Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Kepala SMKN 12 Garut Heryatno Perkuat Pendidikan Karakter, Cinta Budaya dan Akhlakul Karimah sebagai Fondasi Mencetak Generasi Unggul

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, arus globalisasi, serta perubahan sosial yang semakin cepat, dunia pendidikan dituntut tidak hanya mampu mencetak lulusan yang kompeten secara akademik dan memiliki keterampilan kerja, tetapi juga membentuk generasi yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki kecintaan terhadap budaya bangsa.

Komitmen tersebut terus diwujudkan oleh SMKN 12 Garut di bawah kepemimpinan Heryatno, S.Pd., M.M., M.Si., MCE. Berbagai program pendidikan yang dikembangkan sekolah diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran vokasi, tetapi juga memperkuat pendidikan karakter, menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah, serta membangun kepedulian peserta didik terhadap budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.

Menurut Heryatno, pendidikan merupakan proses membentuk manusia seutuhnya. Keberhasilan peserta didik tidak hanya diukur dari nilai akademik atau kemampuan teknis yang dimiliki, melainkan juga dari sikap, etika, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial dan budaya.

“Kami ingin peserta didik SMKN 12 Garut menjadi generasi yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki karakter yang baik, berakhlakul karimah, menghormati orang tua dan guru, mencintai budaya bangsa, serta mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Heryatno, Kamis (23/072026).

Ia menilai bahwa karakter merupakan modal utama dalam menghadapi persaingan dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, sekolah terus menghadirkan berbagai program pembiasaan positif yang melibatkan seluruh warga sekolah.

Selain pembelajaran di ruang kelas, peserta didik dibiasakan untuk menerapkan nilai disiplin, kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, kepedulian sosial, serta sikap saling menghargai. Menurutnya, pendidikan karakter harus menjadi budaya yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Salah satu implementasi nyata dari visi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema “Sunda Ngampar, Seni Jeung Rasa”. Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang memadukan nilai budaya, kreativitas, kewirausahaan, dan kolaborasi.

Dalam pagelaran tersebut, para siswa menampilkan berbagai kekayaan budaya Sunda, mulai dari seni tari, musik tradisional, kaulinan barudak, hingga bazar kuliner khas daerah. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar peserta didik memahami bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas yang harus dijaga dan dikembangkan.

“Melalui kegiatan seperti ini, siswa belajar mencintai budaya sendiri. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat langsung dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan. Dari sana tumbuh rasa memiliki terhadap budaya daerah,” katanya.

Heryatno menambahkan bahwa perkembangan teknologi digital memang membuka banyak peluang bagi generasi muda. Namun di sisi lain, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantangan berupa lunturnya nilai-nilai budaya dan karakter apabila tidak diimbangi dengan pendidikan yang tepat.

Karena itu, SMKN 12 Garut terus berupaya menciptakan keseimbangan antara penguasaan teknologi, kompetensi vokasi, dan pembentukan karakter peserta didik.

“Kita tidak boleh tertinggal dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tetapi kita juga tidak boleh kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia yang memiliki budaya luhur. Keduanya harus berjalan berdampingan,” tuturnya.

Selain memperkuat budaya, sekolah juga terus membangun lingkungan pendidikan yang religius. Berbagai kegiatan pembinaan keagamaan menjadi bagian dari upaya membentuk peserta didik yang memiliki akhlakul karimah, menjunjung tinggi nilai kejujuran, menghormati sesama, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Menurut Heryatno, karakter yang baik akan menjadi bekal penting ketika lulusan memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Dunia industri saat ini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang pintar, tetapi juga pekerja yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan memiliki etika yang baik. Nilai-nilai inilah yang terus kami tanamkan kepada peserta didik,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, dunia usaha, dunia industri, serta masyarakat dalam membentuk karakter generasi muda. Pendidikan, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama sehingga keberhasilan pembinaan peserta didik memerlukan dukungan dari berbagai pihak.

Dalam setiap program sekolah, para guru didorong untuk menjadi teladan yang mampu menginspirasi peserta didik, tidak hanya dalam proses belajar mengajar, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan dinilai sebagai salah satu metode pendidikan karakter yang paling efektif.

Melalui berbagai inovasi yang terus dikembangkan, SMKN 12 Garut berupaya menciptakan lulusan yang memiliki keseimbangan antara kompetensi, karakter, dan kepedulian terhadap budaya. Sekolah berharap para alumninya mampu menjadi sumber daya manusia yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global tanpa melupakan nilai-nilai luhur bangsa.

“Harapan kami sederhana namun sangat penting. Kami ingin lulusan SMKN 12 Garut menjadi pribadi yang profesional, berintegritas, berakhlakul karimah, mencintai budaya Indonesia, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu menjadi kebanggaan keluarga, sekolah, masyarakat, dan bangsa,” ungkap Heryatno.

Semangat tersebut menjadi landasan bagi SMKN 12 Garut dalam menjalankan setiap program pendidikan. Di tengah perubahan zaman yang terus berlangsung, sekolah berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang memadukan kecakapan abad ke-21 dengan penguatan karakter, sehingga lahir generasi muda yang unggul, adaptif, berbudaya, dan siap memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Indonesia di masa depan. (AGS)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *