![]()
Bekasi,TRIBUNPRIBUMI.com – Kondisi lingkungan di bantaran Kali Cavang, tepatnya di Kampung Srenseng RT 04/03 RW 06, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat,kini menjadi sorotan warga. Tumpukan sampah yang menggunung di sepanjang pinggiran kali membuat kawasan tersebut tampak kumuh, merusak pemandangan, serta menimbulkan kekhawatiran akan dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Sementara pantauan di lokasi pada Senin (25/05/2026), berbagai jenis sampah terlihat berserakan memenuhi bantaran sungai. Mulai dari sampah rumah tangga, plastik, limbah domestik hingga sampah lain yang sulit terurai tampak menumpuk tanpa adanya penanganan yang jelas. Kondisi tersebut terjadi di sepanjang jalur penghubung antarwilayah dari Desa Sukamanah, Desa Sukamulya hingga menuju kawasan Tambelang.
Warga menilai, kondisi ini sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah desa maupun dinas terkait. Bahkan masyarakat menyebut wilayah tersebut kini dalam kondisi “darurat sampah” karena tumpukan sampah terus bertambah setiap harinya tanpa adanya tindakan nyata.
Selain merusak keindahan lingkungan desa, keberadaan sampah di bantaran Kali Cavang juga menimbulkan aroma tidak sedap yang mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. Saat cuaca panas, bau menyengat dari tumpukan sampah semakin terasa dan membuat warga tidak nyaman.
Tidak hanya itu, warga juga khawatir tumpukan sampah akan menghambat aliran air sungai dan memicu banjir ketika musim hujan tiba. Pasalnya, sebagian sampah sudah terlihat menutupi aliran kali dan menyangkut di beberapa titik bantaran.
“Sekarang ini sudah sangat parah. Sepanjang bantaran Kali Cavang dipenuhi sampah berserakan dari arah Sukamanah sampai Tambelang. Baunya menyengat dan kami khawatir kalau hujan deras air meluap karena aliran tersumbat sampah,” ungkap salah seorang warga yang melintas di lokasi.
Menurut warga, persoalan sampah tersebut bukan hal baru. Kondisi itu disebut telah berlangsung cukup lama, namun hingga kini belum terlihat adanya penanganan serius maupun pengawasan rutin dari pihak terkait. Warga pun mempertanyakan peran aparatur desa dalam menjaga kebersihan lingkungan di wilayah tersebut.
Padahal, jalur yang berada di sekitar bantaran Kali Cavang merupakan akses penting yang cukup ramai digunakan masyarakat dari beberapa desa. Banyak warga yang melintas setiap hari untuk aktivitas kerja, sekolah maupun kegiatan ekonomi. Namun kondisi lingkungan yang dipenuhi sampah membuat kawasan tersebut terlihat kumuh dan tidak terawat.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan normalisasi bantaran kali serta pengangkutan sampah secara menyeluruh. Mereka juga meminta adanya penempatan tempat pembuangan sampah sementara yang memadai agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan ke pinggir sungai.
Selain penanganan fisik, masyarakat juga menilai perlunya sosialisasi dan edukasi kepada warga terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar persoalan serupa tidak terus berulang.
“Kalau tidak ada tindakan tegas dan kesadaran bersama, sampah akan terus menumpuk. Kami ingin lingkungan bersih dan sehat karena ini untuk kepentingan bersama,” ujar warga lainnya.
Warga juga berharap adanya penegakan aturan bagi oknum yang masih membuang sampah sembarangan ke bantaran kali. Sebab, jika terus dibiarkan, kerusakan lingkungan di kawasan tersebut dikhawatirkan akan semakin parah dan berdampak luas terhadap masyarakat sekitar.
Hingga berita ini diterbitkan, warga mengaku belum melihat adanya kontrol maupun tindakan langsung dari pegawai desa setempat terkait kondisi tumpukan sampah di bantaran Kali Cavang tersebut.
Permasalahan sampah di wilayah Sukamulya kini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan bersama. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat agar lingkungan tetap bersih, sehat dan terbebas dari ancaman banjir maupun penyakit akibat pencemaran sampah. (Mardani Lubis)















Leave a Reply