![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, dan profesional, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Garut, Jawa Barat, H. Budi Gan Gan Gumilar, S.H., M.Si., menegaskan bahwa akhlak dan integritas tetap menjadi kunci utama dalam mewujudkan pelayanan yang berkah dan berkualitas.
Menurutnya, kemajuan teknologi dan penyederhanaan sistem perizinan hanya akan menjadi sarana pendukung apabila tidak diiringi dengan karakter aparatur yang kuat. Ia meyakini bahwa keberhasilan sebuah instansi pemerintah sangat ditentukan oleh nilai-nilai moral yang dipegang teguh oleh para pegawainya.
“Jabatan adalah amanah yang sifatnya sementara. Pelayanan yang kita berikan kepada masyarakat merupakan bagian dari ibadah. Ketika akhlak menjadi landasan, kita akan mampu menjaga diri dari berbagai godaan dan tetap bekerja sesuai aturan,” ujar H. Budi saat di wawancarai awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya, Minggu (12/07/2026).
Sebagai perangkat daerah yang berhadapan langsung dengan masyarakat dan pelaku usaha, DPMPTSP menghadapi tantangan yang tidak ringan. Berbagai kepentingan dan dinamika yang muncul dalam proses pelayanan menuntut aparatur memiliki keteguhan hati serta komitmen yang kuat terhadap integritas.
H. Budi menilai bahwa kesadaran spiritual menjadi benteng paling efektif dalam menjaga profesionalisme. Menurutnya, integritas yang tumbuh dari keyakinan dan tanggung jawab kepada Allah SWT akan lebih kokoh dibandingkan kepatuhan yang semata-mata didasarkan pada ancaman sanksi administratif.
Dalam kesehariannya memimpin DPMPTSP, ia secara konsisten menanamkan budaya kerja berbasis karakter. Pesan-pesan tentang kejujuran, disiplin, dan pentingnya menjaga kepercayaan publik kerap disampaikan dalam setiap rapat maupun kegiatan internal. Baginya, kepercayaan masyarakat adalah aset terbesar yang harus dijaga oleh setiap aparatur sipil negara.
Ia juga mengajak seluruh pegawai untuk memaknai kesuksesan bukan hanya dari capaian materi atau jabatan, melainkan dari kemampuan menjaga moralitas dan memberikan manfaat bagi sesama. Ketenangan batin, menurutnya, lahir dari keselarasan antara pekerjaan yang dijalankan dengan nilai-nilai agama.
Menatap masa depan investasi di Kabupaten Garut, H. Budi optimistis daerah ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Namun, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pembangunan karakter dan etika, agar hasil pembangunan benar-benar membawa kesejahteraan yang berkelanjutan.
“Jika kita menjadikan akhlak sebagai kompas utama, menjaga kejujuran, dan bekerja dengan niat yang tulus, maka setiap langkah yang kita ambil akan membawa keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat Kabupaten Garut,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen H. Budi Gan Gan Gumilar untuk tidak hanya membangun sistem pelayanan publik yang efektif, tetapi juga mewariskan teladan kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai moral bagi generasi penerus di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut. (*)












Leave a Reply