![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan nasional yang semakin kompleks, peran aktif aparat keamanan dalam mendampingi sektor pertanian menjadi krusial. Kapolsek Sukawening, AKP Budiman Suhardiana, S.H., membuktikan bahwa tugas kepolisian tidak terbatas pada penegakan hukum semata, tetapi juga meluas hingga ke sektor ketahanan pangan. Dengan prinsip “bekerja dan mengabdi tanpa kenal lelah,” ia menginisiasi sinergi lintas sektoral untuk memastikan program swasembada jagung di wilayah Sukawening berjalan optimal.
Menembus Batas Tugas: Pendekatan Humanis di Ladang
Alih-alih hanya menerima laporan administratif dari ruang kerja, AKP Budiman memilih untuk berada di garda terdepan. Bersama jajaran personel Polsek Sukawening, ia kerap terlihat menyusuri lahan-lahan pertanian, berdialog langsung dengan para petani, dan meninjau kondisi tanaman jagung secara fisik.
Langkah ini bukanlah formalitas belaka. AKP Budiman memahami bahwa untuk mencapai kedaulatan pangan, diperlukan pemahaman mendalam mengenai problematika yang dihadapi petani, mulai dari ketersediaan bibit, distribusi pupuk, hingga tantangan hama.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap jengkal lahan yang ditanami jagung mendapatkan perhatian yang cukup. Kehadiran kami di sini adalah bentuk pendampingan, agar petani merasa didukung dan tidak berjuang sendirian,” ungkap AKP Budiman saat di wawancarai awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya, Minggu (12/07/2026).
Kolaborasi Strategis: Polri, Poktan,BPP, dan Bulog
Keberhasilan swasembada jagung di wilayah ini tidak terlepas dari formula kolaborasi yang dibangun AKP Budiman dengan melibatkan,Kelompok Tani (Poktan) Mekar Jaya,Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dan Bulog. Sinergi ini menciptakan ekosistem kerja yang saling melengkapi:
Peran Poktan (Kelompok Tani):Menyediakan lahan, penanaman,pupuk hingga panen dan memproduksi pengeringan hasil panen
Peran BPP ( Balai Penyuluh Pertanian): Memberikan bimbingan teknis mengenai pola tanam yang efektif, manajemen penggunaan pupuk, serta penanganan penyakit tanaman jagung.
Peran Polri (Polsek Sukawening): Memberikan pendampingan keamanan, mengawal distribusi sarana produksi agar tepat sasaran, serta memfasilitasi komunikasi antara petani dan pihak terkait jika terjadi hambatan.
Peran Bulog: Menjamin stabilitas rantai pasok dengan memantau potensi hasil panen, memberikan kepastian serapan hasil produksi, serta menjaga agar harga di tingkat petani tetap layak dan tidak merugikan.
”Sinergi ini adalah kunci. Polri menjaga kondusivitas, BPP memberikan ilmu agrikultur, dan Bulog menjamin pasar. Ketika ketiga elemen ini bergerak seirama, saya yakin swasembada pangan bukan lagi sekadar slogan, melainkan target yang sangat realistis untuk dicapai,” tambahnya.
Dampak Positif dan Semangat Baru bagi Petani
Kehadiran AKP Budiman dan tim gabungan di lapangan memberikan suntikan motivasi yang signifikan bagi para petani lokal. Banyak petani yang sebelumnya merasa cemas akan kendala pemasaran kini merasa lebih tenang karena adanya pengawalan langsung dari aparat dan pihak terkait.
Program swasembada jagung ini sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dan nasional untuk mengurangi ketergantungan pada impor serta meningkatkan daya beli masyarakat perdesaan. Dengan memaksimalkan potensi lahan di Sukawening, diharapkan akan tercipta kemandirian ekonomi yang berdampak pada penurunan angka inflasi pangan di tingkat lokal.
Komitmen Berkelanjutan
Kapolsek Sukawening menegaskan bahwa aksi turun ke lapangan ini akan terus dilakukan secara konsisten, bukan sekadar respons sesaat terhadap kebijakan pusat. Baginya, mengabdi kepada masyarakat adalah panggilan jiwa yang harus dijalankan dengan dedikasi penuh.
”Kami tidak akan berhenti di sini. Fokus kami saat ini adalah memastikan masa panen nanti dapat berjalan dengan lancar dan hasil yang melimpah. Kami akan terus bekerja, mengabdi tanpa kenal lelah, demi memberikan kontribusi terbaik untuk ketahanan pangan Sukawening, dan secara lebih luas, untuk Indonesia,” tutup AKP Budiman dengan penuh semangat.
Aksi yang dilakukan oleh AKP Budiman Suhardiana ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi instansi kepolisian lainnya di seluruh Indonesia untuk lebih proaktif dalam mendampingi masyarakat di sektor-sektor strategis, sehingga Polri benar-benar menjadi pengayom yang membawa dampak nyata bagi kesejahteraan bangsa. (*)













Leave a Reply