![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Pemerintah Kelurahan Sukamenteri terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui penguatan peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Komitmen tersebut diwujudkan dengan kegiatan monitoring yang dilakukan langsung oleh Lurah Sukamenteri, Wijiyono, S.E., M.Si, di Posyandu RW 13 dan RW 14, Kelurahan Sukamenteri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (02/07/2026).
Kegiatan monitoring ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kelurahan Sukamenteri untuk memastikan seluruh layanan Posyandu berjalan sesuai standar, sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan warga.
Dalam keterangannya, Wijiyono menegaskan bahwa seluruh Posyandu di wilayah Kelurahan Sukamenteri telah menerapkan enam Standar Pelayanan Minimal (6 SPM) sebagai bentuk komitmen menghadirkan pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas, merata, dan mudah diakses masyarakat.
“Seluruh Posyandu di Kelurahan Sukamenteri kami pastikan telah memenuhi enam Standar Pelayanan Minimal. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami agar seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal sejak usia dini hingga lansia,” ujar Wijiyono kepada awak media.
Ia menjelaskan, Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat lingkungan karena menjadi tempat pertama masyarakat memperoleh layanan kesehatan dasar. Oleh sebab itu, kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Sejak pagi, Posyandu dipenuhi para ibu yang membawa balita untuk mendapatkan berbagai pelayanan, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemantauan tumbuh kembang anak, imunisasi, pemeriksaan ibu hamil, pemberian vitamin, hingga edukasi mengenai gizi seimbang dan pola hidup bersih serta sehat.
Menurut Wijiyono, kehadiran pemerintah secara langsung di tengah kegiatan Posyandu bukan sekadar melakukan pengawasan, tetapi juga menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat dan para kader yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan.
“Monitoring ini bukan hanya melihat administrasi atau pelaksanaan kegiatan, tetapi kami ingin mengetahui langsung berbagai kendala di lapangan agar dapat segera dicarikan solusi. Pelayanan kesehatan harus terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, tokoh masyarakat, hingga warga harus memiliki semangat yang sama dalam menciptakan lingkungan yang sehat.
Dalam kesempatan tersebut, Wijiyono juga memberikan apresiasi kepada para kader Posyandu yang selama ini bekerja dengan penuh dedikasi dan semangat melayani masyarakat.
“Kader Posyandu memiliki peran yang sangat penting. Mereka bekerja dengan penuh keikhlasan untuk membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan. Pemerintah Kelurahan sangat menghargai pengabdian mereka dan akan terus memberikan dukungan,” ungkapnya.
Menurutnya, dukungan pemerintah tidak hanya dilakukan melalui monitoring, tetapi juga dengan meningkatkan koordinasi bersama puskesmas, pembinaan kader, serta pemenuhan sarana dan prasarana Posyandu agar pelayanan semakin maksimal.
Wijiyono juga menekankan pentingnya peran Posyandu dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting. Melalui pemantauan rutin setiap bulan, kondisi kesehatan dan status gizi balita dapat diketahui lebih dini sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
“Posyandu menjadi salah satu instrumen penting dalam mencegah stunting. Dengan pemeriksaan rutin, gangguan pertumbuhan anak dapat dideteksi sejak awal sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan,” jelasnya.
Ia mengimbau kepada seluruh orang tua agar aktif membawa anak-anak mereka ke Posyandu setiap bulan.
“Jangan menganggap Posyandu hanya sebagai kegiatan rutin. Ini merupakan investasi kesehatan bagi masa depan anak-anak kita. Generasi yang sehat akan menjadi modal utama dalam membangun bangsa yang maju,” tegas Wijiyono.
Dalam dialog bersama kader Posyandu, sejumlah masukan turut disampaikan, mulai dari kebutuhan fasilitas pendukung hingga strategi meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu. Seluruh aspirasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kelurahan Sukamenteri.
“Kami ingin setiap monitoring menghasilkan tindak lanjut yang nyata. Semua kebutuhan yang disampaikan akan kami koordinasikan dengan instansi terkait agar pelayanan kesehatan semakin baik dan berkualitas,” ujarnya.
Para kader Posyandu menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Lurah Sukamenteri terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Mereka menilai kehadiran langsung pimpinan wilayah menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga.
Hal senada juga disampaikan masyarakat yang mengikuti kegiatan Posyandu. Mereka berharap perhatian pemerintah terhadap pelayanan kesehatan di tingkat lingkungan terus ditingkatkan sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh layanan kesehatan yang cepat, berkualitas, dan merata.
Melalui monitoring di Posyandu RW 13 dan RW 14 ini, Pemerintah Kelurahan Sukamenteri kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin profesional, memperkuat upaya pencegahan stunting, serta mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan seluruh elemen masyarakat.(DIX)














Leave a Reply