![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Pendidikan karakter menjadi salah satu prioritas utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul. Berangkat dari komitmen tersebut, SMK Negeri 10 Garut terus memperkuat pembinaan karakter peserta didik melalui berbagai program yang mengedepankan nilai-nilai moral, kedisiplinan, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
Di bawah kepemimpinan Kepala SMKN 10 Garut, Hj. Nenden Lesmanawati, S.Pd., M.Pd., sekolah berkomitmen menghadirkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi akademik dan vokasi, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar mampu menjadi generasi yang unggul, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan zaman.
Dikenal sebagai sosok kepala sekolah yang ramah, humanis, dan dekat dengan seluruh warga sekolah, Hj. Nenden percaya bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari tingginya nilai akademik ataupun banyaknya prestasi yang diraih siswa. Lebih dari itu, keberhasilan pendidikan terletak pada kemampuan sekolah dalam melahirkan generasi yang memiliki akhlak mulia, kejujuran, rasa tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama, serta semangat untuk terus belajar dan berkarya.
“Karakter adalah pondasi utama. Ilmu pengetahuan dan keterampilan memang sangat penting, tetapi karakter yang baik akan menjadi bekal sepanjang kehidupan. Karena itu kami terus menanamkan nilai-nilai positif kepada seluruh peserta didik agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang membanggakan keluarga, sekolah, masyarakat, dan bangsa,” ujar Hj. Nenden saat di wawancarai awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya,Rabu (05/08/2026).
Salah satu implementasi nyata dari komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah, yang dilaksanakan dengan mengedepankan pendekatan edukatif, persuasif, dan penuh kekeluargaan. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi peserta didik baru untuk mengenal budaya sekolah, tata tertib, serta nilai-nilai kehidupan yang akan menjadi pedoman selama menempuh pendidikan di SMKN 10 Garut.
Dalam pelaksanaan MPLS beberapa waktu yang lalu,sekolah ini secara tegas menolak segala bentuk kekerasan, intimidasi, maupun perundungan (bullying). Sebaliknya, seluruh peserta didik diajak membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, memperkuat toleransi, gotong royong, dan kerja sama.
Menurut Hj. Nenden, sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik sehingga mereka dapat belajar dengan tenang sekaligus mengembangkan potensi terbaik yang dimiliki.
Salah satu nilai utama yang terus ditanamkan kepada seluruh warga sekolah adalah Pancawaluya, yaitu Cageur (sehat jasmani dan rohani), Bageur (berperilaku baik dan berakhlak mulia), Bener (jujur dan menjunjung kebenaran), Pinter (cerdas dan berwawasan luas), serta Singer (terampil, kreatif, dan produktif).
Kelima nilai tersebut menjadi landasan dalam membentuk karakter peserta didik sehingga tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang bertanggung jawab serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Kami ingin seluruh peserta didik memiliki semangat belajar yang tinggi, berani bermimpi, memiliki kepedulian terhadap sesama, dan mampu menjaga nama baik sekolah di mana pun mereka berada. Nilai-nilai Pancawaluya kami jadikan budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Selain fokus pada pendidikan karakter, SMKN 10 Garut juga terus mendorong peningkatan prestasi siswa di berbagai bidang. Sekolah memberikan dukungan penuh kepada peserta didik yang mengikuti berbagai kompetisi akademik, keterampilan, seni, olahraga, maupun kegiatan ekstrakurikuler.
Baru-baru ini, SMKN 10 Garut secara resmi melepas para siswa terbaik yang menjadi duta sekolah untuk mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Provinsi Jawa Barat. Pelepasan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar peserta didik terus mengembangkan bakat dan kreativitasnya.
Hj. Nenden berharap para peserta mampu menampilkan kemampuan terbaik, menjaga sportivitas, serta membawa nama baik sekolah di tingkat provinsi.
“Prestasi merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, doa, dan dukungan semua pihak. Kami selalu memberikan ruang kepada siswa untuk berkembang sesuai potensi yang dimilikinya. Sekolah akan terus mendampingi mereka agar mampu meraih prestasi yang membanggakan,” katanya.
Di bawah kepemimpinannya, hubungan antara guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orang tua terus dibangun melalui komunikasi yang harmonis. Menurutnya, keberhasilan pendidikan merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen, sehingga sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi faktor penting dalam membentuk karakter anak.
Para guru di SMKN 10 Garut pun didorong menjadi teladan dalam kedisiplinan, etika, tanggung jawab, dan semangat belajar. Dengan demikian, pendidikan karakter tidak hanya diberikan melalui materi pembelajaran, tetapi juga melalui contoh nyata yang ditunjukkan setiap hari.
Seiring perkembangan dunia industri dan teknologi, SMKN 10 Garut juga terus meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis kompetensi, memperkuat kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri, serta membekali peserta didik dengan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Namun demikian, Hj. Nenden menegaskan bahwa kecanggihan teknologi harus diimbangi dengan karakter yang kuat agar generasi muda mampu memanfaatkan perkembangan zaman secara positif dan bertanggung jawab.
“Kami ingin lulusan SMKN 10 Garut tidak hanya siap bekerja dan berwirausaha, tetapi juga memiliki integritas, etos kerja, kepedulian sosial, dan semangat untuk terus belajar sepanjang hayat. Itulah tujuan pendidikan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Dengan berbagai program pembinaan karakter, peningkatan mutu pembelajaran, serta dukungan terhadap prestasi peserta didik, SMKN 10 Garut optimistis mampu melahirkan generasi muda yang unggul, inovatif, berdaya saing, dan berakhlak mulia.
Melalui kepemimpinan Hj. Nenden Lesmanawati yang dikenal ramah, humanis, dan inspiratif, SMKN 10 Garut terus memperkokoh posisinya sebagai salah satu sekolah kejuruan yang tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten di bidangnya, tetapi juga membangun insan Pancawaluya yang siap menjadi pemimpin masa depan dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Garut, Jawa Barat, serta Indonesia. (*)













Leave a Reply