![]()
Bandung,TRIBUNPRIBUMI.com – Penguatan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) menjadi salah satu fondasi penting dalam menghadapi perubahan dan tuntutan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks. Bukan hanya persoalan kemampuan teknis, tenaga kesehatan juga dituntut mampu mengelola tekanan, beradaptasi dengan perubahan, serta tetap menghadirkan pelayanan yang humanis dan profesional.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung melalui “Akademik SDMK Hebat Episode 2”, yang digelar di GBS, Kamis (24/09/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kapasitas sekaligus karakter SDMK agar mampu menghadapi berbagai dinamika pelayanan kesehatan. Forum tersebut mempertemukan jajaran Dinas Kesehatan, unsur pemerintahan, pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, hingga organisasi profesi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris BKPSDM Kabupaten Bandung Abi Basarah, ST., M.Si., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Haerun, S.H., M.H., Sekretaris Dinas Kesehatan Iyus Rustandi, S.Sos., M.K.P., Kasubag Umpeg H. Asep Hegantara, S.Kep., Ners, M.K.P., para direktur delapan RSUD, 62 kepala Puskesmas se-Kabupaten Bandung, aparatur sipil negara tenaga kesehatan, serta perwakilan organisasi profesi.
Forum kali ini mengangkat tema “Resiliensi SDMK: Mengelola Tekanan Pelayanan dan Release Stress untuk Tetap Sehat dan Profesional.”
Materi tersebut disampaikan oleh dr. Aisah Dahlan, CM., NLP., CCHt., CL., dengan penekanan pada pentingnya kemampuan tenaga kesehatan dalam menghadapi tekanan pekerjaan tanpa kehilangan profesionalisme maupun sisi kemanusiaan dalam memberikan pelayanan.
SDMK Tidak Cukup Hanya Pintar Secara Teknis
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, dr. Hanhan Siti Hasanah, M.H., menegaskan bahwa pembangunan SDMK tidak boleh berhenti pada peningkatan kompetensi teknis semata.Menurutnya, tenaga kesehatan juga membutuhkan karakter yang kuat agar mampu menghadapi perubahan kebijakan, perkembangan teknologi, serta dinamika masyarakat.
Tuntutan terhadap pelayanan kesehatan pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai seberapa cepat sebuah layanan diberikan, tetapi juga bagaimana masyarakat diperlakukan ketika membutuhkan pertolongan.
Karena itu, karakter tangguh dan humanis menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari profesionalisme tenaga kesehatan.
“SDMK tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis yang mumpuni, tetapi juga karakter yang kuat,” ujar Hanhan saat di wawancarai awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya, Jum’at (25/09/2026).
Pernyataan tersebut menempatkan pembangunan karakter sebagai bagian penting dalam penguatan kualitas pelayanan kesehatan.
Tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi harus mampu menerjemahkan keahliannya dalam pelayanan yang dapat dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Di sisi lain, sikap humanis diperlukan agar masyarakat yang datang memperoleh pelayanan tetap dipandang sebagai manusia yang memiliki kebutuhan, kekhawatiran, dan harapan, bukan sekadar sebagai objek administrasi pelayanan.
Tekanan Pelayanan Perlu Dikelola
Tema mengenai resiliensi menjadi penting karena tenaga kesehatan bekerja dalam lingkungan yang menuntut kesiapan, ketelitian, dan tanggung jawab.
Dalam kondisi tersebut, kemampuan mengelola tekanan menjadi bagian dari kesiapan profesional.
Dinkes Kabupaten Bandung melalui kegiatan ini mendorong agar SDMK mempunyai kemampuan untuk menjaga keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kondisi dirinya.
Pengelolaan tekanan bukan berarti mengurangi tanggung jawab terhadap pekerjaan. Sebaliknya, kemampuan tersebut diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan tetap menjalankan tugas secara profesional ketika menghadapi berbagai situasi pelayanan.Dengan demikian, kesehatan dan ketahanan SDMK juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Profesionalisme Harus Berjalan Bersama Integritas
Hanhan juga menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas.
Profesionalisme, menurutnya, berkaitan dengan pelaksanaan tugas berdasarkan standar profesi, ilmu pengetahuan, serta etika. Sedangkan integritas tercermin melalui konsistensi antara perkataan dan perbuatan serta komitmen menjalankan tugas secara bertanggung jawab.
Integritas juga berkaitan dengan komitmen untuk menghindari praktik korupsi dan konflik kepentingan dalam menjalankan tugas.
“Kami juga mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang profesional, kompeten, dan berintegritas guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Bandung,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penting karena kualitas sistem kesehatan pada akhirnya sangat bergantung pada manusia yang menjalankannya.
Sarana dan prasarana yang memadai, teknologi yang berkembang, serta sistem pelayanan yang semakin modern tetap membutuhkan SDM yang mampu mengoperasikan dan menjalankannya dengan kompetensi serta tanggung jawab.
Pelayanan Berkualitas Dimulai dari SDM
Penguatan SDMK melalui pembinaan berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan kebutuhan masyarakat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung mendorong peningkatan kapasitas, keterampilan, dan kualitas SDMK agar tenaga kesehatan mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, ramah, dan merata.
Artinya, peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya dapat diukur dari aspek fasilitas, tetapi juga dari bagaimana tenaga kesehatan berinteraksi dengan masyarakat dan menjalankan standar pelayanan.
Di sinilah pentingnya SDMK yang memiliki kombinasi antara kompetensi, ketangguhan, profesionalisme, humanisme, dan integritas.
Kelimanya menjadi tantangan sekaligus kebutuhan dalam membangun pelayanan kesehatan yang semakin responsif.
“Siap Terus Mengabdi”
Semangat “Siap Terus Mengabdi” menjadi bagian dari komitmen jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung untuk terus hadir di tengah masyarakat.
Pengabdian tersebut membutuhkan kesiapan SDMK dalam menghadapi perubahan sekaligus kemampuan mempertahankan kualitas pelayanan.
Di tengah tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap pelayanan publik, tenaga kesehatan tidak hanya dituntut bekerja sesuai tugas dan fungsi, tetapi juga mampu membangun kepercayaan melalui pelayanan yang profesional dan manusiawi.
Karena itu, Akademik SDMK Hebat Episode 2 tidak semata-mata menjadi forum peningkatan kapasitas. Kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan kesehatan sangat berkaitan dengan kualitas manusia yang berada di balik sistem pelayanan.
Jika SDMK memiliki kompetensi, mampu mengelola tekanan, menjaga profesionalisme, menjunjung integritas, dan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, maka pelayanan kesehatan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk terus berkembang.
Melalui penguatan SDMK secara berkelanjutan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung meneguhkan komitmennya untuk membangun sumber daya kesehatan yang tidak hanya hebat secara kompetensi, tetapi juga kuat dalam karakter, sehat dalam menjalankan tugas, profesional dalam pelayanan, dan berintegritas dalam pengabdian.
Semangat tersebut diarahkan untuk mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Kabupaten Bandung, sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung terwujudnya Kabupaten Bandung yang lebih Bedas (Andri)













Leave a Reply