Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Purna Bakti, Agus Suryonugroho Titip Pesan: Jaga Soliditas dan Jadikan Seragam Polantas Amanah Rakyat

Loading

Jakarta,TRIBUNPRIBUMI.com – Irjen Pol. Purn. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. resmi memasuki masa purna bakti setelah menuntaskan pengabdiannya di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Dalam pelepasan yang digelar di Lapangan Korlantas Polri, Jakarta, Senin (31/08/2026) kemarin, Agus menitipkan pesan agar personel Polantas menjaga soliditas, mengedepankan pelayanan humanis, serta memaknai seragam sebagai amanah masyarakat.

Pelepasan tersebut dihadiri Kakorlantas Polri Irjen Pol. Wibowo bersama jajaran Pejabat Utama Korlantas Polri dan keluarga besar Korlantas.

Dalam pesannya, Agus mengingatkan bahwa tantangan tugas Polantas akan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, meningkatnya mobilitas masyarakat, serta tuntutan terhadap pelayanan publik yang cepat dan profesional. Ia meminta seluruh personel menjaga kekompakan dan tidak membiarkan perbedaan maupun persoalan internal berkembang menjadi konflik yang mengganggu kinerja organisasi.

“Tidak boleh ada konflik, baik di tingkat pimpinan maupun di tingkat direktur. Komunikasikan dengan baik,” ujar Agus saat di wawancarai awak media, Selasa (01/09/2026).

Menurutnya, soliditas merupakan modal penting bagi Korlantas dalam menghadapi tantangan pelayanan lalu lintas. Hubungan harmonis antara pimpinan, pejabat utama, direktur hingga seluruh personel harus terus dipelihara.

Seragam Polantas adalah Amanah

Agus juga menyampaikan pesan mengenai makna seragam yang dikenakan anggota Polantas. Baginya, seragam bukan sekadar identitas kedinasan, tetapi simbol kepercayaan masyarakat.

“Baju Polantas bukan sekadar seragam. Itu adalah janji kepada masyarakat bahwa seragammu adalah cahaya bagi mereka yang membutuhkan pertolongan di jalan,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa profesionalisme Polantas tidak hanya diukur dari kemampuan mengatur lalu lintas dan menegakkan hukum, tetapi juga dari sikap, komunikasi, ketulusan serta kepedulian ketika berhadapan langsung dengan masyarakat.

Teknologi Harus Berjalan Bersama Kemanusiaan

Transformasi digital, termasuk penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), menurut Agus harus terus dikembangkan untuk mendukung pelayanan dan penegakan hukum yang modern.

Namun, kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan sentuhan manusia dalam pelayanan.

“Teknologi akan terus berganti semakin canggih, namun kehangatan senyuman, ketulusan menolong, dan keteladanan anggota di lapangan adalah jiwa sejati Polantas yang tak tergantikan,” ujarnya.

Agus berharap modernisasi Korlantas tetap berjalan seiring dengan penguatan karakter dan integritas personel.

Terima Kasih kepada Keluarga Besar Korlantas

Mengakhiri masa kedinasannya, Agus menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Korlantas Polri atas kebersamaan dan dukungan selama dirinya menjalankan amanah.Ia menegaskan bahwa berbagai capaian organisasi merupakan hasil kerja bersama, bukan keberhasilan satu orang. Karena itu, semangat kebersamaan harus terus dijaga oleh generasi penerus.

Bagi Agus, purna bakti bukan berarti berakhirnya kepedulian terhadap institusi yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya. Status kedinasan memang berubah, tetapi nilai pengabdian dan kecintaan terhadap masyarakat tetap melekat.

Ia pun menyampaikan refleksi tentang perjalanan panjangnya sebagai anggota Polri.

“Perjalanan panjang ini mengajarkan saya bahwa yang akan mengingat masyarakat bukan pangkat di pundak kita, tetapi cara kita memperlakukan masyarakat,” katanya.

Pesan tersebut menjadi warisan moral bagi personel Korlantas Polri. Di tengah tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang profesional, transparan dan humanis, seragam Polantas diharapkan tetap menjadi simbol tanggung jawab, keteladanan dan pengabdian. (BES)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *