, pengalaman seorang pejabat dalam mengelola organisasi pemerintahan menjadi salah satu aspek yang wajar diperhatikan masyarakat.

“Kalau berbicara tentang birokrasi, pengalaman tentu memiliki arti. Seorang pejabat yang sudah lama berada dalam sistem pemerintahan biasanya memahami bagaimana koordinasi antarlembaga, bagaimana menjalankan administrasi, dan bagaimana menghadapi dinamika pelayanan publik,” katanya.

Namun ia menambahkan, pengalaman dan senioritas tidak boleh menjadi satu-satunya dasar dalam menilai seorang pejabat.
Menurutnya, kompetensi, integritas, rekam jejak, kemampuan kepemimpinan, serta kesesuaian dengan kebutuhan organisasi juga harus menjadi pertimbangan dalam mekanisme resmi pengisian jabatan.

Nama Budi Gan Gan Muncul dalam Perbincangan Publik

Nama H. Budi Gan Gan Gumilar sendiri sebelumnya juga muncul dalam perbincangan masyarakat terkait figur yang dianggap berpotensi mengisi jabatan Sekda Garut.

Dalam polling digital yang dilakukan platform media sosial mulai dari 23 Mei hingga 20 Juni 2026, Budi Gan Gan tercatat memperoleh 146 suara dari total 378 suara atau sekitar 38,62 persen.Dalam polling tersebut, terdapat sejumlah nama pejabat lainnya yang juga mendapat suara dari responden.

Meski demikian, hasil polling digital tersebut tidak dapat diposisikan sebagai mekanisme resmi penentuan Sekda.Polling tersebut, itu lebih menggambarkan respons atau preferensi para responden yang mengikuti jajak pendapat pada periode tersebut.

Sementara proses pengisian jabatan Sekda Garut diarahkan melalui Sistem Manajemen Talenta ASN.Dalam mekanisme tersebut, kandidat dipetakan melalui sistem yang mempertimbangkan antara lain rekam jejak kinerja dan potensi kepemimpinan.

Salah satu instrumen pemetaan yang dikenal dalam sistem manajemen talenta adalah matriks 9 Box, yang memetakan pegawai berdasarkan capaian kinerja dan potensi pengembangan.Berdasarkan informasi yang beredar, terdapat sembilan pejabat yang masuk dalam radar kandidat awal untuk mengikuti tahapan penjaringan. Proses pemetaan tersebut disebut telah berjalan sejak Juli 2026.

Bukan Sekadar Soal Popularitas

Aktivis tersebut mengingatkan bahwa pembahasan mengenai calon Sekda tidak seharusnya hanya berhenti pada persoalan siapa yang paling dikenal atau memperoleh perhatian masyarakat.Menurutnya, posisi Sekda membutuhkan kemampuan administratif dan koordinasi yang kompleks.

“Sekda itu bukan sekadar jabatan simbolik. Ada pekerjaan pemerintahan yang sangat luas di dalamnya. Karena itu, figur yang nantinya menduduki posisi tersebut harus memiliki kemampuan untuk mengkoordinasikan perangkat daerah dan memahami persoalan pemerintahan secara menyeluruh,” ungkapnya.

Ia juga menilai bahwa pengalaman pejabat dalam memimpin perangkat daerah dapat menjadi salah satu bagian yang diperhatikan dalam proses penilaian.Namun demikian, seluruh penilaian tersebut, menurutnya, tetap harus ditempatkan dalam kerangka sistem manajemen talenta dan ketentuan kepegawaian yang berlaku.

“Jangan sampai masyarakat menganggap karena seseorang populer dalam polling, otomatis menjadi calon Sekda. Itu dua hal berbeda. Polling adalah gambaran suara responden, sedangkan pengisian jabatan merupakan proses resmi pemerintahan,” katanya.

Figur Senior di Lingkungan Pemkab Garut

Lebih jauh, sumber tersebut menyebut Budi Gan Gan sebagai salah satu pejabat yang telah cukup lama dikenal dalam lingkungan pemerintahan Kabupaten Garut.Menurut dia, istilah senioritas dalam birokrasi tidak semata-mata berkaitan dengan usia atau lama bekerja, tetapi juga pengalaman menjalankan berbagai tanggung jawab pemerintahan.

“Kalau bicara siapa yang tidak kenal beliau, tentu maksudnya adalah beliau sudah cukup dikenal dalam lingkungan birokrasi Garut. Banyak orang yang mengetahui perjalanan dan kiprahnya sebagai pejabat,” tuturnya.

Meski memberikan penilaian positif terhadap Budi Gan Gan, aktivis tersebut kembali menegaskan bahwa dirinya tidak sedang menentukan atau memastikan siapa yang akan menjadi Sekda Garut. Da menyebut, keputusan tersebut sepenuhnya harus mengikuti proses resmi yang dijalankan pemerintah sesuai ketentuan.

Sekda Punya Peran Strategis

Jabatan Sekda Kabupaten Garut memiliki posisi strategis dalam struktur pemerintahan daerah.Sekda menjalankan fungsi koordinasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan administrasi, sekaligus menjadi salah satu unsur penting dalam memastikan hubungan kerja antarperangkat daerah berjalan secara efektif.

Pergantian Sekda karena berakhirnya masa tugas pejabat sebelumnya dengan demikian menjadi momentum penting bagi kesinambungan roda pemerintahan daerah.
Apalagi Pemerintah Kabupaten Garut, saat ini sedang menghadapi berbagai persoalan pembangunan dan pelayanan publik yang membutuhkan koordinasi lintas sektor.

Mulai dari pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, pengendalian administrasi pemerintahan, peningkatan investasi, hingga berbagai program pelayanan masyarakat, semuanya membutuhkan koordinasi antarperangkat daerah.Dalam konteks itulah, pembahasan mengenai figur Sekda menjadi perhatian masyarakat.

Publik Diminta Mengawal Proses

Aktivis pemerhati kebijakan publik tersebut juga mengajak masyarakat untuk mengawal proses pengisian jabatan Sekda secara objektif.Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui bagaimana proses tersebut berlangsung, sepanjang tetap menghormati ketentuan kepegawaian dan hak-hak pribadi para pejabat yang mengikuti proses seleksi atau pemetaan.

“Yang paling penting adalah prosesnya transparan, sesuai aturan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat tentu ingin mendapatkan Sekda yang mampu bekerja dan memahami kebutuhan Kabupaten Garut,” katanya.

Ia juga berharap proses tersebut tidak berkembang menjadi persaingan yang hanya berorientasi pada kepentingan pribadi maupun kelompok.Menurutnya, siapapun pejabat yang nantinya memenuhi persyaratan dan ditetapkan melalui mekanisme resmi harus mampu menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian penting dari tugas pemerintahan.

Menunggu Hasil Proses Resmi

Sementara itu, munculnya sejumlah nama di tengah masyarakat menunjukkan adanya perhatian publik terhadap pergantian Sekda Garut.

Nama Budi Gan Gan Gumilar menjadi salah satu figur yang diperbincangkan karena pengalaman dan posisinya sebagai kepala perangkat daerah.Namun, sampai proses resmi menghasilkan keputusan, berbagai nama yang beredar tetap harus ditempatkan sebagai bagian dari dinamika pembicaraan publik, bukan sebagai kepastian mengenai pejabat yang akan menduduki jabatan Sekda.

Hasil polling masyarakat juga tidak dapat menggantikan mekanisme resmi manajemen talenta ASN.Pada akhirnya, proses pengisian jabatan Sekda Garut akan ditentukan melalui tahapan dan ketentuan yang berlaku.

Bagi masyarakat, yang terpenting bukan sekadar siapa nama pejabat yang nantinya ditetapkan, tetapi bagaimana proses tersebut berlangsung secara sesuai aturan serta bagaimana pejabat yang terpilih nantinya mampu menjalankan fungsi koordinasi pemerintahan dan pelayanan publik secara efektif.

Adapun pandangan aktivis dan tokoh masyarakat mengenai H. Budi Gan Gan Gumilar merupakan bagian dari aspirasi publik terhadap figur birokrasi yang dinilai memiliki pengalaman.Sementara, keputusan mengenai siapa yang akan menduduki kursi Sekda Kabupaten Garut tetap menunggu seluruh tahapan resmi pemerintahan selesai dilaksanakan. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *