![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan instansi pertanian, tetapi juga mendapat perhatian serius dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Hal tersebut kembali ditunjukkan jajaran Polsek Sukawening, Polres Garut, yang secara aktif mengawal proses penyerapan hasil panen jagung petani oleh Perum Bulog Kabupaten Garut.
Pada Senin (27/07/2026) sekitar pukul 13.00 WIB hingga selesai, Kapolsek Sukawening AKP Budiman Suhardiana, SH memimpin langsung kegiatan monitoring sekaligus pengawalan penyerapan hasil panen jagung milik Kelompok Tani (Poktan) Mekarjaya, Desa Sudalarang, Kecamatan Sukawening.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Gudang Bulog Copong Mandala, Desa Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sebagai lokasi penerimaan hasil panen jagung yang telah memenuhi standar kualitas Bulog.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut personel Polsek Sukawening, Ipda Galih dari Bagian SDM Polres Garut, petugas Perum Bulog Kabupaten Garut, jajaran Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sukawening, serta anggota Poktan Mekarjaya yang dipimpin Jajang.
Bentuk Nyata Dukungan Polri terhadap Ketahanan Pangan
Pengawalan yang dilakukan jajaran Polsek Sukawening bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari implementasi dukungan Polri terhadap program strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sejak proses pengambilan hasil panen di lahan pertanian Kampung Cikendal, Desa Sudalarang, hingga pengiriman menuju Gudang Bulog Garut, seluruh tahapan mendapat pengawasan langsung dari aparat kepolisian.
Pengangkutan hasil panen dilakukan menggunakan kendaraan patroli Polsek Sukawening yang dibantu kendaraan truk, guna memastikan distribusi berjalan aman, lancar, serta tepat waktu.
Kehadiran aparat kepolisian di tengah aktivitas petani mendapat apresiasi karena memberikan rasa aman sekaligus memperlihatkan bahwa Polri turut hadir mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
Lima Ton Jagung Lolos Standar Bulog
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 5 ton jagung berhasil diserap oleh Perum Bulog Kabupaten Garut.
Sebelum diterima, seluruh hasil panen menjalani proses pemeriksaan kualitas sesuai ketentuan yang berlaku. Hasilnya, seluruh jagung dinyatakan memenuhi standar mutu Bulog sehingga dapat langsung diterima sebagai bagian dari cadangan pangan pemerintah.
Keberhasilan memenuhi standar mutu menunjukkan bahwa kualitas hasil panen petani Kecamatan Sukawening semakin baik berkat pendampingan intensif dari penyuluh pertanian serta meningkatnya kesadaran petani dalam menerapkan teknik budidaya yang benar.
Total Serapan Sudah Mencapai 124 Ton
Capaian 5 ton pada hari ini semakin menambah jumlah jagung yang telah berhasil diserap Bulog dari wilayah Kecamatan Sukawening.
Berdasarkan data yang disampaikan Kapolsek Sukawening, hingga akhir Juli 2026 akumulasi serapan jagung dari Kecamatan Sukawening telah mencapai 124 ton.
Jumlah tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara Polri, Bulog, Badan Penyuluhan Pertanian, serta kelompok tani berjalan efektif dalam mendukung program pemerintah.
Serapan yang terus meningkat juga memberikan kepastian pasar bagi petani sehingga mereka tidak lagi mengalami kesulitan menjual hasil panen, terutama saat produksi melimpah pada musim panen raya.
Menjaga Harga Tetap Stabil
Program penyerapan hasil panen oleh Bulog memiliki manfaat besar bagi petani. Selain menjamin hasil panen terserap, program ini juga menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga jagung di tingkat petani. Ketika harga pasar mengalami penurunan akibat melimpahnya pasokan, Bulog hadir sebagai pembeli sehingga harga tetap berada pada tingkat yang menguntungkan petani.
Dengan demikian, petani dapat memperoleh pendapatan yang lebih layak, sementara pemerintah memiliki stok jagung yang cukup sebagai bagian dari cadangan pangan nasional.
Sinergi Lintas Sektor
Keberhasilan penyerapan jagung tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak. Badan Penyuluhan Pertanian berperan mendampingi petani sejak proses budidaya hingga panen. Bulog bertugas memastikan hasil panen memenuhi standar kualitas serta melakukan pembelian sesuai ketentuan. Sementara Polri memberikan dukungan pengamanan, monitoring, serta memastikan proses distribusi berjalan tanpa hambatan.
Kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana sinergi lintas sektor mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Polri Hadir untuk Petani
Kapolsek Sukawening AKP Budiman Suhardiana menegaskan bahwa Polri akan terus mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk di sektor pertanian.
Menurutnya, keberadaan aparat kepolisian di tengah aktivitas pertanian merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat agar petani merasa didampingi dan memperoleh kepastian dalam memasarkan hasil panennya.
Ia berharap program penyerapan hasil panen terus berlanjut sehingga semakin banyak petani yang merasakan manfaatnya.
“Kami ingin memastikan hasil panen petani terserap dengan baik. Kehadiran Polri di sini adalah bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan sekaligus memberikan rasa aman kepada para petani dalam menjalankan aktivitasnya,” ujarnya.
Dorong Garut Menjadi Daerah Penyangga Pangan
Dengan total serapan mencapai 124 ton jagung, Kecamatan Sukawening menunjukkan potensi besar sebagai salah satu wilayah penyangga ketahanan pangan di Kabupaten Garut.
Ke depan, sinergi antara Polri, Bulog, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta kelompok tani diharapkan semakin diperkuat agar produktivitas pertanian terus meningkat.
Melalui kolaborasi yang solid tersebut, kesejahteraan petani dapat terus didorong, stabilitas harga komoditas pertanian tetap terjaga, serta cadangan pangan nasional semakin kuat demi mendukung terwujudnya swasembada pangan Indonesia. (*)












Leave a Reply