Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

​Citra Pelayanan Medis Tercoreng, Perawat dan Security UPTD Puskesmas Krui Terlibat Adu Jotos Saat Bertugas

Loading

Pesisir Barat,TRIBUNPRIBUMI.com – Dunia kesehatan di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, diguncang oleh sebuah insiden yang mencoreng marwah institusi medis. Bukannya mengutamakan keselamatan pasien, seorang perawat dan tenaga keamanan (security) di UPTD Puskesmas Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, justru terlibat perkelahian fisik di saat fasilitas kesehatan tersebut sedang menangani pasien gawat darurat.

​Peristiwa yang terjadi pada Jumat (10/07/2026) ini kini menjadi sorotan tajam masyarakat setelah upaya mediasi yang dijanjikan pihak manajemen Puskesmas menemui jalan buntu dan berakhir dengan pelaporan ke pihak kepolisian.

​Kronologi: Berawal dari Koordinasi Ambulans

​Perawat berinisial AH, yang menjadi salah satu pihak dalam konflik ini, menuturkan bahwa insiden bermula saat ada pasien yang datang dalam kondisi tidak sadarkan diri. Setelah mendapatkan penanganan awal berupa infus dan terapi, pasien sadar namun mengeluhkan nyeri dada berat.

​”Dokter mengarahkan agar pasien segera dirujuk ke RSU Handayani. Saya diperintahkan mencari supir ambulans berinisial T ke halaman belakang, namun tidak ketemu,” ujar AH saat ditemui, Kamis (09/07/2026).

​AH mengaku karena supir ambulans tidak memiliki ponsel, ia meminta bantuan security berinisial AD untuk mencarikan supir tersebut. Namun, AH merasa respons yang diberikan AD tidak profesional. Perselisihan verbal melalui WhatsApp pun memanas hingga AH memutuskan menemui AD di halaman depan untuk melakukan klarifikasi.

​”Saat bertemu, AD tiba-tiba mencekik saya sebanyak dua kali sambil menantang. Perkelahian pun tidak terhindarkan,” imbuh AH.

​Mediasi Gagal, Berujung Saling Lapor

​Pasca insiden, AH mengaku awalnya tidak ingin membawa masalah ini ke ranah hukum karena adanya janji mediasi dari pihak UPTD Puskesmas Krui. Namun, bukannya penyelesaian kekeluargaan yang didapat, AH justru dikejutkan dengan adanya surat panggilan dari pihak kepolisian.

​”Saya seperti diiming-imingi mediasi agar tidak lapor polisi. Sekarang, saya justru dipanggil polisi sebagai terlapor atas dugaan penganiayaan. Keluarga saya tidak akan tinggal diam, kami akan melaporkan balik oknum security tersebut,” tegasnya.

​Menanggapi hal ini, Kepala UPTD Puskesmas Krui, Indah Wahana Sukma, S.ST., M.M., saat dikonfirmasi melalui pesan singkat menyatakan sedang dalam perjalanan dinas dan mengarahkan konfirmasi kepada Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Tata Usaha, Hardianto, A.Md.Kep.

​Hardianto membenarkan adanya insiden tersebut dan mengakui bahwa pihak Puskesmas telah berupaya melakukan mediasi secara kekeluargaan, namun belum membuahkan hasil hingga akhirnya masuk ke ranah hukum.

​Pelanggaran Etika dan Dampak bagi Pasien

​Insiden ini menjadi tamparan keras bagi pelayanan publik. Perawat dan satpam adalah dua pilar vital di sebuah fasilitas kesehatan. Perkelahian di area puskesmas, terutama saat ada pasien yang membutuhkan penanganan darurat, dinilai sebagai bentuk pelanggaran etika profesi yang serius.

​Terdapat tiga dampak fatal dari insiden ini:

Kepercayaan Publik Runtuh: Puskesmas seharusnya menjadi tempat yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien. Keributan fisik menciptakan suasana traumatis bagi pasien dan keluarga.

Degradasi Profesionalisme: Profesi medis menuntut empati dan kesabaran tinggi. Tindakan anarkis mencerminkan hilangnya jati diri seorang pelayan publik.

Terabaikannya Pelayanan: Perselisihan di internal staf secara langsung mengganggu fokus pelayanan, yang dalam kondisi gawat darurat, setiap detik sangat berharga bagi keselamatan nyawa pasien.

​Masyarakat kini menanti tindakan tegas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat untuk mengevaluasi kinerja staf di UPTD Puskesmas Krui agar kejadian memalukan ini tidak terulang kembali. Fasilitas kesehatan seharusnya menjadi tempat penyembuhan, bukan arena pertikaian. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *